Halo!!​​ Selamat​​ Malam​​ Sobat​​ Gogo! kembali lagi dengan kultweet dari prodi akuntansi manajemen nih.

Minggu ini kita bahas tentang salah satu jurnal terkait dengan analisa biaya relevan untuk pengambilan keputusan. Penasaran seperti apa? Yuk kita belajar​​ .

Sebelum kita bahas, sobat gogo bisa baca jurnalnya terlebih dahulu dengan klik link ini​​ https://ejournal.stiesia.ac.id/jira/article/viewFile/1689/1648 ​​ ​​​​ 

Judul jurnalnya yaitu “RELEVAN COST ANALYSIS:DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMPRODUKSI SENDIRI ATAU MEMBELI”​​ 

Sebelum kita bahas jurnalnya, gogo akan menjelaskan pengertian dari biaya relevan.​​ 

Biaya relevan adalah biaya yang diperkirakan nantinya akan muncul di masa mendatang dalam berbagai alternatif untuk mengambil keputusan bagi manajemen.​​ 

Nah selanjutnya gogo akan membahas jurnal nya . yuk di simak​​ 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Relevan Cost sebagai alat bantu pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli pada CV​​ Perdana 2000 Surabaya.​​ Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus analisis kualitatif. ​​​​ 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Relevan Cost untuk pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli​​ untuk​​ memaksimalkan laba yang diperoleh dan meminimalkan resiko yang didapat.​​ Pada dasarnya bidang usaha yang dilajankan CV​​ Perdana 2000 adalah kontraktor dan sipil. Namun peneliti memfokuskan bidang kontraktor pada proyek pembangunan Rumah ATM.​​ Obyek penelitian yang dibahas oleh​​ peneliti mengacu pada P.O Nomor​​ :BLT/BNI46/2/051/2014 dimana didalamnya termuat 3 Site pembangunan Rumah ATM​​ wilayah Blitar.​​ Masing-masing site mempunyai harga yang sama sebesar Rp 84.500.000.​​ 

Terdapat dua keputusan dalam pengerjaan proyek ini, yaitu keputusan memproduksi sendiri dan membeli melalui vendor​​ dengan memberikan down payment untuk pengerjaan proyek.​​ Analisis #biayarelevan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan projet costing,​​ menghitung terlebih dahulu biaya-biaya yang akan dikeluarkan sesuai dengan scope pekerjaan yang dibutuhkan oleh owner.​​ 

Berikut perhitungan biaya yang menjadi dasar penawaran harga kepada owner (membeli atau memproduksi sendiri) pada tabel 1​​ 

 

 

 

Purchase Order dapat dijadikan dasar pekerjaan akan memproduksi sendiri atau membeli (melalui vendor) pada proyek tersebut.​​ 

Disitu manajemen dapat melihat seberapa besar resiko yang dihasilkan pada proyek tersebut dan menghasilkan pertimbangan pengerjaannya​​ #biayarelevan

Selanjutnya adalah​​ daftar peralatan pada table 2 untuk proyek pembangunan rumah ATM sebagai berikut ​​ 

 

Dari tabel tersebut terlihat bahwa​​ setiap pekerjaan proyek pembangunan rumah ATM ditargetkan selama 1 (satu) bulan. Sehingga beban penyusutan peralatan yang dibebankan pada proyek Rumah​​ sebagai berikut:​​ 

Biaya Penyusutan = 25% x Rp 21.619.813 x ½ = Rp 450.413.​​ 

Peneliti memisahkan biaya-biaya dengan menggunakan dasar Perhitungan Rincian Harga Pekerjaan sehingga didapat perolehan biaya sesungguhnya​​ apabila memproduksi sendiri​​ adalah sebagai berikut​​ 

 

Sementara pada keputusan kedua yaitu membeli, pihak CV. Perdana 2000 memberikan penawaran pengerjaan kepada vendor dengan biaya sebagai berikut:​​ 

Berdasarkan perhitungan data tabel diatas akan disajikan biaya yg terjadi pada kedua aternatif sehingga​​ dapat diketahui Different Cost dari masing-masing site.​​ #biayarelevan

Berdasarkan analisis yang menggunakan metode​​ #biayarelevan diatas diketahui dengan nilai proyek masing-masing site sebesar Rp 84.500.000.

Dengan rincian biaya dan laba yg di peroleh masing-masing site adalah sebagai berikut #biayarelevan

Apabila membeli, untuk masing-masing site total biaya dengan nilai yang sama sebesar Rp 67.164.000, maka laba yang dihasilkan​​ sebesar Rp 17.336.000.​​ 

Dalam hal ini, yang menjadi dasar pertimbangan manajemen adalah modal yang dibutuhkan, biaya yang akan terjadi, dan berapa tingkat profit yang dicapai.​​ 

Faktor-faktor kualitatif dapat secara nyata mengetahui keputusan manajer. Faktor-faktor kualitatif sangat sulit dinyatakan dalam angka.​​ 

Dari hasil analisis penerapan #biayarelevan untuk pengerjaan proyek rumah tersebut, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut​​ 

1.​​ Berdasarkan hasil analisis biaya relevan, dapat diketahui secara jelas perbandingan profit antara keputusan memproduksi sendiri dan membeli.​​ Apabila memproduksi sendiri laba yang dihasilkan pada​​ masing-masing​​ site Pasar Patok, Kanigoro, Pasar Dayu masing-masing sebesar Rp 28.184.749, Rp 29.635.191, Rp 29.635.191.​​ Sedangkan​​ laba​​ yang dihasilkan jika menunjuk vendor untuk masing-masing site akan lebih rendah yaitu sebesar Rp 17.336.000.​​ Maka keputusan memproduksi sendiri dirasa tepat, karena profit yang didapat untuk masing-masing site lebih besar.​​ Namun manajemen CV. Perdana 2000 memilih untuk melakukan pengerjaan vendor dengan alasan​​ perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal dengan jumlah besar karena pembayaran dilakukan ke vendor melalui termin yang sudah ditentukan.

2.​​ Resiko yang dihindari adalah kesalahan memilih vendor. Pemilihan vendor yang memiliki kapabilitas baik sangat penting.​​ 

3.​​ Pertimbangan atas biaya relevan yaitu menunjukkan adanya different cost dan different income dari kedua alternatif untuk masing​​ site:​​ Pasar Patok sebesar Rp 10.848.794, Kanigoro sebesar Rp 12.299.191, Pasar Dayu sebesar Rp 12.299.191.​​ Berdasarkan nilai tersebut, proyek pembangunan Rumah ATM wilayah Blitar dengan memproduksi sendiri yang memiliki different cost dan different income yang besar adalah site Pasar Dayu dan Kanigoro. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut mudah dijangkau dan satu wilayah.

4.​​ Faktor-faktor kualitatif dapat secara nyata mengetahui keputusan manajer. Faktor-faktor kualitatif sangat sulit dinyatakan dalam angka.​​ Berdasarkan keputusan yang diambil oleh manajemen,​​ Manajemen memilih untuk membeli pengerjaan proyek tersebut melalui vendor karena pembayaran dilakukan ke vendor melalui termin yang sudah ditentukan​​ dan pembayaran dilakukan dengan down payment.​​ Data yang dimiliki oleh perusahaan atas proyek tersebut dapat dijadikan dasar pengambilan​​ keputusan untuk setiap alternatif yang akan dipilih, apakah memproduksi sendiri atau membeli dengan menujuk vendor.​​ Dengan cara tersebut, maka perusahaan dapat mencapai tingkat profit yang diinginkan karena data yang sudah dimiki oleh perusahaan dijadikan dasar pengambilan keputusan secara tepat.​​ Walaupun setiap proyek menghasilkan profit dan resiko yang beragam sesuai dengan kompleksitasnya​​ #biayarelevan

Oke sob sudah di penghujung materi kultweet malam ini. Sekian dulu materi dari akmen ya, semoga bermanfaat dan terus semangat belajar.​​ Nantikan kedatangan akmen minggu depan dengan materi yg tidak kalah keren dan seru. Sampai jumpa sob, keep learning, sharing, and inspiring ya​​