Halo selamat malam Sobat Gogo, bagaimana kabarnya semua ? Oiya sebelumnya Gogo ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak bagi sobat Gogo yang beragama Buddha ya..​​ 

 

Sobat Gogo, hari libur bukan berarti tidak libur menambah ilmu dong. Hehe, malam ini, kita akan membahas dokumen administrasi perpajakan yang pastinya sebagai wajib pajak kita pasti akan sering berjumpa dengan dokumen satu ini. Dokumen apa itu ? Ya, namanya adalah Surat Pemberitahuan, atau sering disebut juga SPT.​​ 

 

Gogo yakin Sobat Gogo yang taat akan pajak sudah tidak asing lagi dengan dokumen pajak satu ini dong, karena setiap bulan atau tahun SPT masa atau tahunan wajib di laporkan oleh wajib pajak di KPP (Kantor Pelayanan Pajak ). Malam ini, Gogo tidak akan terlalu banyak menjelaskan teori mengenai SPT secara umum, namun Gogo akan lebih fokus kepada pembetulan ​​ SPT seperti yang ada dalam pasal 8.​​ 

 

Seperti yang sudah kita ketahui sob, jika Surat Pemberitahuan (SPT) merupakan surat yang oleh digunakan oleh Wajib Pajak untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak, dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang- undangan pajak. Bagi Wajib Pajak, SPT berfungsi sebagai dokumen untuk pembayaran atau pelunasan pajak, laporan mengenai pemenuhan penghasilan yang merupakan objek pajak, laporan mengenai harta dan kewajiban hingga pembayaran dari pemotong atau pemungut dalam satu masa pajak.​​ 

 

Untuk sobat gogo ketahui bahwa SPT terbagi menjadi dua jenis, yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. SPT Masa dibagi kedalam beberapa jenis SPT seperti SPT PPh 21/26, PPh pasal 22, pasal 23/26 hingga PPN. Sedangkan SPT Tahunan dibagi menjadi dua jenis, yakni SPT Tahunan PPh WP Badan dan SPT Tahunan WP Orang Pribadi.​​ 

 

Batas waktu penyetoran antar SPT juga berbeda- beda sob. Untuk SPT Masa selain PPN batas waktu penyetoran adalah tanggal 10 bulan berikutnya, sedangkan untuk SPT Masa PPN paling lambat disetorkan akhir​​ bulan berikutnya. Sedangkan SPT Masa selain PPN wajib dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya, dan untuk SPT Masa PPN paling lambat wajib dilaporkan akhir bulan berikutnya. Sedikit berbeda dengan SPT Tahunan. SPT Tahunan Orang Pribadi wajib disampaikan paling lambat akhir bulan ketiga setelah akhir tahun pajak, dan untuk SPT Tahunan badan paling lambat akhir bulan keempat setelah akhir tahun pajak.​​ 

 

Bagaimana sob, melihat batas waktu yang Gogo bahas, apakah Sobat sudah melaporkan SPT dengan benar belum ? nah sekarang pertanyaannya bagaimana jika sobat melakukan​​ kesalahan penghitungan pajak dan perlu membetulkan nilai pajak sobat yang tertera pada SPT?

 

Tenang sob, undang- undang perpajakan membuatkan ketentuan bagi sobat selaku Wajib Pajak untuk melakukan pembetulan terkait SPT yang telah sobat laporkan. Didalam undang- undang perpajakan khususnya pasal 8 ayat 1, dijelaskan bahwa wajib pajak dapat membetulkan SPT nya yang telah disampaikan ke KPP melalui pernyataan tertulis. Tapi harus sobat Gogo ingat, bahwa pembetulan dapat dilakukan dengan syarat bahwa SPT milik WP belum masuk kedalam pemeriksaan oleh Dirjen Pajak. Pembetulan kurang/ lebih bayar atas SPT yang Sobat Gogo buat harus disampaikan paling lama 3 tahun setelah penetapan pajak ya sob.​​ 

 

Dalam pasal 8 ayat 2 dan 2a, baik SPT Tahunan dan SPT Masa yang dilakukan pembetulan, yang mengakibatkan utang pajak makin besar, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda 2%. Denda tersebut dihitung sejak penyampaian SPT berakhir hingga tanggal pembayaran.​​ 

 

Ketika sobat Gogo akan membayarkan kekurangan pajak yang Sobat Gogo Bayar, maka Dirjen Pajak akan mengeluarkan Surat Tagihan Pajak (STP). STP merupakan surat untuk melakukan tagihan pajak dan/ atau sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda. STP diterbitkan paling cepat 3 bulan, dan perlu dibayar lunas paling lambat 1 bulan sejak STP Terbit.​​ 

 

Untuk lebih mudah di pahami, mari kita perhatikan contoh soal berikut:​​ 

 

Contoh 1 :​​ 

PT Gogo ​​ melaporkan SPT Tahunan tahun 2015 Kurang Bayar (KB) senilai Rp 100.000.000,-. Pada tanggal 10 Oktober 2017, PT Gogo melakukan pembetulan atas SPT nya dan nilai pajaknya menjadi KB Rp 120.000.000,-. Berapa sanksi bunga atas pembetulan SPT Tahunan tersebut ?​​ 

 

Jawab :

  • Atas pembetulan yang dilakukan, maka​​ PT Gogo akan dikenakan sanksi bunga pasal 8 ayat 2. Tarif bunga yang dikenakan adalah 2% dan dihitung dari jatuh tempo sampai dengan pelaporan SPT sampai bagian bulan jatuh tempo.​​ 

  • Pada tanggal 10 Oktober 2017, PT Gogo membetulkan SPT Tahunan tahun 2015 dan dibayar Rp 20.000.000,- atas kekurangan pajaknya. Selain itu PT Gogo juga perlu melaporkan SPT Tahunan pembetulan.​​ 

  • Oleh karena itu setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dirjen Pajak, maka STP akan diterbitkan untuk menagih sanksi bunga karena pembetulannya.​​ 

 

Isi didalam STP adalah sebagai berikut :

  • PPh Badan KB 2015  ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​​​ : Rp 100.000.000,-

  • PPh Badan KB 2015 Pembetulan  ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​ ​​​​ : Rp 120.000.000,-

Total KB tahun 2015​​     ​​ ​​ ​​​​ : Rp 20.000.000

 

Cara menghitung sanksi bunganya adalah sebagai berikut sob :​​ 

Tanggal akhir pelaporan adalah 30 April 2016, berarti kita mulai dari :

Tanggal 1 Mei 2016 s/d 10 Oktober 2017 (jatuh tempo) = 18 bulan .

=2% x 18 bulan x Rp 20.000.000,- = Rp 7.200.000,-

Bunga Rp 7.200.000,- akan ditagih dengan menggunakan STP.

 

 

Nah bagaimana dengan pembetulan untuk SPT masa ya sob ?​​ 

Begini contohnya Sob :​​ 

Contoh 2 :​​ 

 

PT Gogo ​​ melaporkan SPT Masa PPh 21/26 ​​ maret 2017, ​​ Kurang Bayar (KB) senilai Rp 100.000.000,-. Pada tanggal 15 Agustus ​​ 2017, PT Gogo melakukan pembetulan atas SPT nya dan nilai pajaknya menjadi KB Rp 120.000.000,-. Berapa sanksi bunga atas pembetulan SPT Masa 21/26 ​​​​ tersebut ?​​ 

 

Jawab :​​ 

  • Atas pembetulan yang dilakukan, maka PT Gogo akan dikenakan sanksi bunga pasal 8 ayat 2a. Tarif bunga yang dikenakan adalah 2% dan dihitung dari jatuh tempo sampai dengan pelaporan SPT sampai bagian bulan jatuh tempo

  • Tanggal 15 Agustus 2017 PT Gogo segera melakukan pembetulan, dibayar Rp 20.000.000 + lapor SPT Pembetulan.​​ 

 

Isi pada STP :

  • PPh Pasal 21/26 Masa Maret​​   = Rp 100.000.000,-

  • PPh Pasal 21/26 Masa Maret Pembetulan  ​​ ​​​​ = Rp 120.000.000,-

  • PPh Pasal 21/26 KB​​     = Rp  ​​​​ 20.000.000,-

Penghitungan sanksi bunga 8 ayat 2a :​​ 

  • SPT Masa Maret 2017 jatuh tempo pada tanggal 10 April 2017. Maka penghitungan sanksi bunga dimulai dari 11 April 2017 s/d 15 Agustus 2017 = 5 bulan.​​ 

= ​​ 2% x 5 bulan x Rp 20.000.000,-​​ 

=​​  Rp 2.000.000,-.​​ 

 

Nah sob, yang terakhir dalam pasal 8 ayat 3, walaupun Dirjen Pajak telah melakukan pemeriksaan atas SPT yang Sobat laporkan, sobat masih dapat melakukan mengungkapkan ketidakbenaran dengan melunasi kekurangan pembayaran pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi berupa denda sebesar 150% sob, daru jumlah pajak yang kurang bayar. Namun harus diingat sob, pembetulan dapat dilakukan jika belum dilakukan tindakan penyidikan oleh Dirjen Pajak ya..​​ 

 

Selain itu, selama belum diterbitkan Surat​​ Ketetapan Pajak (SKP) ​​ yang merupakan produk hukum asli pemeriksaan maka Wajib Pajak dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan. Atas pajak kurang bayar yang timbul akibat pengungkapan ketidakbenaran dalam pengisian SPT maka wajib pajak akan dikenakan denda administrasi berupa 50% dari pajak yang kurang dibayar.​​ 

 

Demikian kultweet kita malam ini ya sob.​​ 

 

 

Skip to toolbar