Kegiatan Chapter Sumatera Utara

Kegiatan Chapter Sumatera Utara

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) Chapter Sumatera Utara kembali menyelenggarakan kegiatan seminar dan sosialisasi. Kali ini, kegiatan tersebut diselenggarakan di SMK Multikarya Medan pada tanggal 16 Februari 2019.
Dengan mengangkat tema “Peran Komunitas Akuntansi terhadap Sinergitas Pelajar Akuntansi”, kegiatan ini turut mengundang alumni KJAI yaitu Malinda Sari Sembiring sebagai pembicara. Malinda Sari sendiri juga merupakan Founder dan CEO dari Sanger Learning. 
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 9 sampai 11 pagi ini, selain diikuti oleh  anggota KJAI batch 4 hingga batch 7, juga diikuti oleh 70 siswa/siswi SMK Multikarya Medan

Intellectual Capital

Intellectual Capital

Selamat malam Sobat Gogo dimanapun kalian berada. Tak terasa kita sudah di penghujung tahun nih. Sebelum tahun berganti, seperti biasa kamis malam kamu akan di temani kultweet bermanfaat dari Prodi Akuntansi Keuangan. Are you ready..?

Jika sebelumnya kita membahas tentang Integrated Reporting (IR), malam ini Gogo akan membahas salah satu pilar dari IR, yaitu Intellectual Capital.

Pasti sobat gogo penasaran kan ingin tahu seperti apa Intellectual Capital itu? Nah, untuk menjawab rasa penasaran dari sobat gogo mengenai Intellectual Capital, yuk simak kultweet malam ini!

Menurut Stahle et al. (2011), Intellectual Capital (IC) adalah kajian penelitian baru yang mendapat perhatian cukup besar  dari para ahli di berbagai disiplin seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada pengetahuan (knowledge-based economy).

Bontis et al. (2000), menyatakan bahwa secara umum, para peneliti mengidentifikasi 3 konstruk utama dari IC, yaitu

  • Human Capital (HC)
  • Structural  Capital (SC)
  • Customer Capital (CC)

Menurut Bontis et al. (2000),

  • HC : merupakan kombinasi dari genetic inheritance, education, experience, and attitude tentang kehidupan dan bisnis yang merepresentasikan individual knowledge stock dari karyawan di suatu organisasi.
  • SC : meliputi seluruh non-human storehouses of knowledge dalam organisasi. Contohnya adalah database, organisational charts, process manual, strategies, routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya.
  • CC : pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customer relationship dimana suatu organisasi mengembangkannya melalui jalannya bisnis

Di Indonesia, Intellectual Capital mulai berkembang setelah munculnya PSAK No.19 (revisi 2000) tentang aktiva tidak berwujud. Di dalam PSAK No.19 dijelaskan bahwa aktiva tidak berwujud adalah aktiva non-moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif. Kendati tidak dinyatakan secara eksplisit namun dapat disimpulkan bahwa Intellectual Capital telah mendapat perhatian yang semakin dominan dan menjadi topik bahasan utama dalam pemikirian baru terkait dengan perkembangan tentang pemahaman akan capital itu sendiri, terutama bila dikaitkan dengan aktiva tidak berwujud.

Meskipun telah ditetapkan dalam PSAK No. 19, namun pada kenyataannya pengungkapan intellactual capital di Indonesia masih rendah. Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya intellectual capital dalam menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan dan shareholder value.

Ketika intellectual capital ditingkatkan pengenalan dan pemanfaatannya secara optimal, maka akan membantu meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap kelangsungan hidup perusahaan yang dapat mempengaruhi return saham perusahaan. Sehingga dengan meningkatnya return saham, investor akan menunjukkan apresiasi yang lebih dengan berinvestasi pada perusahaan tersebut. Dengan adanya pertambahan investasi tersebut, juga akan berdampak pada naiknya nilai perusahaan.

Sekian kultweet kali ini dari Keluarga Akkeu ya Sob. Sampai jumpa tahun depan di topik2 menarik Akkeu selanjutnya!

Keep Learning, Sharing, and Inspiring! 😀

Sumber                        :

  1. Ulum, Ihyaul, Imam Ghozali & Anis Chariri. 2008. “Intellectual capital dan kinerja keuangan perusahaan; sebuah analisis dengan pendekatan partial least squares. Call for paper Simposium Nasional Akuntansi XI. Ikatan Akuntan Indonesia. Pontianak.

http://riaupos.co/4854-opini-intellectual-capital-solusi-atasi-perlambatan-ekonomi-global.html#.XAOQ-OJoRdg

Image: td.org

Fraud Triangle & Fraud Diamond

Fraud-triangle-300x249

1. Jadi gini Sob, Konsep #fraud triangle pertama kali diperkenalkan oleh Cressey pada tahun 1953.

2. Konsep ini dikenal dengan fraud triangle theory yang muncul ketika Cressey melakukan serangkaian wawancara dg 113 orang…(cont) #fraud

3. …yg telah di hukum karena melakukan penggelapan uang perusahaan yg disebutnya “trust violators” atau “pelanggar kepercayaan”. #fraud

4. Kalo #fraud itu bentuk kecurangannya, tapi kalo fraud triangle ini teori yang mendasari seseorang melakukan fraud.

5. Jadi, menurut Cressey setiap #fraud yang terjadi pada perusahaan selalu didasari oleh 3 hal, yaitu…(cont)

7. Kita bahas satu persatu dulu nih sob, dimulai dari tekanan/motif (Incentive)…(cont) #fraud

8. …Tekanan/Motif ini yg mendorong orang melakukan kecurangan krn tuntutan gaya hidup, ketidakberdayaan dlm soal keuangan…(cont) #fraud

9. …perilaku gambling, mencoba-coba untuk mengalahkan sistem dan ketidakpuasan kerja. #fraud

10. Tekanan/motif ini sesungguhnya mempunyai dua bentuk yaitu nyata (direct) dan bentuk persepsi (indirect) #fraud

11. Bentuk nyata (direct) ini adalah kondisi kehidupan nyata yang dihadapi oleh pelaku..(cont) #fraud

12. …seperti kebiasaan sering berjudi, party/clubbing, atau persoalan keuangan. #fraud

13. Berikutnya adalah bentuk Persepsi (indirect) yang merupakan opini yang dibangun oleh pelaku…(cont) #fraud

14. …yang mendorong untuk melakukan kecurangan seperti executive need. #fraud

15. Dalam SAS No. 99, terdapat empat jenis kondisi yang umum terjadi pada tekanan/motif yang dapat mengakibatkan #fraud….(cont)

16. …keempat kondisi tersebut adalah financial stability, external pressure, personal financial need, dan financial targets. #fraud

17. Kita masuk bagian yang kedua nih Sob dalam Fraud Triangle yaitu Kesempatan (Opportunity)…(cont) #fraud

18. … kesempatan yaitu peluang yang menyebabkan pelaku secara leluasa dapat menjalankan aksinya yang disebabkan oleh…(cont) #fraud

19. …pengendalian internal yg lemah, ketidakdisplinan, kelemahan dlm mengakses informasi, tidak ada mekanisme audit & sikap apatis. #fraud

20. Hal yang paling menonjol di sini adalah pengendalian internal. #fraud

21. Pengendalian internal yang tidak baik akan memberi peluang orang untuk melakukan kecurangan. #fraud

22. Menurut SAS No. 99 menyebutkan bahwa peluang/kesempatan pada financial statement fraud dapat terjadi pada tiga kategori…(cont) #fraud

23. …kondisi tersebut adalah nature of industry, ineffective monitoring, dan organizational structure. #fraud

24. Sekarang kita di bagian terakhir nih Sob dalam #fraud triangle, yap Rasionalisasi (Rationalization)…(cont) #fraud

25. … Rasionalisasi menjadi elemen penting dalam terjadinya #fraud, di mana pelaku selalu mencari pembenaran atas perbuatannya.

26. Sikap atau Karakter yg dimiliki pelaku, akan menentukan rasionalisasi atas pembenaran kecurangan yg dilakukan, Contohnya…(cont) #fraud

27. …Bagi mereka yang umumnya tidak jujur, mungkin lebih mudah untuk merasionalisasi penipuan. #fraud

28. Nah Sob! Ketiga faktor td belumlah cukup menjadi perhatian suatu organisasi/psh dlm upaya mencegah/mendeteksi #fraud.

29. Oleh karena itu perlu mempertimbangkan faktor lain, yaitu Individual capability. #fraud

30. Yup, individual capability adalah sifat dan kemampuan pribadi seseorang yang mempunyai…(cont) #fraud

31. …peranan besar yg memungkinkan melakukan suatu tindak kecurangan. #fraud

32. Ya, jadi selain ada tiga elemen yang sudah dibahas ada satu elemen tambahan. Keempat elemen inilah disebut dengan #fraud diamond.

33. Di elemen yang keempat ini, ada beberapa komponen kemampuan (Capability) untuk menciptakan #fraud, yaitu…(cont)

34. …posisi/fungsi, kecerdasan, tingkat kepercayaan diri/ego, kemampuan pemaksaan (coercion skills)…(cont)

35. ..kebohongan yang efektif, dan kekebalan terhadap stres (Immunity to stress). #fraud

36. Dalam #fraud diamond, sifat-sifat dan kemampuan individu memainkan peran utama dalam terjadinya fraud.

37. Banyak kecurangan-kecurangan besar tidak akan terjadi tanpa orang-orang yang memiliki kemampaun individu/capability. #fraud

38. Walaupun peluang/opportunity membuka jalan untuk melakukan #fraud, dan insentif dan rasionalisasi dpt menarik orang ke arah itu…(cont)

39. …tapi seseorang harus memiliki kemampuan untuk melihat celah melakukan #fraud sebagai kesempatan…(cont)

40. …dan untuk mengambil keuntungan dari itu, tidak hanya sekali, tetapi terus menerus. #fraud

41. Dengan demikian, #fraud itu terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukannya…(cont)

42. …tekanan dan rasionalisasi yang membuat orang mau melakukannya dan kemampuan individu yang mampu merealisasikannya #fraud.

43. Jadi gimana sob pembahasan kita malam ini? Udah pada paham kan. Semoga bermanfaat ya Sob. #fraud