Intellectual Capital

Intellectual Capital

Selamat malam Sobat Gogo dimanapun kalian berada. Tak terasa kita sudah di penghujung tahun nih. Sebelum tahun berganti, seperti biasa kamis malam kamu akan di temani kultweet bermanfaat dari Prodi Akuntansi Keuangan. Are you ready..?

Jika sebelumnya kita membahas tentang Integrated Reporting (IR), malam ini Gogo akan membahas salah satu pilar dari IR, yaitu Intellectual Capital.

Pasti sobat gogo penasaran kan ingin tahu seperti apa Intellectual Capital itu? Nah, untuk menjawab rasa penasaran dari sobat gogo mengenai Intellectual Capital, yuk simak kultweet malam ini!

Menurut Stahle et al. (2011), Intellectual Capital (IC) adalah kajian penelitian baru yang mendapat perhatian cukup besar  dari para ahli di berbagai disiplin seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada pengetahuan (knowledge-based economy).

Bontis et al. (2000), menyatakan bahwa secara umum, para peneliti mengidentifikasi 3 konstruk utama dari IC, yaitu

  • Human Capital (HC)
  • Structural  Capital (SC)
  • Customer Capital (CC)

Menurut Bontis et al. (2000),

  • HC : merupakan kombinasi dari genetic inheritance, education, experience, and attitude tentang kehidupan dan bisnis yang merepresentasikan individual knowledge stock dari karyawan di suatu organisasi.
  • SC : meliputi seluruh non-human storehouses of knowledge dalam organisasi. Contohnya adalah database, organisational charts, process manual, strategies, routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya.
  • CC : pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customer relationship dimana suatu organisasi mengembangkannya melalui jalannya bisnis

Di Indonesia, Intellectual Capital mulai berkembang setelah munculnya PSAK No.19 (revisi 2000) tentang aktiva tidak berwujud. Di dalam PSAK No.19 dijelaskan bahwa aktiva tidak berwujud adalah aktiva non-moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif. Kendati tidak dinyatakan secara eksplisit namun dapat disimpulkan bahwa Intellectual Capital telah mendapat perhatian yang semakin dominan dan menjadi topik bahasan utama dalam pemikirian baru terkait dengan perkembangan tentang pemahaman akan capital itu sendiri, terutama bila dikaitkan dengan aktiva tidak berwujud.

Meskipun telah ditetapkan dalam PSAK No. 19, namun pada kenyataannya pengungkapan intellactual capital di Indonesia masih rendah. Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya intellectual capital dalam menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan dan shareholder value.

Ketika intellectual capital ditingkatkan pengenalan dan pemanfaatannya secara optimal, maka akan membantu meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap kelangsungan hidup perusahaan yang dapat mempengaruhi return saham perusahaan. Sehingga dengan meningkatnya return saham, investor akan menunjukkan apresiasi yang lebih dengan berinvestasi pada perusahaan tersebut. Dengan adanya pertambahan investasi tersebut, juga akan berdampak pada naiknya nilai perusahaan.

Sekian kultweet kali ini dari Keluarga Akkeu ya Sob. Sampai jumpa tahun depan di topik2 menarik Akkeu selanjutnya!

Keep Learning, Sharing, and Inspiring! ūüėÄ

Sumber                        :

  1. Ulum, Ihyaul, Imam Ghozali & Anis Chariri. 2008. ‚ÄúIntellectual capital dan kinerja keuangan perusahaan; sebuah analisis dengan pendekatan partial least squares‚ÄĚ. Call for paper Simposium Nasional Akuntansi XI. Ikatan Akuntan Indonesia. Pontianak.

http://riaupos.co/4854-opini-intellectual-capital-solusi-atasi-perlambatan-ekonomi-global.html#.XAOQ-OJoRdg

Image: td.org

MUNAS VI

MUNAS VI

Komunitas¬†@JagoAkuntansi Indonesia kembali menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yg ke-6. Dengan tema “Transforming Young Accountants Generation to Enhance Our Nation Comparativeness‚ÄĚ. Tuan Rumah MUNAS kali ini adalah Chapter Sumatera Selatan, tepat nya di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 27 sampai 30 september 2018 ini, dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi Akuntansi serta Akuntan Muda, baik dari Anggota KJAI sendiri maupun Peserta Umum dari berbagai Daerah, yaitu Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Banten, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Jabodetabek.

Sebagai agenda rutin, acara ini diawali dengan Welcoming Party yang disambut oleh Nur Cahyani Aulia selaku Korchap Sumatera Selatan dan Renoley selaku Ketua Pelaksana MUNAS VI. Welcoming Party ini berupa makan malam liwetan dan perkenalan antara peserta dengan panitia MUNAS.

Dihari kedua MUNAS, dilanjutkan dengan beberapa seminar yang diadakan di Aula Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Sebelum dimulainya acara inti, terdapat Tarian Tanggai yang disajikan untuk menyambut tamu dan membuka acara MUNAS di hari itu. Setelah penyambutan tamu, acara pertama adalah Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Pemberlakuan Automatic Exchange of Information Setelah Berakhirnya Era Kerahasiaan Bank sebagai Upaya Pemulihan Penerimaan Pajak” oleh Pak Sabil, S.E sebagai Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan. Acara dilanjutkan dengan perkenalan Komunitas¬†@JagoAkuntansi¬†Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina KJAI ditemani oleh Angkatan 4 dalam pemaparan struktural dan kegiatan KJAI.

Acara ketiga adalah Keynote Speech dengan tema “Revolusi Industri 4.0” oleh Ibu Prof. Dr. Lindawati Gani, Anggota DPN IAI dan Technical Advisor of IAESB. Selanjutnya acara Talkshow Nasional Profesi Akuntan dengan tema “Peran Akuntan Profesional dalam Revolusi Industri 4.0” oleh Pak Denny Poerhadianto, Head of ICAEW Indonesia.

Sore hari, selain ada Ujian Seleksi Beasiswa CA. Ada juga Essay Competition tingkat Nasional dengan tema “Kebijakan PP 23 Tahun 2018 tentang Tarif Pajak Final UMKM sebagai Pengganti PP 46 Tahun 2013” diikuti oleh 5 finalis dari Universitas yang berbeda dan telah lolos tahap seleksi sebelumnya. Nasional Essay Competition ini mengundang Pak Agil Novriansa, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Ibu Umi Kalsum, S.E., M.Si., Ak., CA. yang merupakan dosen Universitas Sriwijaya untuk turut andil menjadi juri. Ketua Dewan Pembina KJAI, Fadly Alwahdy, S.E., CPA, juga ikut menjadi juri pada Lomba Essay ini.

Ada yang berbeda dari MUNAS sebelumnya, yakni adanya Sleekr, software akuntansi, yang telah bekerjasama dengan KJAI dan menjadi salah satu pihak yang medukung dan membantu suskesanya MUNAS VI kali ini. Salah satu perwakilan dari Sleekr ikut memaparkan dan memperkenalkan mengenai software akuntansi tersebut.

Setelah serangkaian acara Seminar dan Lomba Essay selesai, peserta MUNAS kembali ke Wisma Atlet, Jakabaring dan dilanjutkan dengan wawancara oleh panitia Regenerasi dalam pengkaderan pengurus periode 2018/2019. Wawancara ini sedikit berbeda dengan MUNAS sebelumnya. Di MUNAS sebelumnya telah diadakan FGD (Forum Group Discussion) dengan diberikan kasus dan tema yang berbeda, namun wawancara kali ini dilakukan setiap individu langsung oleh Panitia Regenerasi.

Pemaparan Grand Design Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina dan Founder KJAI mengawali acara Munas di hari ke Tiga. Mulai dari berdirinya KJAI, Visi-Misi, Struktur dan tupoksi KJAI. Kak Fadly menjelaskan bahwa adanya KJAI berawal dari sebuah akun twitter yang bernama @jagoakuntansi yang dibuat pada tanggal 26 Desember 2012. Tidak mudah dan butuh proses yang panjang untuk menjadi Komunitas Akuntan Muda terbesar di Indonesia. Yang awal nya hanya berjumlah 30 Mahasiswa dan Praktisi Muda, saat ini KJAI sudah merekrut lebih dari 1000 Anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setelah acara Grand Design, dilanjutkan ada pemaparan dari Koordinator Chapter dan perwakilan Chapter tentang program-program menarik yang dilakukan masing-masing Chapter.
.
Acara selanjutnya, pemilihan ketua umum pun dilaksanakan. Sembilan orang dari angkatan 4 yang telah mengikuti seleksi, Panitia Pemilihan Ketua Umum KJAI memilih lima Bakal Calon (Balon) Ketua Umum KJAI dan dikerucutkan lagi menjadi tiga Calon Ketua Umum (Caketum) KJAI yaitu Eman, Alvin Adrian, dan Uki Budi Wijaya yang akan memaparkan Visi-Misi serta Program Kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Setelah para kandidat Caketum tampil, dimulailah sesi pertanyaan untuk mengetahui lebih dalam profil, kepribadian, dan program kerja masing-masing kandidat. Setelah dirasa cukup, ketiga Caketum meninggalkan ruangan dan dimulailah musyawarah menentukan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Namun, musyawarah tidak menemukan kata mufakat, sehingga dilakukanlah voting terbuka menjadi keputusan akhir dalam pemilihan tersebut, dan terpilihlah Uki Budi Wijaya sebagai Ketua Umum KJAI 2018/2019.

Setelah pemilihan selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi Wisuda Angkatan 4 dan Pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Prosesi wisuda diikuti oleh 9 orang Angkatan 4, yaitu Alvin Adrian, Dedi Ardianto, Dewi Yulyana Hendryani, Eman, Fatma Nur Soffitri, Radityo Dimas Wicaksono, Triyudho Septiandi Saputro, Uki Budi Wijaya, dan Umi Choirunnisa.

Wisudawan dan wisudawati telah purna jabatan resmi menjadi Dewan Alumni KJAI. Selain itu, pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019 terpilih serta diangkatnya Ketua Umum KJAI sebelumnya Andi Muh. Fadhil Wiguna sebagai Anggota Dewan Pembina KJAI.
.
Dilanjutkan closing party diisi oleh penampilan Chapter dan penampilan dari beberapa bintang tamu. Serta pengumuman dan sumpah jabatan Wakil Ketua Umum (Waka) periode 2018/2019 dipimpin oleh Uki Budi Wijaya. Tiga nama Waka terpilih adalah Donny M sebagai Waka Akademik, Puspita Jasmine sebagai Waka Operasional, dan Azzam Muslim Azaly sebagai Waka Sumber Daya Strategik.

Pada kesempatan ini juga dipergunakan untuk mengumumkan hasil dari National Essay Competition. Untuk Juara Pertama dimenangkan oleh Universitas Lampung, diikuti oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Juara Kedua, dan Universitas Negeri Makassar sebagai Juara Ketiga. Penghargaan juga diberikan kepada Universitas Lampung sebagai The Best Essay and The Best Video, dan Universitas Sam Ratulangi sebagai The Best Presentation.

Agenda hari keempat MUNAS adalah city tour kota Palembang dengan tujuan Pulau Kemaro. Peserta MUNAS berangkat dari Wisma Atlit menuju dermaga menggunakan LRT (Light Rapid Transit). Sebelum menaiki LRT, peserta melakukan foto bersama. Sesampainya di dermaga, peserta menaiki “ketek”, angkutan laut khas Palembang, untuk menuju ke Pulau Kemaro. Pulau Kemaro merupakan salah satu destinasi di Palembang dimana Pulau ini tidak akan banjir walaupun diterpa hujan yang sangat lebat, hal inilah mengapa pulai ini disebut Pulau Kemaro.

Kegiatan di Pulau Kemaro berlanjut dengan diumumkannya Koordinator Chapter 2018/2019 serta diumumkan Ketua Dewan Alumni yakni Eman Bara Mahesa dan Sekretaris Dewan Alumni yakni Umi Chairunnisa. Agenda hari keempat ini dilanjutkan dengan mengunjungi pusat oleh-oleh dan tak lupa makan pempek, makanan khas Palembang.

Setelah semua agenda terpenuhi, peserta kembali ke Wisma Atlit dan penutupan acara MUNAS dilaksanakan di Lobi Wisma Atlit. Sampai jumpa di MUNAS selanjutnya, Sob!

Asersi Manajemen

Asersi Manajemen

Oleh: Khairurrijal Ibrahim/Yunika Dewi/Nila Munana

Asersi adalah pernyataan manajemen tentang pengelompokan transaksi dan akun terkait serta pengungkapannya di dalam laporan keuangan, baik secara eksplisit ataupun implisit. PSA 07 mengelompokkan asersi menjadi tiga kategori: (1) Asersi mengenai pengelompokan transaksi dan peristiwa dalam periode audit; (2) Asersi mengenai Saldo Akun di akhir periode; (3) Asersi mengenai penyajian dan pengungkapan.

Masing-masing asersi ini punya indikator yang akan digunakan dalam proses audit nantinya.¬†Pertama, asersi tentang klasifikasi transaksi dan peristiwa dalam proses audit, dalam asersi ini, kita akan mengetahui¬†apakah transaksi telah dicatat dengan semestinya. Tentunya dengan melihat indikatornya, yaitu, keterjadian, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, dan pisah batas. (more…)

Accounts Receivable

Accounts Receivable

Oleh: Presdinasfri Davisti/Nila Munana/Yunika Dewi/Khairurrijal Ibrahim/Hestuti

Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan accounts receivable (piutang)¬†menurut terjadinya dalam dua kategori, piutang usaha dan piutang lain-lain.¬†Piutang usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit atau¬†cicil.¬†Piutang lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha normal perusahaan.¬†Piutang usaha¬†dan piutang lain-lain diharapkan bisa ditagih dalam waktu satu tahun sehingga bisa diklasifikasikan sebagai piutang lancar.¬†Akun-akun apa saha yang digolongkan sebagai piutang?¬†Ada piutang usaha, wesel tagih, piutang pegawai, piutang bunga, uang muka, uang jaminan, piutang lain-lain, dan¬†allowance for bad debts.¬† (more…)

Obligasi Syariah (Sukuk)

Obligasi Syariah (Sukuk)

Oleh: M. Reza Ar Rizky/Hatma Wiganti/Siti Masfiroh/Reza Trisna/Achlinta Dewinta

Sukuk adalah salah satu jenis sekuritas syariah pada investasi pasar modal syariah. Sukuk merupakan bentuk pendanaan sekaligus investasi yang inovatif dalam sistem ekonomi Islam. Sukuk pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 2002 oleh PT. Indosat Tbk. senilai Rp175 miliar. Tak ketinggalan, pemerintah pun mengeluarkan UU Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) pada Mei 2008.

Dalam PSAK 110, sukuk merupakan efek syariah berupa sertifikat/bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili: (more…)