Akuntansi Dasar – Laporan Keuangan

 

 

Halo Sobat Gogo dimana pun kalian berada. Bagaimana nih kabarnya? Yang pastinya luar biasa dong ya!!! Di Senin malam yang indah ini, Gogo kembali hadir lagi dengan kultweet dari prodi Akuntansi Dasar. Yuk Sobat Gogo, jangan lupa terus​​ simak, retweet, dan like ya ^~^

Malam ini, kita akan membahas tentang “Laporan Keuangan” ya Sob. Beberapa diantara kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “laporan keuangan”, atau bahkan ada juga nih yang mungkin pekerjaan setiap harinya selalu berhubungan dengan laporan keuangan.​​ Sebelumnya, Gogo punya accounting fun fact nih Sob untuk malam ini mengenai aplikasi untuk membuat laporan keuangan yang diluncurkan oleh Kemenkop UKM. Kita simak dulu ya Sob.

 

 

Accounting​​ Fun Fact

Tahukah kamu ?

Beberapa waktu yang lalu​​ atau​​ tepatnya pada Oktober 2017​​ telah diluncurkan aplikasi yang bernama “Lamikro” atau nama lain dari “Laporan Keuangan Mikro” oleh Kementerian ​​ Koperasi dan UKM. Lamikro ini merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana bagi usaha mikro yang dapat digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi android. Latar belakang terciptanya aplikasi ini disebabkan karena selama ini pelaku usaha mikro belum memiliki tata kelola administrasi dan laporan keuangan yang baik. Dengan adanya aplikasi ini, UKM tersebut diharapkan dapat memiliki laporan keuangan yang akuntabel sehingga dapat menunjang pengembangan usahanya serta ​​ meningkatkan daya saing dan kapasitas UKM dalam negeri.​​ 

Sumber.​​ https://keuangan.kontan.co.id/news/lamikro-aplikasi-laporan-keuangan-buat-umkm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

For your information nih Sob, penting loh bagi suatu entitas atau organisasi untuk membuat laporan keuangannya. Kira-kira kenapa ya Sob laporan keuangan itu menjadi penting ?? Ayo, kalian pada penasaran tidak nih Sob ? Sabar dulu ya Sob, karena habis ini kita mau membahas tentang pengertian dan bentuk laporan keuangan. Tanpa membuang-buang waktu lagi yuk kita mulai kultweet kita malam ini.

  • Pengertian dan Bentuk Laporan Keuangan​​ 

  • Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntasi Keuangan (SAK), laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya: sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana),​​ catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian intergral ​​ dari laporan keuangan termasuk skedul dan informasi tambahan, misalnya : informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga (IAI:2009).

Menurut Soemarso (2002:34), laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk pembuatan keputusan, terutama pihak di luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.

Dari ​​ kedua pengertian diatas, maka bisa kita simpulkan nih Sob bahwa laporan keuangan merupakan laporan yang menggambarkan kondisi dan posisi keuangan serta kinerja dari suatu entitas dalam periode tertentu, yang salah satunya​​ manfaatnya​​ dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

 

  • Tujuan Laporan Keuangan

Selanjutnya kita mau membahas tentang tujuan laporan keuangan ya Sob. Sekedar informasi saja nih, laporan keuangan ini awalnya digunakan sebagai alat uji terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh bagian akuntansi ​​ loh Sob, tetapi seiring berkembangnya waktu,​​ laporan keuangan juga menyediakan informasi mengenai posisi dan kinerja keuangan yang digunakan sebagai dasar penilaian kinerja suatu perusahaan serta menjadi referensi dalam suatu pengambilan keputusan yang akan diambil.​​ 

Yang pastinya nih Sob, laporan keuangan ini dibuat​​ untuk memenuhi kebutuhan akan informasi keuangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap entitas tersebut, (misalnya saja informasi mengenai posisi keuangannya, kinerjanya, ataupun perubahan posisi keuangannya) serta menjadi salah satu wujud pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang telah dipercayakan kepada mereka.​​ 

Sebelum melanjutkan ke pembahasan selanjutnya, Gogo mau bertanya nih !!! kalian masih ingat tidak, kira-kira siapa saja pihak-pihak berkepentingan yang menjadi pengguna dari laporan keuangan ?? Ya, benar sekali Sob. Pihak-pihak yang berkepentingan itu adalah pihak internal yang meliputi, pemilik perusahaan, manager, ataupun karyawan serta pihak eksternal yang meliputi, investor, kreditur, pemasok dan kreditur usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, serta masyarakat.

 

  • Bentuk Laporan Keuangan

Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya nih Sob, secara umum laporan keuangan ini terdiri dari beberapa komponen atau​​ beberapa laporan yang meliputi:

  • ​​ Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Di dalam laporan ini terdapat ringkasan pendapatan dan beban untuk periode keuangan tertentu, serta laba atau rugi yang diperoleh suatu entitas.

 

  • Laporan Perubahan Modal (Statement of Changes in Equity)

Di dalam laporan ini terdapat informasi mengenai jumlah modal yang dimiliki oleh suatu entitas dalam periode keuangan tertentu, serta Sobat Gogo juga bisa melihat perubahan dan penyebab perubahan yang terjadi pada modal.

 

  • Laporan Posisi Keuangan atau Neraca (Statement of Financial Position)

Di dalam laporan ini terdapat informasi mengenai kondisi dan posisi keuangan (jumlah asset, liabilitas, dan ekuitas / modal) yang dimiliki oleh suatu entitas dalam periode keuangan tertentu.

 

  • Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

Laporan ini menunjukkan aliran kas masuk dan kas keluar yang berasal dari tiga aktivitas yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan suatu entitas dalam periode keuangan tertentu.

  • Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan yang berisi penjelasan dan informasi tambahan yang lebih rinci mengenai hal-hal yang tertera dalam laporan keuangan.

 

  • Standar Akuntansi di Indonesia.

Dalam pelaporan keuangan terdapat beberapa standar yang berlaku di Indonesia nih Sobat Gogo. Langsung saja ya Sob, kita akan membahas standar-standar tersebut.

  • SAK – IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – International Financial Reporting Standards)

SAK – IFRS ini diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik, misalnya. Perusahaan yang sudah go public di BEI, BUMN, perbankan, dan asuransi. Penetapan IFRS sebagai akuntansi umum di Indonesia ini disebabkan karena Indonesia merupakan salah satu anggota IFAC yang mana para anggotanya menjadikan IFRS sebagai standar akuntansinya sehingga Indonesia yang juga menjadi salah satu anggotanya wajib untuk mematuhi kesepakatan antar anggota IFAC. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK – IFRS, yaitu :

  • Laporan Laba Rugi Komprehensif

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Laporan Posisi Keuangan

  • Laporan Arus Kas

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)

SAK ETAP merupakan bentuk sederhana dari SAK IFRS yang bertujuan agar semua unit usaha dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang sudah dibuat. Standar ini diterapkan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik atau akuntabilitas publiknya tidak terlalu signifikan dan laporan keuangan tersebut disusun dengan tujuan umum bagi pihak pengguna eksternal. Pengguna SAK-ETAP ini adalah Perusahaan tertutup, BPR konvensional, CV, Firma, dan Koperasi. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP, yaitu:

  • Neraca

  • Laporan Laba Rugi​​ 

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Laporan Arus Kas

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAK Syariah

SAK Syariah ini diterapkan bagi entitas yang bertransaksi dengan prinsip syariah, baik yang dilakukan oleh lembaga syariah ataupun non-syariah, misalnya. BPR Syariah, Bank Umum Syariah, Baznas, dan unit-unit syariah lainnya. Tujuan pembuatan standar akuntansi ini adalah untuk memudahkan penyelenggaraan berbagai lembaga yang berbasis syariah tersebut. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK Syariah, yaitu :

  • Neraca

  • Laporan Laba Rugi​​ 

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Laporan Arus Kas

  • Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat

  • Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah)

SAK EMKM ini disusun guna memenuhi kebutuhan dalam pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah yang belum atau tidak mampu terhadap persyaratan akuntansi dalam SAK ETAP. SAK-EMKM ini memang ditujukan agar UMKM yang ada di Indonesia ini lebih mudah dalam membuat atau menyusun laporan keuangannya. Hal ini dilakukan pemerintah karena masih cukup banyak UMKM yang belum memiliki laporan keuangan yang memadai. Hal ini juga berakibat pada kurang berdaya saingnya UMKM yang ada di Indonesia ini loh Sob sehingga untuk memudahkan UMKM tersebut maka dibuatlah standar akuntansi yang lebih sederhana (SAK EMKM) lagi. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM, yaitu :

  • Laporan Posisi Keuangan

  • Laporan Laba Rugi

  • Catatan atas Laporan Keuangan

 

  • SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan)

SAP ini diterapkan bagi pemerintah dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang bertujuan agar terjaminnya transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Berikut komponen laporan keuangan berdasarkan SAP, yaitu :

  • Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

  • Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)

  • Neraca

  • Laporan Operasional

  • Laporan Arus Kas

  • Laporan Perubahan Ekuitas

  • Catatan atas Laporan Keuangan

Wah, tidak terasa ya Sob kita sudah ada di akhir pembahasan kita hari ini yang bertemakan tentang laporan keuangan. Cukup sekian dulu ya Sob. Tapi, jangan khawatir ya Sob, karena Gogo masih punya pembahasan yang menarik lainnya untuk Sobat Gogo semua. Sampai ketemu Sobat Gogo di kutweet selanjutnya. Keep Learning, Sharing, and Inspiring !!!!

Sumber:

 

Accounting Debate Competition Sulawesi Utara 2018

Accounting Debate Competition Sulawesi Utara 2018

Dengan tema “Art of Communication”, untuk pertama kalinya Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia Chapter Sulawesi Utara bersama Himaju Akuntansi Universitas Sam Ratulangi mengadakan kegiatan accounting debate competition. Lomba debat akuntansi ini diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 12 sampai 13 November 2018 dan diikuti beberapa peserta dari jurusan akuntansi Universitas Sam Ratulangi sendiri.

Dihari pertama lomba debat ini terdiri dari empat babak. Babak pertama tim Balance melawan tim 5C/1 yang dimenangkan oleh tim Balance, lomba debat pun dilanjutkan dengan babak kedua dimana tim BKI melawan tim Equil dimana perdebatan kali ini dimenangkan oleh tim BKI, lomba pun diberhentikan sementara dikarenakan istirahat makan siang, setelah makan siang lomba dilanjutkan dengan pertandingan tim C4 melawan C1, dikarenakan kedua tim tidak hadir dalam perlombaan akhirnya kedua tim dieliminasi, dan lomba pun dilanjutkan dengan Tim 1C/2 melawan tim The Diamond yang dmenangkan oleh tim 1C/2, lomba di hari pertama pun selesai dan dilanjutkan di hari kedua.

 

Di hari kedua adalah dimana babak semifinal dan final berlangsung. Di babak ini merupakan puncak dari acara accounting debate competition. Babak semifinal dimulai dengan perdebatan antara tim 1C/2 melawan tim Balance, dibabak ini perdebatan cukup alot dikarenakan kedua tim harus memperebutkan satu kursi di final menyusul tim BKI yang sudah lolos duluan dikarenakan tidak adanya lawan. Setelah perdebatan yang seru antara kedua tim terjadi akhirnya tim 1C/2 muncul sebagai finalis dan melawan tim BKI. Perdebatan final kali ini membahas mosi “Peran Akuntan Mulai Terkikis Oleh Perkembangan Zaman dan Refolusi Industri 4.0”. Di babak ini perdebatan sangat seru, kedua tim saling mengemukakan hasil pemikiran mereka dan saling serang satu sama lain, dan akhirnya tim BKI harus mengakui kehebatan tim 1C/2. Lomba debat pun selesai dan acara ditutup oleh sekertaris jurusan akuntansi Universitas Sam Ratulangi.

 

Berikut adalah pemenang Accounting Debate Competition 2018:

Juara 1 dari tim 1c2, dengan anggota Cavin Tombilangi, Olivia Gultom, dan Moses Liando

Juara 2 dari tim BKI, dengan anggota Anggriawan Paputunga, Steven Hakim S, dan Ryan Armansyah H

Juara 3 dari tim Balance, dengan anggota Ervilda L, Meivi Siwu, Monica P

Indonesia dan Era Industri 4.0 at Glance

Indonesia dan Era Industri 4.0 at Glance

Halo apa kabar sobat Gogo ? Gogo harap sobat semua sehat selalu ya. Setelah sebulan lamanya kita tidak bertemu melalui media sosial, hari ini Gogo akan menjelaskan kultweet tentang peran akuntan Indonesia di tengah berkembangnya era industri 4.0. Hmm seperti apa ya ? Yuk sama- sama kita cari tahu.

Istilah industri 4.0 pertama kali di perkenalkan di Jerman beberapa tahun yang lalu. Istilah ini mengacu kepada penggunaan internet untuk memberikan solusi terhadap sektor manufaktur agar dapat bekerja lebih efisien. Singkatnya industri 4.0 merupakan era dimana seluruh pekerjaan terhubung melalui sambungan koneksi internet. Pernyataan ini didukung oleh laporan yang disampaikan oleh KPMG pada tahun 2016 yang mengatakan masa depan industri ada pada sambungan internet yang dapat mengintegrasikan seluruh informasi.

Era industri 4.0 juga berdampak kepada Indonesia. Perkembangan industri di Indonesia direspon dengan pembenahan akan penguasaan terhadap informasi dan teknologi. Disisi lain gencarnya pembangunan infrastruktur guna membantu meningkatkan akses di setiap daerah dianggap mampu menurunkan cost. Hal ini juga diperkuat dengan data yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF)’s Global Competitiveness Report 2017 yang mengatakan Indonesia berada di urutan 36 dari 100 negara. Tahun 2017 juga pertumbuhan start-up di Indonesia berada di urutan ke 4 sebanyak 1.705 start-up.

Paparan diatas menggambarkan kesiapan Indonesia dalam era Industri 4.0. Dengan maraknya pertumbuhan start-up serta perkembangan industri maka selain menumbuhkan daya saing, diperlukan juga struktur keuangan yang kuat untuk dapat going concern.

 

Lalu bagaimana peran akuntan dalam industri 4.0? Apakah akuntan dapat survive dalam era ini ?

Memasukki modernisasi industri diyakini akan berdampak kepada berbagai faktor pendukung. Setiap faktor tersebut dapat men-support perkembangan industri di Indonesia. Salah satu faktor pendukung adalah dari sisi keuangan. Meningkatnya jumlah start up di masing- masing sektor menjadi modal bagus bagi Indonesia untuk menyambut era industri baru. Artinya akan muncul investor potensial untuk menanamkan modal di Indonesia. Investor membutuhkan laporan keuangan yang informatif demi membuat keputusan. Peran akuntan sangat dibutuhkan demi menyiapkan laporan keuangan tersebut. Dibutuhkan kemampuan teknis, pengetahuan akan business process untuk dapat menyiapkan laporan keuangan tersebut.

Disisi perusahaan, kehadiran akuntan penting dalam membantu perkembangan perusahaan sob. Jika kita melihat berita akhir- akhir ini start up unicorn di Indonesia contohnya Go-Jek yang melakukan ekspansi ke Vietnam, atau Grab yang mengakuisi beberapa start up layaknya Kudo, atau perusahaan kompetitor semacam UBER. Artinya terjadi ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut dalam melebarkan bisnisnya. Peran akuntan disini penting bagi perusahaan dalam membuat analisis terkait profitabilitas dan Return on Investment (ROI) bagi perusahaan. Selain itu analisa mengenai pricing serta cost control dianggap krusial bagi perusahaan terutama di era internet of things.

Meningkatnya internet ditandai dengan ingeritas data serta koneksi terkait database perusahaan menjadi semakin penting. Peningkatan konektivitis juga berdampak kepada perubahan model bisnis dan business process. Namun, disisi lain, adanya potensi terhadap risiko seperti misalnya ransomware. Akuntan perlu dapat memahami enterprise riskmanagement process terutama dalam menilai risiko yang muncul bagi perusahaan. Selain itu, akuntan perlu membantu perusahaan dalam meningkatkan value yang perusahaan tawarkan dengan era internet sehingga menjadi modal dalam berkompetisi.

Kemudian sob apa saja yang perlu dilakukan oleh akuntan untuk survive ya sob ?

Kehadiran industri 4.0 turut serta membawa internet of things (IoT), big data yang akan berdampak kepada akuntan baik secara langsung dan tidak langsung. Akuntan perlu mempelajari cara manajemen big data. Akuntan harus bisa memahami bahasa IT dan konsep IoT dalam membangun struktur keuangan, akuntansi dan sistem pelaporan keuangan. Hal ini dapat membantu akuntan dalam memberikan advice kepada perusahaan/ client.

Kemampuan menganalisis dan advice sangat dibutuhkan oleh seorang akuntan sob. Artinya, sobat calon akuntan tidak hanya dibutuhkan kemampuan teknis akuntansi, tapi juga perlu mempelajari kemampuan memberikan advice. Sobat perlu memahami business process setiap industri. Hal ini penting, apalagi dengan hadirnya otomatisasi dan artificial intelligence yang dapat mengubah industri dengan cepat.

Era industri 4.0 akan berfokus kepada kecepatan dan ketepatan. Diperlukan data keuangan yang informatif, proses yang efektif dan efisien dalam membantu membuat keputusan. Maka dapat kita katakan akuntan memiliki potensi untuk berkembang dalam era industri 4.0 ini. Komunitas Jago Akuntansi juga mendukung dalam mengawal era industri 4.0 melalui kultweet-kultweet yang informatif terkait akuntansi. Jadi jangan lewatkan kultweet kami melalui media sosial sobat ya. See ya.

 

 

 

 

 

 

MUNAS VI

MUNAS VI

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia kembali menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yg ke-6. Dengan tema “Transforming Young Accountants Generation to Enhance Our Nation Comparativeness”. Tuan Rumah MUNAS kali ini adalah Chapter Sumatera Selatan, tepat nya di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 27 sampai 30 september 2018 ini, dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi Akuntansi serta Akuntan Muda, baik dari Anggota KJAI sendiri maupun Peserta Umum dari berbagai Daerah, yaitu Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Banten, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Jabodetabek.

Sebagai agenda rutin, acara ini diawali dengan Welcoming Party yang disambut oleh Nur Cahyani Aulia selaku Korchap Sumatera Selatan dan Renoley selaku Ketua Pelaksana MUNAS VI. Welcoming Party ini berupa makan malam liwetan dan perkenalan antara peserta dengan panitia MUNAS.

Dihari kedua MUNAS, dilanjutkan dengan beberapa seminar yang diadakan di Aula Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Sebelum dimulainya acara inti, terdapat Tarian Tanggai yang disajikan untuk menyambut tamu dan membuka acara MUNAS di hari itu. Setelah penyambutan tamu, acara pertama adalah Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Pemberlakuan Automatic Exchange of Information Setelah Berakhirnya Era Kerahasiaan Bank sebagai Upaya Pemulihan Penerimaan Pajak” oleh Pak Sabil, S.E sebagai Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan. Acara dilanjutkan dengan perkenalan Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina KJAI ditemani oleh Angkatan 4 dalam pemaparan struktural dan kegiatan KJAI.

Acara ketiga adalah Keynote Speech dengan tema “Revolusi Industri 4.0” oleh Ibu Prof. Dr. Lindawati Gani, Anggota DPN IAI dan Technical Advisor of IAESB. Selanjutnya acara Talkshow Nasional Profesi Akuntan dengan tema “Peran Akuntan Profesional dalam Revolusi Industri 4.0” oleh Pak Denny Poerhadianto, Head of ICAEW Indonesia.

Sore hari, selain ada Ujian Seleksi Beasiswa CA. Ada juga Essay Competition tingkat Nasional dengan tema “Kebijakan PP 23 Tahun 2018 tentang Tarif Pajak Final UMKM sebagai Pengganti PP 46 Tahun 2013” diikuti oleh 5 finalis dari Universitas yang berbeda dan telah lolos tahap seleksi sebelumnya. Nasional Essay Competition ini mengundang Pak Agil Novriansa, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Ibu Umi Kalsum, S.E., M.Si., Ak., CA. yang merupakan dosen Universitas Sriwijaya untuk turut andil menjadi juri. Ketua Dewan Pembina KJAI, Fadly Alwahdy, S.E., CPA, juga ikut menjadi juri pada Lomba Essay ini.

Ada yang berbeda dari MUNAS sebelumnya, yakni adanya Sleekr, software akuntansi, yang telah bekerjasama dengan KJAI dan menjadi salah satu pihak yang medukung dan membantu suskesanya MUNAS VI kali ini. Salah satu perwakilan dari Sleekr ikut memaparkan dan memperkenalkan mengenai software akuntansi tersebut.

Setelah serangkaian acara Seminar dan Lomba Essay selesai, peserta MUNAS kembali ke Wisma Atlet, Jakabaring dan dilanjutkan dengan wawancara oleh panitia Regenerasi dalam pengkaderan pengurus periode 2018/2019. Wawancara ini sedikit berbeda dengan MUNAS sebelumnya. Di MUNAS sebelumnya telah diadakan FGD (Forum Group Discussion) dengan diberikan kasus dan tema yang berbeda, namun wawancara kali ini dilakukan setiap individu langsung oleh Panitia Regenerasi.

Pemaparan Grand Design Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina dan Founder KJAI mengawali acara Munas di hari ke Tiga. Mulai dari berdirinya KJAI, Visi-Misi, Struktur dan tupoksi KJAI. Kak Fadly menjelaskan bahwa adanya KJAI berawal dari sebuah akun twitter yang bernama @jagoakuntansi yang dibuat pada tanggal 26 Desember 2012. Tidak mudah dan butuh proses yang panjang untuk menjadi Komunitas Akuntan Muda terbesar di Indonesia. Yang awal nya hanya berjumlah 30 Mahasiswa dan Praktisi Muda, saat ini KJAI sudah merekrut lebih dari 1000 Anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setelah acara Grand Design, dilanjutkan ada pemaparan dari Koordinator Chapter dan perwakilan Chapter tentang program-program menarik yang dilakukan masing-masing Chapter.
.
Acara selanjutnya, pemilihan ketua umum pun dilaksanakan. Sembilan orang dari angkatan 4 yang telah mengikuti seleksi, Panitia Pemilihan Ketua Umum KJAI memilih lima Bakal Calon (Balon) Ketua Umum KJAI dan dikerucutkan lagi menjadi tiga Calon Ketua Umum (Caketum) KJAI yaitu Eman, Alvin Adrian, dan Uki Budi Wijaya yang akan memaparkan Visi-Misi serta Program Kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Setelah para kandidat Caketum tampil, dimulailah sesi pertanyaan untuk mengetahui lebih dalam profil, kepribadian, dan program kerja masing-masing kandidat. Setelah dirasa cukup, ketiga Caketum meninggalkan ruangan dan dimulailah musyawarah menentukan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Namun, musyawarah tidak menemukan kata mufakat, sehingga dilakukanlah voting terbuka menjadi keputusan akhir dalam pemilihan tersebut, dan terpilihlah Uki Budi Wijaya sebagai Ketua Umum KJAI 2018/2019.

Setelah pemilihan selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi Wisuda Angkatan 4 dan Pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Prosesi wisuda diikuti oleh 9 orang Angkatan 4, yaitu Alvin Adrian, Dedi Ardianto, Dewi Yulyana Hendryani, Eman, Fatma Nur Soffitri, Radityo Dimas Wicaksono, Triyudho Septiandi Saputro, Uki Budi Wijaya, dan Umi Choirunnisa.

Wisudawan dan wisudawati telah purna jabatan resmi menjadi Dewan Alumni KJAI. Selain itu, pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019 terpilih serta diangkatnya Ketua Umum KJAI sebelumnya Andi Muh. Fadhil Wiguna sebagai Anggota Dewan Pembina KJAI.
.
Dilanjutkan closing party diisi oleh penampilan Chapter dan penampilan dari beberapa bintang tamu. Serta pengumuman dan sumpah jabatan Wakil Ketua Umum (Waka) periode 2018/2019 dipimpin oleh Uki Budi Wijaya. Tiga nama Waka terpilih adalah Donny M sebagai Waka Akademik, Puspita Jasmine sebagai Waka Operasional, dan Azzam Muslim Azaly sebagai Waka Sumber Daya Strategik.

Pada kesempatan ini juga dipergunakan untuk mengumumkan hasil dari National Essay Competition. Untuk Juara Pertama dimenangkan oleh Universitas Lampung, diikuti oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Juara Kedua, dan Universitas Negeri Makassar sebagai Juara Ketiga. Penghargaan juga diberikan kepada Universitas Lampung sebagai The Best Essay and The Best Video, dan Universitas Sam Ratulangi sebagai The Best Presentation.

Agenda hari keempat MUNAS adalah city tour kota Palembang dengan tujuan Pulau Kemaro. Peserta MUNAS berangkat dari Wisma Atlit menuju dermaga menggunakan LRT (Light Rapid Transit). Sebelum menaiki LRT, peserta melakukan foto bersama. Sesampainya di dermaga, peserta menaiki “ketek”, angkutan laut khas Palembang, untuk menuju ke Pulau Kemaro. Pulau Kemaro merupakan salah satu destinasi di Palembang dimana Pulau ini tidak akan banjir walaupun diterpa hujan yang sangat lebat, hal inilah mengapa pulai ini disebut Pulau Kemaro.

Kegiatan di Pulau Kemaro berlanjut dengan diumumkannya Koordinator Chapter 2018/2019 serta diumumkan Ketua Dewan Alumni yakni Eman Bara Mahesa dan Sekretaris Dewan Alumni yakni Umi Chairunnisa. Agenda hari keempat ini dilanjutkan dengan mengunjungi pusat oleh-oleh dan tak lupa makan pempek, makanan khas Palembang.

Setelah semua agenda terpenuhi, peserta kembali ke Wisma Atlit dan penutupan acara MUNAS dilaksanakan di Lobi Wisma Atlit. Sampai jumpa di MUNAS selanjutnya, Sob!

Skip to toolbar