Halo Sobat Gogo dimana pun kalian berada. Bagaimana nih kabarnya? Yang pastinya luar biasa dong ya!!! Di Senin malam yang indah ini, Gogo kembali hadir lagi dengan kultweet dari prodi Akuntansi Dasar. Yuk Sobat Gogo, jangan lupa terus​​ simak, retweet, dan like ya ^~^

Malam ini, kita akan membahas tentang “Laporan Keuangan” ya Sob. Beberapa diantara kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “laporan keuangan”, atau bahkan ada juga nih yang mungkin pekerjaan setiap harinya selalu berhubungan dengan laporan keuangan.​​ Sebelumnya, Gogo punya accounting fun fact nih Sob untuk malam ini mengenai aplikasi untuk membuat laporan keuangan yang diluncurkan oleh Kemenkop UKM. Kita simak dulu ya Sob.

 

 

Accounting​​ Fun Fact

Tahukah kamu ?

Beberapa waktu yang lalu​​ atau​​ tepatnya pada Oktober 2017​​ telah diluncurkan aplikasi yang bernama “Lamikro” atau nama lain dari “Laporan Keuangan Mikro” oleh Kementerian ​​ Koperasi dan UKM. Lamikro ini merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana bagi usaha mikro yang dapat digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi android. Latar belakang terciptanya aplikasi ini disebabkan karena selama ini pelaku usaha mikro belum memiliki tata kelola administrasi dan laporan keuangan yang baik. Dengan adanya aplikasi ini, UKM tersebut diharapkan dapat memiliki laporan keuangan yang akuntabel sehingga dapat menunjang pengembangan usahanya serta ​​ meningkatkan daya saing dan kapasitas UKM dalam negeri.​​ 

Sumber.​​ https://keuangan.kontan.co.id/news/lamikro-aplikasi-laporan-keuangan-buat-umkm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

For your information nih Sob, penting loh bagi suatu entitas atau organisasi untuk membuat laporan keuangannya. Kira-kira kenapa ya Sob laporan keuangan itu menjadi penting ?? Ayo, kalian pada penasaran tidak nih Sob ? Sabar dulu ya Sob, karena habis ini kita mau membahas tentang pengertian dan bentuk laporan keuangan. Tanpa membuang-buang waktu lagi yuk kita mulai kultweet kita malam ini.

  • Pengertian dan Bentuk Laporan Keuangan​​ 

  • Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntasi Keuangan (SAK), laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya: sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana),​​ catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian intergral ​​ dari laporan keuangan termasuk skedul dan informasi tambahan, misalnya : informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga (IAI:2009).

Menurut Soemarso (2002:34), laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk pembuatan keputusan, terutama pihak di luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.

Dari ​​ kedua pengertian diatas, maka bisa kita simpulkan nih Sob bahwa laporan keuangan merupakan laporan yang menggambarkan kondisi dan posisi keuangan serta kinerja dari suatu entitas dalam periode tertentu, yang salah satunya​​ manfaatnya​​ dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

 

  • Tujuan Laporan Keuangan

Selanjutnya kita mau membahas tentang tujuan laporan keuangan ya Sob. Sekedar informasi saja nih, laporan keuangan ini awalnya digunakan sebagai alat uji terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh bagian akuntansi ​​ loh Sob, tetapi seiring berkembangnya waktu,​​ laporan keuangan juga menyediakan informasi mengenai posisi dan kinerja keuangan yang digunakan sebagai dasar penilaian kinerja suatu perusahaan serta menjadi referensi dalam suatu pengambilan keputusan yang akan diambil.​​ 

Yang pastinya nih Sob, laporan keuangan ini dibuat​​ untuk memenuhi kebutuhan akan informasi keuangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap entitas tersebut, (misalnya saja informasi mengenai posisi keuangannya, kinerjanya, ataupun perubahan posisi keuangannya) serta menjadi salah satu wujud pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang telah dipercayakan kepada mereka.​​ 

Sebelum melanjutkan ke pembahasan selanjutnya, Gogo mau bertanya nih !!! kalian masih ingat tidak, kira-kira siapa saja pihak-pihak berkepentingan yang menjadi pengguna dari laporan keuangan ?? Ya, benar sekali Sob. Pihak-pihak yang berkepentingan itu adalah pihak internal yang meliputi, pemilik perusahaan, manager, ataupun karyawan serta pihak eksternal yang meliputi, investor, kreditur, pemasok dan kreditur usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, serta masyarakat.

 

  • Bentuk Laporan Keuangan

Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya nih Sob, secara umum laporan keuangan ini terdiri dari beberapa komponen atau​​ beberapa laporan yang meliputi:

  • ​​ Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Di dalam laporan ini terdapat ringkasan pendapatan dan beban untuk periode keuangan tertentu, serta laba atau rugi yang diperoleh suatu entitas.

 

  • Laporan Perubahan Modal (Statement of Changes in Equity)

Di dalam laporan ini terdapat informasi mengenai jumlah modal yang dimiliki oleh suatu entitas dalam periode keuangan tertentu, serta Sobat Gogo juga bisa melihat perubahan dan penyebab perubahan yang terjadi pada modal.

 

  • Laporan Posisi Keuangan atau Neraca (Statement of Financial Position)

Di dalam laporan ini terdapat informasi mengenai kondisi dan posisi keuangan (jumlah asset, liabilitas, dan ekuitas / modal) yang dimiliki oleh suatu entitas dalam periode keuangan tertentu.

 

  • Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

Laporan ini menunjukkan aliran kas masuk dan kas keluar yang berasal dari tiga aktivitas yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan suatu entitas dalam periode keuangan tertentu.

  • Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan yang berisi penjelasan dan informasi tambahan yang lebih rinci mengenai hal-hal yang tertera dalam laporan keuangan.

 

  • Standar Akuntansi di Indonesia.

Dalam pelaporan keuangan terdapat beberapa standar yang berlaku di Indonesia nih Sobat Gogo. Langsung saja ya Sob, kita akan membahas standar-standar tersebut.

  • SAK – IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – International Financial Reporting Standards)

SAK – IFRS ini diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik, misalnya. Perusahaan yang sudah go public di BEI, BUMN, perbankan, dan asuransi. Penetapan IFRS sebagai akuntansi umum di Indonesia ini disebabkan karena Indonesia merupakan salah satu anggota IFAC yang mana para anggotanya menjadikan IFRS sebagai standar akuntansinya sehingga Indonesia yang juga menjadi salah satu anggotanya wajib untuk mematuhi kesepakatan antar anggota IFAC. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK – IFRS, yaitu :

  • Laporan Laba Rugi Komprehensif

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Laporan Posisi Keuangan

  • Laporan Arus Kas

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)

SAK ETAP merupakan bentuk sederhana dari SAK IFRS yang bertujuan agar semua unit usaha dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang sudah dibuat. Standar ini diterapkan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik atau akuntabilitas publiknya tidak terlalu signifikan dan laporan keuangan tersebut disusun dengan tujuan umum bagi pihak pengguna eksternal. Pengguna SAK-ETAP ini adalah Perusahaan tertutup, BPR konvensional, CV, Firma, dan Koperasi. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP, yaitu:

  • Neraca

  • Laporan Laba Rugi​​ 

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Laporan Arus Kas

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAK Syariah

SAK Syariah ini diterapkan bagi entitas yang bertransaksi dengan prinsip syariah, baik yang dilakukan oleh lembaga syariah ataupun non-syariah, misalnya. BPR Syariah, Bank Umum Syariah, Baznas, dan unit-unit syariah lainnya. Tujuan pembuatan standar akuntansi ini adalah untuk memudahkan penyelenggaraan berbagai lembaga yang berbasis syariah tersebut. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK Syariah, yaitu :

  • Neraca

  • Laporan Laba Rugi​​ 

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Laporan Arus Kas

  • Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat

  • Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah)

SAK EMKM ini disusun guna memenuhi kebutuhan dalam pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah yang belum atau tidak mampu terhadap persyaratan akuntansi dalam SAK ETAP. SAK-EMKM ini memang ditujukan agar UMKM yang ada di Indonesia ini lebih mudah dalam membuat atau menyusun laporan keuangannya. Hal ini dilakukan pemerintah karena masih cukup banyak UMKM yang belum memiliki laporan keuangan yang memadai. Hal ini juga berakibat pada kurang berdaya saingnya UMKM yang ada di Indonesia ini loh Sob sehingga untuk memudahkan UMKM tersebut maka dibuatlah standar akuntansi yang lebih sederhana (SAK EMKM) lagi. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM, yaitu :

  • Laporan Posisi Keuangan

  • Laporan Laba Rugi

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan)

SAP ini diterapkan bagi pemerintah dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang bertujuan agar terjaminnya transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAP, yaitu :

  • Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

  • Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)

  • Neraca

  • Laporan Operasional

  • Laporan Arus Kas

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Catatan atas Laporan Keuangan

Wah, tidak terasa ya Sob kita sudah ada di akhir pembahasan kita hari ini yang bertemakan tentang laporan keuangan. Cukup sekian dulu ya Sob. Tapi, jangan khawatir ya Sob, karena Gogo masih punya pembahasan yang menarik lainnya untuk Sobat Gogo semua. Sampai ketemu Sobat Gogo di kutweet selanjutnya. Keep Learning, Sharing, and Inspiring !!!!

Sumber:

 

Skip to toolbar