Halooo apa kabar Sobat​​ Gogo se-Indonesia!​​ Kembali lagi nih di hari Rabu malam​​ dengan kultweet dari prodi akuntansi manajemen...​​ Yuk Sobat Gogo,​​ jangan lupa​​ pantengin,​​ retweet dan like ya ^__^

Malam ini kita akan membahas teori mengenai Balanced Scorecard. Kalian pasti penasaran kan apa sih peranan Balanced Scorecard di dalam Manajemen ?​​ ​​ Sedikit sejarah pada awal mula nya Balanced Scorecard ini digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif Sob. Awal penggunaannya kinerja eksekutif diukur hanya dari segi keuangan, kemudian berkembang luas menjadi empat perspektif, yang kemudian digunakan untuk mengukur kinerja organisasi secara utuh. Waahhh semakin penasaran kan Sobat Gogo dengan materi kita malam ini. Yukk simak bersama yaa Sob ^___^

Definisi Balanced Scorecard

Konsep Balanced Scorecard adalah pendekatan terhadap strategi manajemen yang dikembangkan oleh Drs.Robert Kaplan (Harvard Business School) and David Norton pada awal tahun 1990. Balanced Scorecard berasal dari dua kata yaitu Balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Balanced (berimbang) berarti adanya keseimbangan antara performance keuangan dan non-keuangan, performance jangka pendek dan performance jangka panjang, antara performance yang bersifat internal dan performance yang bersifat eksternal. Sedangkan scorecard (kartu skor) yaitu kartu yang digunakan untuk mencatat skor performance seseorang. Kartu skor ini juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh seseorang di masa depan Sob.

Dalam definisi lain Balance Scorecard adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi.

 

Keunggulan Balanced Scorecard

Menurut Mulyadi (2007, p.18) balanced scorecard memiliki beberapa keungguluan, yaitu:

  • Komprehensif

Memperluas perspective yang tercakup dalam perencanaan strategik, yang sebelumnya hanya terbatas pada strategi keuangan, lalu meluas ke tiga perspective lainnya, yaitu​​ customer perspective, internal business perspective, dan learning and growth perspective. Perluasan perspective ini akan bermanfaat untuk:

  • Menjanjikan kinerja keuangan menjadi berlipat ganda dan berjangka panjang.

  • Perusahaan jadi memilki kemampuan untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompleks.

Untuk menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik, perusahaan juga harus mewujudkan sasaran dari perspective customer. Itu berarti perusahaan harus menghasilkan barang dengan value yang sesuai dengan ekspektasi customer dari proses produksi yang efektif dan efisien. Kekompeherensifan sasaran strategik merupakan respon yang sesuai untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompleks dan penuh tantangan.

  • Koheren

Kekoherenan sasaran strategik memotivasi personel untuk bertanggung jawab dalam mencari inisiatif strategik yang mempunyai manfaat bagi perwujudan tujuan strategik pada financial perspective, customer perspective, internal business perspective, dan learning and growth perspective.

Kekoherenan juga berarti dibangunnya hubungan sebab-akibat diantara output yang dihasilkan sistem perumusan strategi dengan output yang dihasilkan sistem strategik planning. Sasaran strategik yang dirumuskan dalam sistem perencanaan strategik merupakan terjemahan dari visi, tujuan, dan strategi yang dihasilkan perumusan strategi.

3. Terukur

Keterukuran sasaran startegik menjanjikan tercapainya berbagai sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Dan Balanced Scorecard mengukur sasaran strategik yang pantas untuk diukur. Sasaran-sasaran di customer perspective, internal business perspective, dan learning and growth perspective. Ketiga aspek ini merupakan sasaran yang tidak mudah diukur. Namun dalam konsep Balanced Scorecard, sasaran dari ketiga perspective ini dibuat ukurannya agar dapat dikelola, agar dapat diwujudkan. Dengan

demikian, kinerja keuangan akan berlipat ganda.

4. Seimbang

Keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan oleh system perencanaan strategik penting untuk menghasilkan kinerja keuangan dan perusahaan secara keseluruhan.

 

Balanced scorecard memberi manfaat bagi organisasi dalam beberapa cara:

  • menjelaskan visi organisasi

  • menyelaraskan organisasi untuk mencapai visi itu

  • mengintegrasikan perencanaan strategis dan alokasi sumber daya

  • meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan

 

Selanjutnya dalam menerapkan balanced scorecard, Robert Kaplan dan David Norton, mensyaratkan dipegangnya​​ lima prinsip utama​​ berikut:

  • Menerjemahkan sistem manajemen strategi berbasis balanced scorecard ke dalam terminologi operasional sehingga semua orang dapat memahami

  • Menghubungkan dan menyelaraskan organisasi dengan strategi itu. Ini untuk memberikan arah dari eksekutif kepada staf garis depan

  • Membuat strategi merupakan pekerjaan bagi semua orang melalui kontribusi setiap orang dalam implementasi strategis

  • Membuat strategi suatu proses terus menerus melalui pembelajaran dan adaptasi organisasi dan

  • Melaksanakan agenda perubahan oleh eksekutif guna memobilisasi perubahan.

 

4 Perspektif Balanced Scorecard

Pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard memandang unit bisnis dari empat perspektif.​​ Empat perspektif tersebut yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Kerangka kerja penerjemahan berbagai strategi dalam empat perspective Balanced Scorecard akan digambarkan pada gambar berikut:

 

Pengukuran ke-empat prespektif tersebut dapat dilakukan sebagai berikut :

  • Perspektif Financial menurut Kaplan (Kaplan, 1996) pada saat perusahaan melakukan pengukuran secara finansial, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mendeteksi keberadaan industri yang dimilikinya. Kaplan menggolongkan tiga tahap perkembangan industri yaitu; growth, sustain, dan harvest.​​ Dari tahap-tahap perkembangan industri tersebut akan diperlukan strategi-strategi yang berbeda-beda. Dalam perspektif finansial, terdapat tiga aspek dari strategi yang dilakukan​​ suatu​​ perusahaan; (1) pertumbuhan pendapatan dan kombinasi pendapatan yang dimiliki suatu organisasi bisnis, (2) penurunan biaya dan peningkatan produktivitas, (3) penggunaan aset yang optimal dan strategi investasi.

  • Perspektif Customer, dalam perspektif customer ini mengidentifikasi bagaimana kondisi customer mereka dan segmen pasar yang telah dipilih oleh perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor mereka. Segmen yang telah mereka pilih ini mencerminkan keberadaan customer tersebut sebagai sumber pendapatan mereka. Dalam perspektif ini, pengukuran dilakukan dengan lima aspek utama (Kaplan,1996:67); yaitu ◦pengukuran pangsa pasar, pengukuran terhadap besarnya pangsa pasar perusahaan mencerminkan proporsi bisnis dalam satu area bisnis tertentu yang diungkapkan dalam bentuk uang, jumlah customer, atau unit volume yang terjual atas setiap unit produk yang terjual.

  • customer retention, pengukuran dapat dilakukan dengan mengetahui besarnya prosentase pertumbuhan bisnis dengan jumlah customer yang saat ini dimiliki oleh perusahaan.

  • customer acquisition, pengukuran dapat dilakukan melalui prosentase jumlah penambahan customer baru dan perbandingan total penjualan dengan jumlah customer baru yang ada.

  • customer satisfaction, pengukuran terhadap tingkat kepuasan pelanggan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik diantaranya adalah : survei melalui surat (pos), interview melalui telepon, atau personal interview.

  • customer profitability, pengukuran terhadap customer profitability dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Activity Based-Costing (ABC).

  • Perspektif Proses Bisnis Internal, dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan baik manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memberikan kepuasan tertentu bagi customer dan juga para pemegang saham. Dalam hal ini perusahaan berfokus pada tiga proses bisnis utama yaitu: proses inovasi, proses operasi, proses pasca penjualan.

  • Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran, Perspektif yang terakhir dalam Balanced Scorecard adalah perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kaplan (Kaplan,1996) mengungkapkan betapa pentingnya suatu organisasi bisnis untuk terus memperhatikan karyawannya, memantau kesejahteraan karyawan dan meningkatkan pengetahuan karyawan karena dengan meningkatnya tingkat pengetahuan karyawan akan meningkatkan pula kemampuan karyawan untuk berpartisipasi dalam pencapaian hasil ketiga perspektif di atas dan tujuan perusahaan.

Gimana sob, Sobat Gogo semakin pahamkan bagaimana manajemen menerapkan Balanced Scorecard dlm organisasinya :D. Dimana #BalancedScorecard ini dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan atas 4 perspektif: ​​ financial,customer,internal bisnis, learning & growth.

Ok sob, sekian dulu materi dari prodi akmen hari ini. Sampai bertemu minggu depan di Kultweet selanjutnya. Keep learning, Sharing, Inspiring !​​ 

 

 

Daftar Pustaka

  • Kaplan R.S. & Norton, D.P.; The Balanced Scorecard, Translating Strategy into Action, 1996

  • Mulyadi, Sistem manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard, Yogyakarta: UPP AMP YKPN.Balanced Scorecard, 2005.

Skip to toolbar