Akuntansi Pemerintah

  1. 2

     

    • Pengertian akuntansi pemerintahan

    “Akuntansi pemerintahan adalah sebuah kegiatan jasa dalam rangka menyediakan informasi kuantitatif terutama bersifat keuangan dari entitas pemerintah guna pengambilan keputusan ekonomi yang nalar dari pihak-pihak berkepentingan atas berbagai alternatif tindakan” (Halim, 2007)

    • Perbedaan akuntansi pemerintahan dan akuntansi bisnis/privat

    Perbedaan

    Akuntansi Pemerintahan

    Akuntansi Bisnis

    Tujuan

    NonProfit motive

    Profit motive

    Organisasi

    Pemerintah

    Swasta

    Sumber pendanaan

    Pajak, retribusi, utang, obligasi

    pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset negara, dsb

    Pembiayaan internal : modal

    sendiri laba ditahan, penjualan

    aktiva

    Pembiayaan eksternal : utang

    bank, obligasi, penerbitan saham

    Pertanggungjawaban

    Masyarakat (publik) dan parlemen (DPR/MPR)

    Pemegang saham dan kreditur

    Komponen laporan keuangan

    Laporan finansial

    • Laporan operasional

    • Laporan perubahan ekuitas

    • Laporan posisi keuangan

    • Laporan arus kas

    • Catatan atas laporan keuangan

    Laporan pelaksanaan anggaran

    • Laporan realisasi anggaran

    • Laporan perubahan SAL

     

    • Laporan laba rugi

    • Laporan perubahan ekuitas

    • Laporan posisi keuangan

    • Laporan arus kas

    • Catatan atas laporan keuangan

    Struktur organisasi

    Birokratis, kaku, dan hierarkis

    Fleksibel, datar, piramid, lintas fungsional

    Standar akuntansi

    Standar akuntansi pemerintahan

    Standar akuntansi keuangan

    Jurnal anggaran

    Ada.

     

    (Pada PPKD)

    Estimasi pendapatan

    Estimasi penerimaan pembiayaan

    • Apropriasi belanja

    • Apropriasi pengeluaran pembiayaan

    • Estimasi perubahan SAL

     

    (Pada SKPD)

    Estimasi pendapatan

    Estimasi perubahan SAL

    • Apropriasi ​​ belanja

    Tidak ada jurnal

    Kodefikasi akun

    1. Aset

    2. Kewajiban

    3. Ekuitas

    4. Pendapatan LRA

    5. Belanja

    6. Transfer

    7. Pembiayaan

    8. Pendapatan LO

    9. Beban

    1. Aset

    2. Liabilitas

    3. Ekuitas

    4. Pendapatan

    5. Beban

     

     

    • Dasar hukum akuntansi pemerintahan

    • UU No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

    • UU No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

    • PMK No.171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat

    • PMK No.196/PMK.05/2008 tentang Tata Cara Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Belanja Lain-lain pada Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan

    • PMK No.191/PMK.05/2011 tentang Mekanisme Pengelolaan Hibah

    • PMK No.230/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi Hibah

    • PMK No.233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas PMK No.171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat

    • Tujuan akuntansi pemerintahan

      • Akuntabilitas, Keuangan Negara yang dikelola harus mampu dipertanggungjawabkan sesuai amanat konstitusi yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 23 ayat 5.

      • Manajerial

    Akuntansi pemerintahan memungkinkan pemerintah membantu merancang penyusunan APBD dan strategi pembangunan dan pengendalian atas kegiatan dalam rangka pencapaian ketaatan perundang-undangan, efisiensi, efektifitas dan ekonomis.

      • Pengawasan

    Keuangan di pemerintahan terdiri dari pemeriksaan keuangan secara umum, pemeriksaan ketaatan dan pemeriksaan operasional atau manajerial.

    • Karakteristik akuntansi pemerintahan

      • Tidak berorientasi laba

      • Kepemilikan pemerintah bersifat kolektif sesuai konstituen

      • Kontribusi keuangan tidak terkait secara langsung dengan pelayanan pemerintah

      • Keputusan kebijakan dan operasional dibuat oleh lembaga perwakilan di negara-negara penganut demokrasi indonesia

      • Keputusan atau kebijakan wajib dibuat secara terbuka

      • Dimungkinkan adanya pemakaian lebih dari satu jenis dana

      • Bersifat kaku

    • Ruang lingkup akuntansi pemerintahan

    Mardiasmo (2006:01) mengatakan bahwa ruang lingkup akuntansi pemerintahan adalah:

      • akuntansi manajemen

      • sistem akuntansi keuangan

      • perencanaan keuangan dan pembangunan

      • sistem pengawasan dan pemeriksaan

      • berbagai implikasi finansial atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah.

     

    Daftar Pustaka

     

     

     

Managerial Accounting, The Business Organization, and Professional Ethics

Hallo! Hai! Selamat malam Sob, bagaimana Jumat malam kalian? Pastinya harus semangat ya sob, gaboleh sedih2 ah sob. Daripada sedih, mending kita belajar yukyuk. Di malam yang bahagia ini, Gogo kembali hadir dengan membawakan materi yang ringan nan bermanfaat, dan kali ini Gogo akan diskusi bareng sama anak Akmen nih sob. Jadi, malam ini Gogo akan bahas tentang “Managerial Accounting, The Business Organization, and Professional Ethics”. Yaps, dari judulnya aja pasti sobat Gogo sudah punya bayangan nih tentang pembahasan malam ini, Hihi. Jadi, malam ini kita akan membahas tentang apa sih managerial accounting itu? Dan apa hubungan antara managerial accounting dan organisasi bisnis, lalu bagaimana etika profesi dalam managerial accounting?
Nah daripada penasaran, langsung aja yuk kita bahas tentang “Managerial Accounting, The Business Organization, and Professional Ethics.
Yuk Simak!!

Definisi dan Kegunaan Managerial Accounting
Sebelum kita bahas tentang Managerial Accounting, sobat Gogo harus tau dulu nih mengenai apa sih yang dimaksud dengan Managerial Accounting? Terus apa sih kegunaan dari Managerial Accounting? Nah, jadi gini sob, managerial accounting atau akuntansi managerial itu adalah salah satu bidang akuntansi yang berfokus pada penyediaan, pengembangan, dan penafsiran informasi akuntansi bagi para manager dalam melakukan 3 aktivitas penting, yaitu Perencanaan (Planning), Pengawasan (Controlling), dan Pengambilan Keputusan (Decision Making). Jadi intinya sob, sesuai namanya managerial accounting ini berguna bagi para manager untuk dapat merencanaan hal-hal apa saja yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan usaha, terus setelah melakukan perencanaan maka manager juga harus melakukan pengendalian atas pelaksanaan perencanaan tersebut agar tidak terjadi miss atau bahkan loss, dan dalam melakukan pengawasan, terkadang manager juga harus melakukan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kinerja usaha agar tujuan usaha dapat berjalan dengan baik.
Aktivitas yang pertama, yaitu Perencanaan (Planning) ini menggambarkan tentang bagaimana cara agar sebuah organisasi dapat mencapai tujuan usahanya, dan biasanya hal ini disertai dengan pembuatan Anggaran (Budgets). Anggaran adalah sebuah suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi semua aktivitas perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang. Jadi, dalam perencanaan (planning) ini sobat Gogo harus mampu membuat ekspektasi yang akan dicapai dalam usaha dan pastinya juga dengan cara-cara dalam mencapai ekspektasi tersebut, yang salah satunya bisa dibuat dulu anggarannya, lalu melakukan satu per satu kegiatan yang dapat menunjung perkembangan ekspektasi ini.
Aktivitas yang kedua yaitu Pengendalian (Controlling) ini adalah proses dalam mengimplementasikan rencana dan mengevaluasi tujuan usaha yang sudah dicapai. Proses dari pengendalian ini sob meliputi pengumpulan, evaluasi, dan pemberian tanggapan atas umpan balik, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa rencana yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik dan juga untuk mengetahui cara yang lebih efektif dalam mencapai tujuan tersebut. Nah, salah satu bagian dari aktivitas pengendalian ini adalah membuat Laporan Kinerja (Performance Report). Laporan kinerja adalah laporan yang membandingkan data yang dianggarkan dengan data aktualnya. Laporan ini digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi kinerja yang bagus, sekaligus mengurangi sumber dari kinerja yang kurang memuaskan. Jadi, laporan kinerja ini lah yang digunakan sebagai bahan evaluasi dan penghargaan untuk karyawan yang telah berhasil mencapai tujuan usaha.
Aktivitas Pengambilan Keputusan (Decision Making) adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai pemecahan masalah dengan cara/teknik tertentu, dan nantinya dapat diterima oleh semua pihak. Kemampuan pengambilan keputusan merupakan keahlian managerial yang paling dasar sob. Dalam pengambilan keputusan biasanya melibatkan 3 pertanyaan berikut, yaitu Apa yang harus diproduksi? Siapa yang harus kita layani? dan, Bagaimana cara kita melakukannya? Ketiga pertanyaan itu muncul karena pengambilan keputusan ini berkaitan dengan kinerja perusahaan. Pada pertanyaan pertama, perusahaan harus membuat keputusan yang berkaitan dengan produk dan jasa yang dijual, sedangkan pada pertanyaan kedua, perusahaan harus menetapkan jenis pelanggan yang dilayani. Dan untuk pertanyaan yang terakhir, perusahaan harus membuat keputusan yang berkaitan dengan cara pelaksanaannya. Ketiga pertanyaan ini akan selalu ada dalam pengambilan sebuah keputusan managerial, karena hal ini sangat mempengaruhi aktivitas perusahaan.

  • Hubungan antara Managerial Accounting dan Organisasi Bisnis
    Selanjutnya sob, Gogo akan membahas tentang hubungan antara managerial accounting dan organisasi bisnis. Dari penjelasan diatas, sobat Gogo pasti sudah dapat menarik tali merah dari hubungan mereka iya kan? Yaps dalam organisasi bisnis, kita pasti sangat memerlukan managerial accounting, karena para manager harus merencanakan, mengendalikan, dan mengambil keputusan atas setiap kegiatan organisasi. Jadi, dapat digambarkan bahwa posisi manager bisa juga disebut seorang konsultan, karena mereka harus menginterpretasi dan menganalisis sebuah informasi, lalu membuat keputusan dengan membuat standarisasi laporan.
    Sebagai contoh manager pemasaran,
    Dalam aktivitas perencanaan, dia harus dapat membuat anggaran dan menentukan jumlah staff yang dipekerjakan.
    Dalam aktivitas pengendalian, ia harus mampu mengendalikan harga terhadap peningkatan atau penurunan penjualan, serta mengendalikan jumlah persediaan yang ada.
    Dalam pengambilan keputusan, manager pemasaran harus mampu menentukan jumlah barang atau jasa yang diproduksi dan menentukan cara dalam melakukan penjualan, apakah langsung ke pelanggan atau ke distributor.
    Lalu, selain manager pemasaran, manager operasi juga memerlukan managerial accounting dalam kegiatan organisasi bisnis,, yaitu
    Dalam aktivitas perencanaan manager harus mampu merencanakan jumlah unit yang akan diproduksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Selain itu, manager juga perlu membuat anggaran untuk biaya operasional seperti utilitas, perlengkapan, dan biaya tenaga kerja.
    Dalam segi pengendalian, manager harus memantau besar pengeluaran aktual terhadap anggaran, dan mengawasi secara ketat ukuran-ukuran operasional, seperti jumlah barang cacat terhadap rencana produksinya.
    Lalu, dalam pengambilan keputusan manager juga akan membuat beberapa keputusan, seperti melakukan pilihan untuk berinvestasi pada penataan ulang proses manufaktur untuk mengurangi tingkat persediaan.
    Selain manager pemasaran dan manager operasi, manager SDM juga memerlukan managerial accounting dalam organisasi bisnis, yaitu
    Pada aktivitas perencanaan, manager SDM harus mampu menentukan anggaran seperti anggaran untuk pelatihan karyawan dan perekrutan karyawan.
    Dalam aktivitas pengendalian, manager harus memantau umpan balik yang berhubungan dengan masalah manajemen, misalnya tingkat retensi dan penilaian kinerja karyawan.
    Dalam pengambilan keputusan manager SDM juga membuat keputusan penting seperti jenis perekrutan karyawan seperti apa yang diperlukan, jenis pelatihan apa yang diperlukan karyawan, dan bahkan asuransi apa saja yang diperlukan karyawan..
    Tapi tidak hanya manager saja yang perlu pengetahuan tentang managerial accounting, para karyawan yang lain pun juga harus tau akan pentingnya managerial accounting, karena merekalah yang nantinya bisa menjadi penasihat dan juga pihak pendukung dalam keberhasilan pencapaian target usaha. Jadi dalam managerial accounting ini juga harus mengenal kerjasama dalam tim sob!

Pentingnya Managerial Accounting dalam Menunjang Karir
Selain dalam organisasi bisnis, managerial accounting ini juga penting untuk meningkatkan karir, karena lingkup yang dipelajari dalam managerial accounting ini sangat berguna untuk menunjang keberhasilan sebuah usaha. Lalu, dalam managerial accounting ini juga ada sertifikasi profesionalnya sob, yaitu Certified Management Accountant (CMA) yang telah diakui dunia (disponsori IMA). CMA ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan kreadibilitas, jenjang karier, dan juga kenaikan gaji sobat Gogo. Nah dalam ujian CMA ini berfokus pada keahlian perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan yang sangat penting bagi kantor nonpublic. Setelah dapat info ini, sobat Gogo yang tertarik mengembangkan diri di managerial accounting bisa nih cari-cari info lebih lengkapnya hehe..

Tujuan dari praktek Akuntansi Manajemen
Tujuan dari praktek Akuntansi Manajemen yang saat ini meluas ke tiga bidang oleh American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) berikut:
Manajemen Strategi – Memajukan peran akuntan manajemen sebagai mitra strategis dalam organisasi.
Manajemen Kinerja – Mengembangkan praktik pengambilan keputusan bisnis dan mengelola kinerja organisasi.
Manajemen Risiko – Berkontribusi untuk membuat kerangka kerja dan praktik untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola dan melaporkan risiko untuk mencapai tujuan organisasi.

Akuntansi Manajemen dan Etika Profesi
Dalam dunia bisnis, etika sangat diperlukan untuk mengelola dan menjalankan sebuah bisnis. Dengan etika yang baik, secara otomatis bisnis akan lebih mudah berkembang. Lalu apa ya etika bisnis itu? Etika bisnis merupakan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat. Nah, sebelum bahas lebih lanjut lagi, sobat gogo udah pada tau belum etika profesional dalam akuntansi manajemen? Eitss, tapi sebelum itu kita bahas terlebih dahulu apa sih Akuntansi Manajemen itu? Yap seperti yang sobat tahu, akuntansi manajemen adalah disiplin ilmu yang berkenaan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh para manajemen dan pihak-pihak internal lainnya untuk keperluan penghitungan biaya produk, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, serta pengambilan keputusan. Akuntan manajemen mempunyai peran penting dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan, dimana tujuan tersebut harus dicapai melalui cara yang legal dan etis, maka para akuntan manajemen dituntut untuk bertindak jujur, terpercaya, dan etis. Nah, lalu apa saja sih etika profesional akuntansi manajemen itu?.
Yap, sob seperti yang kita ketahui kebiasaaan beretika adalah sangat penting dalam menjalankan perekonomian kita yang telah memicu berbagai perubahan peraturan dan permintaan perundang-undangan baru. Dalam perekonomian yang baru, digital, dan berbasis kepercayaan, kepentingan sangat dijunjung tinggi. Kejujuran perusahaan, yang diwujudkan dalam merek dan reputasi, meningkatkan kepercayaan pelanggan, karyawan dan investor. Pengalaman menunjukkan bahwa aset semacam ini harus dibangun lama dan penuh pengorbanan, namun cepat dapat hilang dalam sekejap, dan jika hilang, maka kehilangan segalanya. Akhirnya, untuk kebaikan semua orang termasuk perusahaan pencetak laba adalah sangat penting untuk menjalankan bisnis dalam kerangka etika yang membangun dan menjaga kepercayaan.
Nah selanjutnya, Ikatan Akuntan Manajemen (Institute of Management Accountant IMA) di Amerika Serikat telah mengembangkan kode etik yang disebut Standar Kode Etik untuk Praktisi Akuntan Manajemen dan Manajemen Keuangan (Standards of Ethical Conduct for Practitioners of Management Accounting and Financial Management).
Ada empat standar etika untuk akuntan manajemen yaitu:
Kompetensi (Competence)
Artinya, akuntan harus memelihara pengetahuan dan keahlian yang sepantasnya, mengikuti hukum, peraturan dan standar teknis, dan membuat laporan yang jelas dan lengkap berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dan relevan.
Contohnya : Pengetahuan Profesional adalah menunjukkan tingkat mahir keahlian profesional dalam pengetahuan akuntansi agar menjaga tetap terkini dengan perkembangan dan tren. Pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi yang berlaku dan sistem untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan.

Kerahasiaan (Confidentiality)
Mengharuskan seorang akuntan manajemen untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia kecuali ada otorisasi dan hukum yang mengharuskan untuk melakukan hal tersebut. Kerahasiaan harus terdefinisi dengan baik, dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi harus diterapkan secara berhati-hati, khususnya untuk komputer yang bersifat standalone atau tidak terhubung ke jaringan. Aspek penting dari kerahasiaan adalah pengidentifikasian atau otentikasi terhadap user. Identifikasi positif dari setiap user sangat penting untuk memastikan efektivitas dari kebijakan yang menentukan siapa saja yang berhak untuk mengakses data tertentu.
Contohnya : Access Control Models sangat berfungsi dalam menentukan jenis kontrol akses yang diperlukan dalam mendukung kebijakan keamanan. Model akses kontrol ini menyediakan view konseptual dari kebijakan keamanan. Hal ini akan mengijinkan kita untuk melakukan pemetaan antara tujuan dan petunjuk dari kebijakan keamanan anda terhadapevent yang spesifik. Proses dari pemetaan ini memungkinkan terbentuknya definisi formal dan spesifikasi yang diperlukan dalam melakukan kontrol terhadap keamanan. Singkatnya, access control model memungkinkan untuk memilah kebijakan keamanan yang kompleks menjadi langkahlangkah keamanan yang lebih sederhana dan terkontrol. Beberapa model yang berbeda sudah dibangun sampai dengan tahun ini. Kita akan membahas beberapa model yang dianggap unik pada bagian-bagian selanjutnya. Kebanyakan penerapan kebijakan keamanan melakukan kombinasi dari beberapa access control models.

Integritas (Integrity)
Mengharuskan untuk menghindari conflicts of interest, menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap kemampuan mereka dalam menjunjung etika. Seperti halnya kerahasiaan, integritas bisa dikacaukan oleh hacker, masquerader, aktivitas user yang tidak terotorisasi, download file tanpa proteksi, LAN, dan program-programterlarang.
Contoh : User yang berhak mengakses sistem secara tidak sengaja maupun secara sengaja dapat merusak data dan program, apabila aktivitas mereka didalam sistem tidak dikendalikan secara baik.

Objektivitas (Objectivity)
Mengharuskan para akuntan untuk mengkomunikasikan informasi secara wajar dan objektif, mengungkapan secara penuh (fully disclose) semua informasi relevan yang diharapkan dapat mempengaruhi pemahaman user terhadap pelaporan, komentar dan rekomendasi yang ditampilkan.

Nah dalam melaksanakan etika profesi pasti kita sering dilema nih sob, contohnya itu seperti berikut ini :
Konflik nilai yang signifikan di antara kepentingan yang berbeda,
Alternatif nyata yang semuanya dapat dibenarkan, dan
Konsekuensi signifikan terhadap pemangku kepentingan dalam situasi tersebut.
Nah cukup disini dulu sob pembahasan Gogo malam ini. Jangan lupa yaa untuk terus aktif belajar dan update pengetahuannya. Bulan depan kita akan bertemu lagi tentunya dengan bahasan yang berbeda dan tidak kalah menarik dengan hari ini. Gogo pamit yah sob.
Keep learning, sharing, and inspiring!

  • Sumber :
    Garrison, Ray H, Eric W. Noreen, dan Peter C. Brewer. 2014. Akuntansi Manajerial (Managerial Accounting). Jakarta: Salemba Empat.
    https://radityoyuditama.wordpress.com/2016/01/04/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan-akuntansi-manajemen/