Halo!!​​ Selamat​​ Malam​​ Sobat​​ Gogo! Rabu malam kembali lagi dengan kultweet dari prodi akuntansi manajemen.​​ Setelah membahas teori Variabel Costing akhir Desember kemarin, kita akan bahas jurnal internasional mengenai variabel costing Sob! Jurnal kali ini berjudul “Variable Costing and Its Applications in Manufacturing Company” oleh Md. Salim Hasan.

Tujuan dari jurnal ini​​ adalah untuk meninjau literatur tentang biaya variabel di lingkungan manufaktur.​​ Jurnal​​ ini​​ tentunya​​ akan berguna bagi peneliti, akuntan​​ manajemen​​ dan pihak terkait lainnya​​ untuk memahami pentingnya biaya variabel secara resmi. Utama​​ keterbatasannya adalah bahwa ini bukan penyelidikan empiris mengenai penetapan biaya variabel dalam variabel perusahaan manufaktur​​ kita.

Di​​ dalam​​ biaya penyerapan, semua biaya overhead pabrik, baik variabel dan tetap, diperlakukan sebagai biaya produk​​ sedangkan di dalam​​ Variable Costing, hanya biaya overhead pabrik yang berbeda dengan volume yang dibebankan ke produk (Rouf, 2013).​​ Hanya​​ biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik bervariasi dalam​​ perhitungan harga pokok​​ persediaan.​​ Dalam Variable Costing, biaya tetap dibedakan dari biaya variabel tidak hanya di laporan internal tetapi juga dalam berbagai akun biaya.

Perhitungan variabel costing itu​​ sesuai bila biaya variabel memiliki​​ proporsi yang​​ tertinggi dari total biaya produksi (Horngren, et al, 2005). Selain itu, biaya variabel sangat tepat bila​​ keragaman pada produk itu​​ kecil dan tidak ada variasi permintaan produk yang dibuat pada sumber produksi dan pemasaran perusahaan.​​ Perubahan lingkungan pabrik​​ utamanya peningkatan kapasitas​​ telah​​ terbukti​​ menurunkan persentase biaya variabel dalam total biaya produksi.

Dengan​​ impact​​ peningkatan industri, biaya tetap​​ akan​​ menjadi elemen yang lebih besar. Penyusutan dan biaya terkait peralatan otomatis menyebabkan sebagian besar biaya overhead tetap, tidak​​ variabel lagi.​​ Pengikatan​​ kontrak upah tahunan yang dijamin juga menyebabkan lebih banyak biaya tenaga kerja ditetapkan (Iyengar, 2000). Dengan demikian, biaya tetap menjadi bagian yang lebih besar dari total biaya produksi.​​ Perusahaan memiliki sedikit fleksibilitas dalam mengubah keputusan, karena telah menginvestasikan lebih banyak dolar untuk mesin dan pabrik (Garrison, et al, 2005).
Variabel Costing memusatkan perhatian pada produk dan biayanya. Kepentingan ini​​ bergerak​​ untuk penggunaan internal dari hubungan biaya variabel tetap dan konsep margin kontribusi.

Dalam hal penggunaan laporan internal, perhitungan variabel costing diperlukan untuk merencanakan laba​​ (profit planning), menetapkan​​ harga (product pricing)​​ serta pengambilan keputusan​​ (decision making).​​ Maksud dari dapat merencakan laba yaitu, adanya pemisahan antara biaya variabel dan tetap berguna dalam​​ mengidentifikasi data analitik yang relevan​​ seperti​​ titik impas,​​ tingkat pengembalian investasi, margin kontribusi oleh segmen dari total penjualan, dan total keuntungan dari semua operasi berdasarkan volume yang diberikan.

Adapun maksud dari menetapkan​​ harga,​​ yaitu​​ dengan​​ menggunakan perhitungan variabel costing kita dapat mendapatkan harga optimum penjualan barang.​​ Harga terbaik atau optimal adalah​​ berapa​​ maksimum​​ total pendapatan dari total biaya. Volume di mana kenaikan biaya total karena penambahan satu unit volume lagi sama dengan kenaikan total pendapatan, atau kenaikan total keuntungan nol,​​ disebut​​ volume optimum (Rouf, 2013).​​ 

Perhatikan​​ tabel​​ berikut :

XYZ Company memproduksi dan menjual 10.000 unit dengan harga penjualan unit Tk.40 saat menerima penawaran dari distributor asing untuk membeli 3.000 unit dengan harga jual unit Tk.32.​​ Biaya penyerapan per unit seperti yang ditunjukkan pada tabel menunjukkan bahwa harga penjualan Tk.32 ini​​ hanya lebih besar 1 Tk.​​ dari biaya rata-rata unit Tk.31.08 untuk membuat 13.000 unit.​​ Manajemen mungkin tidak menerima​​ ​​ penawaran penjualan​​ jika​​ hanya melihat​​ biaya penyerapan per unit untuk membuat keputusan.​​ Sebagai gantinya, manajer harus menggunakan biaya variabel beserta biaya tambahan dari penjualan luar negeri dalam mengevaluasi penawaran penjualan ini.​​ Dengan biaya variabel Tk.18 unit, harga penjualan unit Tk.40, dan Tk.170.000 biaya tetap tahunan, laba bersih sebelum pajak adalah Tk.50.000,

Jika pesanan diterima dan dapat diproduksi tanpa perluasan pabrik, maka laba bersihnya adalah Tk.92.000 yang dihitung sebagai berikut :

Dengan menggunakan variabel costing manajer dapat menerima pesanan 3000 unit barang tersebut walaupun penawaran yang diterima hanya sebesar Tk.32, dengan memperoleh laba sebesar Tk. 92.000,​​ Jika hanya melihat absorption costing saja manajer tidak dapat memutuskan untuk menerima penawaran tersebut karna HPP total produk sebesar​​ Tk. 35 di Opsi 1 lebih besar dari penawaran dan Tk. 31.08 di Opsi 2 hanya lebih rendah sedikit dari penawaran konsumen.

Adapun maksud dari mengambil keputusan yaitu,​​ alat pengambilan keputusan akuntansi yang digunakan manajer untuk tujuan pelaporan internal.​​ Dalam hal ini pengambilan keputusan untuk mengeliminasi biaya (insentif) variabel yang tak bernilai tambah.
Kesimpulan dari jurnal ini yaitu Variabel Costing digunakan hanya untuk laporan internal perusahaan untuk merencanakan​​ laba, menetapkan harga serta pengambilan keputusan​​ untuk mengeliminasi​​ biaya (insentif) variabel yang tak bernilai tambah. Perusahaan sekarang menyimpan catatan mereka untuk kebutuhan pelaporan internal dan eksternal. Catatan disimpan berdasarkan​​ Perhitungan Biaya Variabel​​ untuk kebutuhan sehari-hari manajemen.​​ Dan pada akhir​​ periode​​ ketika pengembalian pajak dan laporan keuangan formal dipersiapkan untuk badan pengawas​​ dan​​ para​​ pemegang saham, penyesuaian sederhana dilakukan. Biaya overhead pabrik tetap yang tidak termasuk dalam Variable Costing ditambahkan kembali ke persediaan dan harga pokok produksi, dan laba bersih disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan jika biaya penyerapan telah digunakan.

Ok sob, sekian dulu materi​​ dari prodi akmen hari ini.​​ Sampai bertemu​​ minggu depan​​ dengan sambungan JURNAL Variabel Costing​​ di Kultweet selanjutnya. Keep learning, Sharing, Inspiring​​ !​​ 

 

DAFTAR PUSTAKA

Garrison, R. S. and E Noreen, (2005). 10th edition, Managerial Accounting, McGrawHill Irwin, New York.​​ 

Horngren, C. T., Datar, S. m. and Foster, G. (2005). Cost Accounting- A Managerial Emphasis, 11th edition, Pearson Education, New Jersey.

​​ IASB (2011) International Accounting Standard-2 [IAS-2]: Inventory Inman, M. L. (1993). Cost Accounting, 3rd Edition, Butterworth Heinemann (Published in association with CIMA), Boston

Iyengar, S. P. (2000). Cost Accounting-Principles & Practice, Sultan Chand & Sons, New Delhi,​​ 

Jawhar Lal (2002). Cost Accounting, 3rd edition, Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi​​ 

Kaplan R. S. and A. A. Atkinson (2001). Advanced Management Accounting, 3rd edition, Pearson Education Asia, Singapore​​ 

Matz A. and M. F. Usry (2002). Cost Accounting-Planning and Control, 8th edition, South-Western Publishing Co., Cincinnati, Ohio​​ 

Polimeni, R. S., F. J. Fabozzi, A. H. Adelberg, and Kole (1991). Cost AccountingConcepts and Applications for Management Decision Making, 3rd edition, McGraw-Hill International, New York.

Rayburn, L. G. (1996). Cost Accounting- Using a Cost Management Approach, 6th edition, Irwin, New York​​ 

Rouf, M.A.(2013).Cost Accounting, 3rd ​​ Edition, Hazi Publication, Dhaka​​ 

Rouf, M.A.(2013).Management Accounting, 2nd  ​​​​ Edition, Hazi Publication, Dhaka.