MUNAS VI

MUNAS VI

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia kembali menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yg ke-6. Dengan tema “Transforming Young Accountants Generation to Enhance Our Nation Comparativeness”. Tuan Rumah MUNAS kali ini adalah Chapter Sumatera Selatan, tepat nya di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 27 sampai 30 september 2018 ini, dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi Akuntansi serta Akuntan Muda, baik dari Anggota KJAI sendiri maupun Peserta Umum dari berbagai Daerah, yaitu Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Banten, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Jabodetabek.

Sebagai agenda rutin, acara ini diawali dengan Welcoming Party yang disambut oleh Nur Cahyani Aulia selaku Korchap Sumatera Selatan dan Renoley selaku Ketua Pelaksana MUNAS VI. Welcoming Party ini berupa makan malam liwetan dan perkenalan antara peserta dengan panitia MUNAS.

Dihari kedua MUNAS, dilanjutkan dengan beberapa seminar yang diadakan di Aula Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Sebelum dimulainya acara inti, terdapat Tarian Tanggai yang disajikan untuk menyambut tamu dan membuka acara MUNAS di hari itu. Setelah penyambutan tamu, acara pertama adalah Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Pemberlakuan Automatic Exchange of Information Setelah Berakhirnya Era Kerahasiaan Bank sebagai Upaya Pemulihan Penerimaan Pajak” oleh Pak Sabil, S.E sebagai Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan. Acara dilanjutkan dengan perkenalan Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina KJAI ditemani oleh Angkatan 4 dalam pemaparan struktural dan kegiatan KJAI.

Acara ketiga adalah Keynote Speech dengan tema “Revolusi Industri 4.0” oleh Ibu Prof. Dr. Lindawati Gani, Anggota DPN IAI dan Technical Advisor of IAESB. Selanjutnya acara Talkshow Nasional Profesi Akuntan dengan tema “Peran Akuntan Profesional dalam Revolusi Industri 4.0” oleh Pak Denny Poerhadianto, Head of ICAEW Indonesia.

Sore hari, selain ada Ujian Seleksi Beasiswa CA. Ada juga Essay Competition tingkat Nasional dengan tema “Kebijakan PP 23 Tahun 2018 tentang Tarif Pajak Final UMKM sebagai Pengganti PP 46 Tahun 2013” diikuti oleh 5 finalis dari Universitas yang berbeda dan telah lolos tahap seleksi sebelumnya. Nasional Essay Competition ini mengundang Pak Agil Novriansa, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Ibu Umi Kalsum, S.E., M.Si., Ak., CA. yang merupakan dosen Universitas Sriwijaya untuk turut andil menjadi juri. Ketua Dewan Pembina KJAI, Fadly Alwahdy, S.E., CPA, juga ikut menjadi juri pada Lomba Essay ini.

Ada yang berbeda dari MUNAS sebelumnya, yakni adanya Sleekr, software akuntansi, yang telah bekerjasama dengan KJAI dan menjadi salah satu pihak yang medukung dan membantu suskesanya MUNAS VI kali ini. Salah satu perwakilan dari Sleekr ikut memaparkan dan memperkenalkan mengenai software akuntansi tersebut.

Setelah serangkaian acara Seminar dan Lomba Essay selesai, peserta MUNAS kembali ke Wisma Atlet, Jakabaring dan dilanjutkan dengan wawancara oleh panitia Regenerasi dalam pengkaderan pengurus periode 2018/2019. Wawancara ini sedikit berbeda dengan MUNAS sebelumnya. Di MUNAS sebelumnya telah diadakan FGD (Forum Group Discussion) dengan diberikan kasus dan tema yang berbeda, namun wawancara kali ini dilakukan setiap individu langsung oleh Panitia Regenerasi.

Pemaparan Grand Design Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina dan Founder KJAI mengawali acara Munas di hari ke Tiga. Mulai dari berdirinya KJAI, Visi-Misi, Struktur dan tupoksi KJAI. Kak Fadly menjelaskan bahwa adanya KJAI berawal dari sebuah akun twitter yang bernama @jagoakuntansi yang dibuat pada tanggal 26 Desember 2012. Tidak mudah dan butuh proses yang panjang untuk menjadi Komunitas Akuntan Muda terbesar di Indonesia. Yang awal nya hanya berjumlah 30 Mahasiswa dan Praktisi Muda, saat ini KJAI sudah merekrut lebih dari 1000 Anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setelah acara Grand Design, dilanjutkan ada pemaparan dari Koordinator Chapter dan perwakilan Chapter tentang program-program menarik yang dilakukan masing-masing Chapter.
.
Acara selanjutnya, pemilihan ketua umum pun dilaksanakan. Sembilan orang dari angkatan 4 yang telah mengikuti seleksi, Panitia Pemilihan Ketua Umum KJAI memilih lima Bakal Calon (Balon) Ketua Umum KJAI dan dikerucutkan lagi menjadi tiga Calon Ketua Umum (Caketum) KJAI yaitu Eman, Alvin Adrian, dan Uki Budi Wijaya yang akan memaparkan Visi-Misi serta Program Kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Setelah para kandidat Caketum tampil, dimulailah sesi pertanyaan untuk mengetahui lebih dalam profil, kepribadian, dan program kerja masing-masing kandidat. Setelah dirasa cukup, ketiga Caketum meninggalkan ruangan dan dimulailah musyawarah menentukan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Namun, musyawarah tidak menemukan kata mufakat, sehingga dilakukanlah voting terbuka menjadi keputusan akhir dalam pemilihan tersebut, dan terpilihlah Uki Budi Wijaya sebagai Ketua Umum KJAI 2018/2019.

Setelah pemilihan selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi Wisuda Angkatan 4 dan Pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Prosesi wisuda diikuti oleh 9 orang Angkatan 4, yaitu Alvin Adrian, Dedi Ardianto, Dewi Yulyana Hendryani, Eman, Fatma Nur Soffitri, Radityo Dimas Wicaksono, Triyudho Septiandi Saputro, Uki Budi Wijaya, dan Umi Choirunnisa.

Wisudawan dan wisudawati telah purna jabatan resmi menjadi Dewan Alumni KJAI. Selain itu, pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019 terpilih serta diangkatnya Ketua Umum KJAI sebelumnya Andi Muh. Fadhil Wiguna sebagai Anggota Dewan Pembina KJAI.
.
Dilanjutkan closing party diisi oleh penampilan Chapter dan penampilan dari beberapa bintang tamu. Serta pengumuman dan sumpah jabatan Wakil Ketua Umum (Waka) periode 2018/2019 dipimpin oleh Uki Budi Wijaya. Tiga nama Waka terpilih adalah Donny M sebagai Waka Akademik, Puspita Jasmine sebagai Waka Operasional, dan Azzam Muslim Azaly sebagai Waka Sumber Daya Strategik.

Pada kesempatan ini juga dipergunakan untuk mengumumkan hasil dari National Essay Competition. Untuk Juara Pertama dimenangkan oleh Universitas Lampung, diikuti oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Juara Kedua, dan Universitas Negeri Makassar sebagai Juara Ketiga. Penghargaan juga diberikan kepada Universitas Lampung sebagai The Best Essay and The Best Video, dan Universitas Sam Ratulangi sebagai The Best Presentation.

Agenda hari keempat MUNAS adalah city tour kota Palembang dengan tujuan Pulau Kemaro. Peserta MUNAS berangkat dari Wisma Atlit menuju dermaga menggunakan LRT (Light Rapid Transit). Sebelum menaiki LRT, peserta melakukan foto bersama. Sesampainya di dermaga, peserta menaiki “ketek”, angkutan laut khas Palembang, untuk menuju ke Pulau Kemaro. Pulau Kemaro merupakan salah satu destinasi di Palembang dimana Pulau ini tidak akan banjir walaupun diterpa hujan yang sangat lebat, hal inilah mengapa pulai ini disebut Pulau Kemaro.

Kegiatan di Pulau Kemaro berlanjut dengan diumumkannya Koordinator Chapter 2018/2019 serta diumumkan Ketua Dewan Alumni yakni Eman Bara Mahesa dan Sekretaris Dewan Alumni yakni Umi Chairunnisa. Agenda hari keempat ini dilanjutkan dengan mengunjungi pusat oleh-oleh dan tak lupa makan pempek, makanan khas Palembang.

Setelah semua agenda terpenuhi, peserta kembali ke Wisma Atlit dan penutupan acara MUNAS dilaksanakan di Lobi Wisma Atlit. Sampai jumpa di MUNAS selanjutnya, Sob!

Makrab Banten 2018

Makrab Banten 2018

Dalam rangka mempererat tali persaudaraan sesama anggota, pada tanggal 28-29 April 2018 lalu, Chapter Banten Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) mengadakan kegiatan Malam Keakraban (Makrab) di Villa Cikoromoy, Pandeglang, Banten. Selain untuk refreshing dan mengenalkan KJAI, acara ini juga bertujuan untuk mengenal dan memahami lebih jauh karakter masing-masing anggota.

Makrab yang dihadiri oleh batch empat hingga batch tujuh ini memiliki beberapa rangkaian acara, yang pertama adalah Sosialisasi dan Kupas Tuntas KJAI yang dipandu oleh Azzam Azaly M selaku koordinator Chapter Banten. Sesi ini memiliki tujuan untuk lebih mengenalkan dan menjelaskan KJAI kepada semua anggota Chapter Banten, khususnya anggota baru dari batch tujuh. Rangkaian berikutnya adalah Acara Malam yang diisi dengan sesi diskusi KJAI bersama kak Han Fajri dari batch empat chapter Jabodetabek, sambil menikmati bakar sosis dan crabstick ditambah hidangan seblak yang menemani jalannya acara ini menjadi semakin hangat. Acara ini dilanjutkan kembali di pagi hari dengan kegiatan senam, outbond yang di pandu oleh Azzam dan permainan-permainan lain yang menambah kesan kebersamaan anggota chapter banten.

Overview 12th GSENT

Overview 12th GSENT

Berdasarkan proyeksi tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Menurut laporan lembaga audit dan konsultan profesional Pricewaterhouse-Coopers (PwC), Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan paritas daya beli Purchasing Power Parity (PPP) mencapai USD 5,424 triliun pada 2030. Secara keseluruhan pada tahun tersebut sejumlah negara berkembang akan menjadi penopang kekuatan ekonomi dunia. Menurut Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) untuk menjadi negara dengan ekonomi kuat, kehadiran Ekonomi Islam menjadi harapan bagi Indonesia dan dunia dalam mewujudkan masyarakat madani dunia. Mengutip riset International Monetary Fund (IMF), posisi perekonomian Indonesia tahun 2016 berada di peringkat 8 dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) US$ 3.028 miliar.

Implementasi untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar merupakan tantangan besar bagi Indonesia. Indonesia harus memulai upaya-upaya intensif untuk mencapai hal tersebut. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya yang lebih maju untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan utama GSENT 2018 adalah untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk turut berkontribusi serta mengelola tantangan dan peluang dengan cermat, juga sebagai dorongan penuh terhadap kemajuan ekonomi syariah kepada para praktisi, akademisi, serta regulator agar mampu memiliki kondisi ekonomi yang mandiri, sehingga ekonomi syariah dapat menjadi poros perekonomian dunia.

Peluang dan tantangan ini menjadi momentum tepat bagi Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma dalam upaya menjawab tantangan zaman melalui kemegahan rangkaian acara “Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2018”. GSENT 2018 merupakan perhelatan akbar sebagai bukti kecintaan terhadap perkembangan negara Indonesia yang akan memberikan performa prima melalui tema besar, yakni “Revitalise the Role of Islam in Realizing Indonesia as One of the Largest Economies in the World” kedalam sub-sub tema menarik diantaranya: Industry, Inovation and Infrastructure, Quality Education, Halal Lifestyle, No Poverty, Renewable Energy, Wealth Distribution dan Financial Technology yang mengacu kepada masalah perekonomian yang sedang hangat diperbincangkan. Oleh sebab itu, sudah saatnya Indonesia dapat melihat potensi ekonomi syariah di ranah global.

For Immediate Release

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma Menyelenggarakan

“12th Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT)

Depok, 17-21 April 2018 – Sharia Economic Forum (SEF) adalah Kelompok Studi Ekonomi Islam di Universitas Gunadarma, dengan bangga menyelenggarakan 12th Gunadarma Sharia Ecocnomic Event (GSENT). Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) merupakan event terbesar dan termegah yang diselenggarakan oleh Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma. Menghadirkan pembicara-pembicara professional dan berkompeten dari dalam dan luar negeri, serta dihadiri oleh lebih dari 2200 peserta.

Tahun ini, 12th GSENT bertemakan Revitalise the Role of Islam in Realizing Indonesia as One of the Largest Economies in the World, yang terselenggara atas kerjasama, dan hubungan baik Sharia Economic Forum (SEF) dengan Universitas Gunadarma (UG), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT. Mandom, Kiyora, Badan Amil Zakat Pertamina (BAZMA), CIMA Global Indonesia, Mandiri Amal Insani, Gumindo Bogamanis, PT. Pembangunan Perumahan (PP), Majalah Marketing, Majalah Stabilitas, Tabloid Kontan, Kompas, dan Farfala Syar’i. Didukung oleh lebih dari 7 Organisasi/Asosiasi, disponsori lebih dari 10 perusahaan, dan dipublikasikan lebih dari 17 media partner.

Rangkaian acara 12th GSENT terdiri dari 2 Seminar Internasional, 3 Seminar Nasional, dan Konferensi Mahasiswa (Student Conference), serta Olimpiade Nasional Ekonomi Islam. GSENT 2018 mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangkaian seminar, diantaranya dihadiri oleh perwakilan dari Islamic Economic Forum for Indonesian Development (ISEFID), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI), Dosen dari Perguruan Tinggi, Mahasiswa, dan umum.

Selain Olimpiade Nasional Ekonomi Islam, 12th GSENT juga menggelar Lomba Video Kreatif mengenai Sosialisasi Ekonomi Syariah dan Best Photo Contest dengan menshare foto ke Instragram. Sharia Ecomic Forum menganugerahkan penghargaan kepada sponsor yang telah bekerjasama dalam menyelenggarakan 12th GSENT yakni kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT. Mandom, Kiyora, Badan Amil Zakat Pertamina (BAZMA), CIMA Global Indonesia, Mandiri Amal Insani, Gumindo Bogamanis, PT. Pembangunan Perumahan (PP), Majalah Marketing, Majalah Stabilitas, Tabloid Kontan, Kompas, dan Farfala Syar’i.

17 April 2018

Seminar Nasional ini terselenggara atas kerjasama Sharia Economic Forum dengan lebih dari 40 institusi, baik dari lembaga pemerintahan maupun swasta, yang merupakan salah satu dari rangkaian seminar 12th Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT). Seminar satu hari penuh yang dimulai sejak pukul 09:00 – 16:00 WIB. Untuk sesi pertama yaitu seminar nasional yang memaparkan strategi membentuk dan mengembangkan Generasi Era Milennial menjadi agent of change sehingga dapat berperan dalam kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang bermoral. Serta pentingnya pembekalan sistem pendidikan islami dalam rangka penguatan nilai moral bangsa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Islam.

Sedangkan seminar nasional di sesi siang membahas terkait pemanfaatan potensi sumber daya alam terbarukan tanpa merusak lingkungan demi terciptanya lingkungan hijau yang berkelanjutan.

Topik Seminar Internasional ini meliputi:

Sesi 1 “How to Engage the Millennials Generation Become Agents of Change to Perform the Role for Islamic Economics in Society?”

Sesi 2 “How Contribution of Islamic to Renewable Energy Resources towards Sustainable Development of Green Economy?”

Dengan rincian pemateri sebagai berikut:

Sesi 1 “How to Engage the Millennials Generation Become Agents of Change to Perform the Role for Islamic Economics in Society?”

 Ir. Hendarman, Msc. Ph.D (Keynote Speaker)

Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

 Izzani Ulfi, S.E., Sy., M.Ec (Moderator)

Dosen Universitas Gunadarma

 Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M. A. (Narasumber 1)

Rektor Universitas Darussalam Gontor

 Prof. Dr. H. Veithzal RivaiMBA. (Narasumber 2)

Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)

 

 

 

Sesi 2 “How Contribution of Islamic to Renewable Energy Resources towards Sustainable Development of Green Economy?”

 Dr. Ir. Riskayanto, M.M (Moderator)

Ketua Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma

 Wilman Ramdani, S .Ag, M (Narasumber 1)

Sekjend di Center for Indonesian Resources Strategic Studies

 Drs. Wawan Supriatna, M. Pd (Narasumber 2)

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi

 Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl.Geotherm.Tech., M.Sc. (Narasumber 3)

Ketua Program Magister Eksplorasi Geothermal Universitas Indonesia dan Founder PT NewQuest Geotechnology

 

18 April 2018

Seminar Nasional ini terselenggara atas kerjasama Sharia Economic Forum dengan lebih dari 40 institusi, baik dari lembaga pemerintahan maupun swasta, yang merupakan salah satu dari rangkaian seminar 12th Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT). Seminar satu hari penuh yang dimulai sejak pukul 09:00 – 16:00 WIB. Untuk sesi pertama yaitu seminar internasional yang memaparkan upaya mewujudkan pembangunan berkeadilan dengan pemerataan distribusi yang dapat diimplementasikan secara global guna mendukung petumbuhan perekonomian yang berkelanjutan.

Sedangkan seminar nasional di sesi siang membahas terkait pengoptimalan Indonesia sebagai kiblat industri halal dengan memanfaatkan trend dan potensi bisnis halal serta mengoptimalkan segmen konsumen industri halal yang paling tinggi di dunia.

Topik Seminar Internasional & Nasional ini meliputi:

Sesi 1 “Establishing the Equitable Infrastructure towards Economic Justice and Prosperity”

Sesi 2 “Implementing Halal Industry towards Indonesia as the Global Halal Lifestyle Center”

Dengan rincian pemateri sebagai berikut:

Sesi 1 “Establishing the Equitable Infrastructure towards Economic Justice and Prosperity”

 Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE (Keynote Speaker)

   Minister of Public Works Indonesia (2004-2014)

 Ir. Irina Mildawani, MT.PhD (Moderator)

   Dosen Universitas Gunadarma

 Husni M B, MBA.

   Business Development Manager of EthisCrowd

 Representatif Bappenass.

Sesi 2 “Implementing Halal Industry towards Indonesia as the Global Halal Lifestyle Center”

 Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. (Keynote Speaker)

Gubernur NTB (2008 – 2018)

 Nur Azifah, S.E., MM.

Dosen Universitas Gunadarma

 Riyanto Sofyan, B.S.E.E., M.B.A

Ketua Tim Percepatan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata

 Aisha Maharani

Founder Halal Corner

 

21 April 2018

Seminar Nasional ini terselenggara atas kerjasama Sharia Economic Forum dengan lebih dari 40 institusi, baik dari lembaga pemerintahan maupun swasta, yang merupakan salah satu dari rangkaian seminar 12th Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT). Seminar satu hari penuh yang dimulai sejak pukul 09:00 – 16:00 WIB. Untuk sesi ini yaitu Student Conference yang merupakan kompetisi akbar untuk membentuk kader-kader ekonomi Islam yang kontributif, inovatif, dan inspiratif dalam upaya menuju ekonomi berkeadilan.

Topik Student Conference ini meliputi:

“Realizing Maqashid Al-Shariah to Achieve Economic Justice through Islamic Philanthropy”

Dengan rincian pemateri sebagai berikut:

“Realizing Maqashid Al-Shariah to Achieve Economic Justice through Islamic Philanthropy”

 Dr. Ir. Imam Teguh Saptono (Keynote Speaker)

Presiden Direktur Global Wakaf Corporation (GWC))

Artikel dan Foto dari panitia penyelenggara. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website kami di www.shariaeconomicforum.org

Article Event of Semarak 8 UNJ

Article Event of Semarak 8 UNJ

Urgensi Akuntansi Lingkungan

Dengan tema “Akuntansi Lingkungan, Langkah tersembunyi Hijaukan Negeri”,  Semarak ke delapan kembali hadir dengan mengangkat materi serta isu-isu yang berkaitan dengan akuntansi lingkungan. Acara yang berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2017 ini merupakan rangkaian acara dari Gebyar Akuntansi yang dipersembahkan oleh BEM Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Jakarta dan ditujukan kepada para Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJ dan se-Indonesia khususnya jurusan akuntansi.

Dengan tema yang urgen ini, seminar diisi oleh pembicara yang ahli dibidangnya, materi pertama membahas tentang sustainability reporting yang disampaikan oleh Ibu Ersa Tri Wahyuni S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., CPMA., CPSAK mewakili anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia(DSAK IAI). Beliau menjelaskan bahwa sadar atau tidak sadar perusahaan memberikan dampak pada lingkungan. Maka akuntansi lingkungan merupakan respon perusahaan terhadap lingkungan yang tercermin dalam sustainability report yang biasanya dilaporkan terpisah dari laporan keuangan perusahaan. Namun, Laporan sustainability tidak memiliki PSAK khusus, karena PSAK sekarang ini sudah cukup baik dalam mengakuntansikan biaya-biaya atau cadangan-cadangan yang dimiliki perusahaan ke dalam laporan keuangan. Dengan begitu, dalam membebankan biaya lingkungan, perusahaan dapat menggunakan PSAK 57.

PSAK 57 tentang Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi. Beliau menjelaskan, berdasarkan PSAK 57, Provisi merupakan Liabilitas yang jumlahnya dan waktu yang belum pasti, namun harus tetap diakui. Provisi diakui sebagai liabilitas karena provisi tersebut merupakan kewajiban masa kini dan kemungkinan besar mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomik untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Provisi diakui jika memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif)sebagai akibat peristiwa masa lalu. Sementara liabilitas kontijensi merupakan kewajiban potensial karena belum pasti apakah entitas memiliki kewajiban kini yang akan menimbulkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomik. Liabilitas kontijensi dapat berubah menjadi provisi, oleh karena itu perlu dikaji ulang tingkat kemungkinannya arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomik. Tidak lupa di sela-sela materi yang serius tersebut, bu Ersa juga memberikan sebuah kuis agar peserta lebih memahami konsep dari provisi dan liabilitas kontijensi tersebut dari sebuah kasus.

(Pembicara 2 dan 3 bersama moderator di segmen kedua)

Kemudian sesi selanjutnya diisi oleh pemateri Pak Dr.rer.nat. M. Fani Cahyandito sebagai Konsultan CSR dan Praktisi Akuntansi Lingkungan.Beliau menyatakan bahwa kita sangat menggantungkan eksistensi hidup kita kepada lingkungan, namun banyak juga dampak yg kita berikan. Lalu beliau memaparkan bahwa sejak tahun 2013, tujuan dan visi misi perusahaan bukan lagi untuk mencari profit, tapi lebih kepada keseimbanganlingkungan dan sosial. Paradigma yang menganjurkan green accounting, bahwa fokus akuntansi tidak hanya transaksi lingkungan, tetapi juga transaksi-transaksi dan peristiwa lingkungan. Beliau juga memperkenalkan Badan yang mempelajari akuntansi hijau yang disebut EMAN (The Environmental Management Accounting Network). Selain itu, di tahun 2019 nanti, lembaga jasa keuangan mewajibkan emiten dan perusahaan publik membuat laporan keberlanjutan. Dengan begitu yang di laporkan tidak lain adalah melaporkan akuntansi lingkungan.

Masih dalam sesi yang sama juga diisi dengan pemateri ke tiga yaitu kak Fadly Alwahdy, SE seorang praktisi Akuntansi Lingkungan dari salah satu BUMN ternama yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN, beliau juga merupakan founder Komunitas @Jagoakuntasi Indonesia(KJAI). Dalam pemaparannya beliau langsung memfokuskan pada PKBL. Dijelaskan bahwa laporan keuangan perusahan berbeda dengan laporan keuangan CSRnya(Corporate Social Responsibility) atau PKBL. PKBL sudah diatur dalam Peraturan Menteri Bumn Nomor 2 tahun 2017, yg merevisi peraturan sebelumnya Nomor 9 tahun 2015 dan Nomor 3 tahun2016. Program Kemitraan adalah dimana perusahaan memberikan bantuan modal kepada usaha kecil agar lebih tangguh dan mandiri. Sedangkan Bina Lingkungan lebih kepada pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan. Berbeda dengan sebelumnya, beliau menyebutkan bahwa sekarang SAK ETAP digunakan sebagai acuan pelaporan CSR. Maka, dengan begitu perlu memperlakukan pengorbanan sumber daya ekonomis yang belum jelas manfaat ekonomiknya di masa yang akan datang sebagai beban periodik. Saat ini, di BUMN untuk PKBL di alokasikan maksimal 4% dari laba bersih setelah pajak.

(Fadly Alwahdy, SE sebagai pemateri ketiga)

Beliau pun juga mengkritisi akan fokus utama akuntansi saat ini hanya pada item – item yang dapat dikontrol oleh perusahaan. Sedangkan pengorbanan untuk tanggung jawab sosial lingkungan tidak bisa dikontrol. Tidak ketinggalan, beliau memaparkan juga UU No 40 tahun 2007 pasal 74, bahwa tidak hanya PT yang bergerak di bidang usaha mengelola sumber daya alam saja yang wajib membuat laporan CSR. Lalu diperjelas pada pasal 66 sebelumnya disebutkan bahwa semua usaha harus melakukan laporan tahunan CSR dalam laporan tahunan direksi kepada RUPS. Dan saat ini BUMN wajib melaksanakan PKBL-nya.

Atas pemaparan materi dari ketiga pembicara tersebut, dilihat dari segmen pertama hingga akhir, peserta yang datang cukup antusias dalam memberikan respon atas seminar ini. Hal ini terlihat dari antusias menjawab kuis dari pembicara satu sampai keingintahuan peserta dalam bertanya akan akuntansi lingkungan tersebut.  Dan acara ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada para penanya, lalu diakhiri dengan do’a penutup.

 

Review oleh : Puspita Jasmine dan Risa Shamara

Foto oleh : Humas BEM Prodi Akuntansi UNJ

 

 

 

 

 

PRESS RELEASE SEMINAR AKUNTANSI (SEMARAK)

PRESS RELEASE SEMINAR AKUNTANSI (SEMARAK)

PRESS RELEASE

SEMINAR AKUNTANSI (SEMARAK)

DEPARTEMEN EDUKASI

BEM PRODI AKUNTANSI FE UNJ 2017

 

Pada hari Rabu, 11 Oktober 2017 telah dilaksanakan Seminar Akuntansi dengan tema “Akuntansi Lingkungan, Langkah Tersembunyi Hijaukan Negeri” di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 9. Registrasi dibuka pukul 12.30 WIB. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yaitu Justin Sukirya dan Yeni Amelia pada pukul 13.20 WIB. Dilanjutkan dengan tilawah oleh Viandra Kurniawan dan saritilawah oleh Irlinda Tanama pada pukul 13.22 WIB. Lalu pada pukul 13.25 WIB sambutan dari Fauzi Akbar sebagai ketua Gebyar Akuntansi 8th dan sambutan dari Ahmad Maulana Farizi sebagai ketua BEM Prodi Akuntansi. Kemudian sambutan dosen yang disampaikan oleh Ibu Dr. I Gusti Ketut Agung Ulupui, S.E., M.Si., Ak., CA sebagai Koordinator Prodi S1 Akuntansi.

Pada pukul 13.36 WIB pembacaan CV moderator pertama yaitu Ibu Marsellisa Nindito, S.E., M. Sc., Ak., CA oleh MC. Lalu pada pukul 13.43 WIB perkenalan pembicara pertama yaitu Ibu Ersa Tri Wahyuni, Ph. D dan dilanjutkan dengan penyampaian materi. Pada pukul 14.23 WIB dibuka sesi tanya jawab lalu kesimpulan oleh moderator. Pada pukul 14.39 WIB pemberian bingkisan kepada pembicara dan sesi foto bersama pembicara dan beberapa perwakilan dosen, dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada peserta yang bertanya saat sesi tanya jawab.

Pada pukul 14.45 WIB dilakukan pembacaan CV moderator kedua yaitu Bapak Unggul Purwohedi, M. Akt., Ph. D oleh MC. Pada pukul 14.50 WIB dilanjutkan pembacaan CV pembicara kedua yaitu Bapak Dr. rer. nat. M. Fany Cahyandito dan Fadly Alwahdy, S.E. dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu talkshow dan pada pukul 15.28 WIB dibuka sesi tanya jawab, lalu penyampaian kesimpulan oleh moderator. Pada pukul 16.10 WIB dilakukan pemberian bingkisan serta sesi foto bersama. Lalu pada pukul 16.17 WIB pembagian doorprize kepada peserta yang bertanya pada sesi tanya jawab. Lalu pada pukul 16.20 WIB pembacaan doa penutup oleh Suryo Adiwibiwo dan acara di akhiri dengan penutupan oleh MC.

 

 

 

 

Kabar Munas V

Kabar Munas V

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia kembali menggelar acara akbar Musyawarah Nasional (Munas) yang ke-5. Acara yang mengusung tema “Upgrade Professional Accounting Ability to Support Sustainable Development Goals in 2030” dilaksanakan di Hotel Sahid, Bandar Lampung. Munas tahun ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena merupakan pertama kalinya dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Acara yang dilaksanakan dari tanggal 7-10 September 2017 dihadiri oleh para mahasiswa dan para akuntan muda baik dari internal KJAI maupun peserta umum dari berbagai daerah, diantaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Para peserta sangat antusias untuk mengikuti Munas 5 KJAI tahun ini. Terlihat oleh banyaknya peserta yang turut hadir dalam mengikuti acara tahunan yang telah dipersiapkan oleh jajaran panitia dari Chapter Lampung. Acara diawali dengan Welcoming Party dengan sambutan yang dilakukan oleh Robert Trisnayandi selaku Ketua Pelaksana, Dewi Yulyana Hendryani selaku Koordinator Chapter, dan Ni Putu Maitri Nara Suari selaku Ketua Umum KJAI periode 2016/2017. Welcoming Party merupakan acara pembukaan Munas yang selalu menjadi agenda rutin dalam Munas setiap tahunnya. Acara ini dibuka dengan ditandai pemukulan gong yang dilakukan oleh Ketua Umum KJAI Periode 2016/2017. Selain itu, pemukulan gong merupakan sebagai simbolis bahwa Munas 5 KJAI resmi dibuka.

Acara dilanjutkan dengan seminar tentang SAK EMKM. Ibu Ersa Tri Wahyuni, SE., M.Acc., PhD., CA., CPA., CPSAK selaku Anggota DSAK IAI dan juga sebagai pemateri seminar tentang SAK EMKM menjelaskan tentang perbandingan antara SAK ETAP dan SAK EMKM. Beliau juga menjelaskan bahwa SAK EMKM dikeluarkan pada tanggal 26 Oktober 2014 dan akan diberlakukan pada tangaal 1 Januari 2018. Kriteria dari pengguna SAK EMKM itu sendiri harus memenuhi kriteria UMKM sesuai dengan UU No. 20/2008 tentang UMKM. Kriteria UMKM sesuai UU No. 20/2008 yaitu;

  1. Bukan anak perusahaan/cabang perusahaan yang dimiliki/dikuasai/menjadi bagian, secara langsung atau tidak langusng (pasal 1).
  2. Rentang kuantitatif tertentu: kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) atau hasil penjualana tahunan (pasal 6).
  3. Tidak memiliki atau menguasai UMKM mitra usahanya (pasal 35).

Pada acara tersebut, para peserta sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan dan mereka tidak membuang kesempatan untuk bertanya dan mengupas tuntas tentang SAK EMKM. Selain itu, bagi penanya terbaikpun mendapatkan hadiah berupa buku SAK EMKM yang telah disiapkan oleh Ibu Ersa.

Setelah acara Seminar SAK EMKM selesai, Para peserta diberikan waktu untuk beristirahat dan berkumpul kembali pada pukul 19.00 di Aula Hotel Sahid untuk mengikuti acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan oleh panitia regenerasi guna melakukan pengkaderan untuk pengurus periode 2017/2018. Pada acara ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan kemudian  diberikan beberapa kasus dan tema yang berbeda pada setiap kelompoknya, lalu masing-masing kelompok diberi waktu untuk berdiskusi dengan kelompok masing-masing.  Pada acara ini semua peserta di FGD diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing.  Jadi, setiap kelompok harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar semua anggota dapat mengutarakan pendapatnya. Acara FGD pun berlangsung dari pukul 19.00 s.d 22.00. Setelah acara FGD selesai, para peserta memasukin kamar masing-masing yang sudah disediakan oleh pantia dan beristirahat karena keesokan harinya masih ada agenda lain dalam Munas 5 KJAI.

Pada hari kedua, acara diawali dengan Seminar Akuntansi Desa oleh Bapak Dr. Nurdiono, SE., MM., Akt., CPA., CSRS selaku Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Lampung dan juga sekaligus sebagai pemateri dalam Seminar Akuntansi Desa. Pemateri menjelaskan bahwa desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut nama lain adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penjelasan terkait desa juga berlanjut hingga road map pengalokasian dana desa yang saat ini mencapai Rp 1 Miliar tiap desa di tahun 2017. Pemateri mengajak mahasiswa(i) dan akuntan muda untuk mengawasi penggunaan dana desa, bahkan terjun langsung ke masing-masing desa untuk membantu pembangunan desa.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan talkshow profesi tentang “Peran Akuntan Pendidik dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030” dengan pembicara yaitu Prof. Dr. Lindrianasari selaku dosen Universitas Lampung yang telah banyak membagikan tips dan juga trik untuk dapat terus melakukan penelitian. Beliau berkata “Jangan pesimis menjadi seorang akuntan, jika kalian merasa tersesat, maka kalian tersesat dijalan yang benar.” Kalimat tersebut mampu menjadi motivasi bagi para peserta.  Selain Ibu Lindrianasari, talkshow  “Peran Profesi Akuntan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030” di isi oleh Ibu Elly Zarni Husin (Direktur Eksekutif IAI) dan Bapak Denny Poerhardianto (Head of ICAEW Indonesia) yang mampu memberikan suntikan semangat bagi para akuntan muda dan calon akuntan sehingga kecintaan terhadap profesi akuntan dapat tumbuh. Peserta memberikan respon yang sangat positif dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Di sela-sela sesi tanya jawab, Ibu Elly mengeluarkan pernyataan menarik yakni “Akuntan telah menyelamatkan lebih banyak nyawa dibanding dokter”. Talkshow yang dilaksanakan semakin asik dengan dimoderatori oleh Akmal Adrianza yang merupakan Wakil Ketua Bidang Akademik KJAI periode 2016/2017

 

 

 

Selepas acara sharing profesi, acara dilanjutkan dengan ujian beasiswa CA. Acara ini tentu menjadi suatu kehormatan bagi KJAI karena dipercaya oleh IAI dan ICAEW untuk bekerjasama mengadakan ujian beasiswa CA. Ujian ini diikuti oleh peserta yang sudah lebih dulu mendaftarkan diri dengan mengisi formulir yang telah disiapkan oleh panitia MUNAS. Sebagian peserta MUNAS V mengikuti ujian beasiswa CA dengan tertib dan semuanya memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

Pada malam hari acara diisi oleh Alvin Adrian, Furi Windari, dan   Aprilia Shinta, mahasiswa MBA Finance di University of Maryland USA yang disampaikannya melalui voice call. Acara ini dipandu oleh Maitri Nara Suari, Ketua Umum KJAI periode 2016/2017, untuk melakukan sharing tentang pendidikan dan juga pekerjaan dari masing-masing pembicara. Alvin Adrian merupakan mahasiswa dengan segudang prestasi dan juga Furi Windari, gadis muda yang telah menyelesaikan pendidikan S2 nya dan merupakan auditor sekaligus dosen di Sumatera Utara.

Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Grand Design, pemilihan Ketua Umum KJAI, Wisuda Angkatan 3, dan Pelantikan Pengurus Periode 2017/2018. Pada hari ke tiga, sudah tidak ada lagi acara Seminar dan Sharing terkait dunia akuntansi seperti hari-hari sebelumnya, melainkan acara ini diisi dan diikuti khusus internal KJAI itu sendiri. Acara Grand Design dipimpin oleh Kak Fadly Alwahdy selaku Founder KJAI. Kak Fadly juga menjelaskan bagaimana sejarah KJAI bisa berdiri hingga saat ini. KJAI lahir dari sebuah akun twitter yang bernama @JagoAkuntansi pada tanggal 26 Desember 2012. Dari situlah asal-muasal sejarah KJAI berdiri. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan hingga KJAI kini telah menjadi komunitas akuntan muda terbesar di Indonesia. Jika dilihat dari jumlah KJAI, dari total angkatan satu yang berjumlah 30 mahasiswa dan praktisi muda, hingga kini telah merekrut lebih dari 1000 anggota yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Prestasi yang sangat baik karena dalam lima tahun terakhir.

Setelah memaparkan bagaimana sejarah KJAI bisa berdiri, Kak Fadly menjelaskan tentang struktur organisasi dalam KJAI. Pada awal berdiri KJAI hingga akhir kepengurusan periode 2016/2017, KJAI dipimpin oleh seorang Direktur dan tiga Wakil Direktur.  Banyak perubahan-perubahan istilah yang diberikan untuk kepengurusan KJAI periode 2017/2018, mengingat bahwa kini KJAI telah memiliki badan hukum yang cukup kuat, yakni Yayasan Pendidikan Jago Akuntansi Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sebutan Direktur dan Wakil Direktur diganti dengan sebutan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum.

Setelah pemaparan Grand Design selesai, pemilihan Ketua Umum pun dilaksanakan. Dua belas bakal calon Ketua Umum telah mengikuti beberapa tahapan seleksi yang sudah dilakukan oleh Panitia Pemilihan Ketua Umum KJAI. Dari dua belas calon Ketua Umum tersebut, dikerucutkan menjadi lima Calon Ketua Umum KJAI, diantaranya Malinda Sembiring, Anis Yuliana, Astuti Nerlisa, Akmal Adrianza dan A. Mud. Fadhil Wiguna. Kemudian, dari lima bakal calon tersebut dikerucutkan kembali menjadi tiga. Masing-masing dari mereka adalah A. Mud. Fadhil Wiguna sebagai calon nomor urut satu, Astuti Nerlisa sebagai calon nomor urut dua, dan Akmal Adrianza sebagai calon nomor urut tiga. Kemudian, mereka menyampaikan visi dan misi serta program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Setelah pemaparan visi dan misi serta program kerja, para kandidat calon Ketua Umum KJAI mendapatkan banyak pertanyaan baik dari Ketua Umum KJAI periode 2016/2017, Dewan Alumni, Dewan Pembina, serta para peserta yang merupakan anggota dan pengurus KJAI yang hadir di MUNAS V. Ketiganya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, sangat berat dalam menentukan pilihan. Setelah dirasa cukup, sesi tanya jawab pemilihan pun dilakukan oleh peserta yang berada di dalam ruangan. Tahapan awal pemilihan dilakukan dengan menganalisis kelemahan dan kelebihan dari masing-masing calon. Berikutnya, dilakukan musyawarah mufakat untuk menentukan Ketua Umum periode 2017/2018. Namun, karena tidak menemukan kata mufakat sehingga voting terbuka menjadi babak akhir dalam pemilihan Ketua Umum dan terpilihlah A.Muh.Fadhil Wiguna sebagai Ketua Umum Periode 2017/2018.

Setelah pemilihan Ketua Umum dilakukan, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda angkatan 3 serta pelantikan Ketua Umum dan Pengurus KJAI Periode 2017/2018.  Wisuda diikuti oleh 8 orang yang hadir dan berasal dari angkatan 3, diantaranya Faradina A. Pratiwi, Akmal Adrianza, A.Muh.Fadhil Wiguna, Khairurrijal Ibrahim, Malinda Sembiring, Astuti Nerlisa Tambunan, Hatma Wigati, dan Anis Yuliana. Para wisudawan dan wisudawati yang telah purna jabatan menjadi bagian dari Dewan Alumni KJAI. Setelah wisuda angkatan 3, dilakukan pelantikan Ketua Umum terpilih yaitu A.Muh.Fadhil Wiguna. Sementara Ketua Umum KJAI Periode 2016/2017 yaitu Kak Maitri Nara Suari diangkat menjadi Dewan Pembina KJAI.

Selanjutnya, Ketua Umum KJAI terpilih mengumumkan 3 (tiga) nama yang menjadi Wakil Ketua Umum di periode 2017/2018. Terpilihlah tiga nama yang menjadi Wakil Ketua yakni Alvin Andrian (Wakil Ketua Bidang Akademik), Han Fajri Kautsar (Wakil Ketua Bidang Operasional), dan Uki Budi Wijaya (Wakil Ketua Bidang Sumber Daya dan Strategik). Ketua Umum juga mengumumkan nama jajaran pengurus baik Korchap (Koordinator Chapter), Kepala Biro, Kepala Program Studi, Kepala Seksi hingga Staff yang kemudian dilantik dengan pengucapan janji pengurus sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menjalankan tugas selama setahun kedepan.

Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan Batik’s Night yang diawali dengan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS). RAKERNAS merupakan tahapan awal bagi para pengurus untuk memulai kepengurusan dengan merancang kegiatan maupun program kerja selama satu tahun kedepan.  Program kerja disampaikan oleh masing-masing Direktorat, baik Direktorat Utama, Direktorat Akademik, Direktorat Sumber Daya Strategik, dan Direktorat Operasional. Setelah RAKERNAS selesai, acara selanjutnya yaitu penampilan dari masing-masing Chapter. Masing-masing Chapter menampilkan sesuai dengan persiapan yang dilakukan diantaranya bernyanyi, menari, dan berpantun. Acara malam hari ini mampu menarik semua peserta untuk dapat bersenang-senang bersama guna menumbuhkan rasa kebersamaan para anggota.

Hari keempat merupakan hari terakhir acara MUNAS 5 KJAI yang diakhiri dengan kegiatan outbond. Outbond dilakukan dengan tujuan untuk menyatukan dan menjalin keakraban para peserta sebelum kembali ke daerah masing-masing. Setelah itu, foto bersama pun dilakukan guna mengambil momen langka yang hanya terjadi satu tahun sekali. Sebelum Acara ditutup para peserta berkumpul di Aula Hotel Sahid untuk menentukan tuan rumah MUNAS tahun depan yang dipimpin oleh Ketua Umum KJAI terpilih Periode 2017/2018, yaitu kak Fadhil Wiguna. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, tuan rumah Musyawaran Nasional ke VI ditetapkan di Kota Palembang.

Sekian kabar dari Musyawarah Naisonal KJAI yang ke V, menarik bukan? Buat sobat KJAI yang belum mengikuti Munas, jangan khawatir karena tahun depan akan dilaksanakan kembali. Sampai jumpa di Sumatera Selatan ya sob!

 

Learning, Sharing, and Inspiring.

Skip to toolbar