Indonesia dan Era Industri 4.0 at Glance

Indonesia dan Era Industri 4.0 at Glance

Halo apa kabar sobat Gogo ? Gogo harap sobat semua sehat selalu ya. Setelah sebulan lamanya kita tidak bertemu melalui media sosial, hari ini Gogo akan menjelaskan kultweet tentang peran akuntan Indonesia di tengah berkembangnya era industri 4.0. Hmm seperti apa ya ? Yuk sama- sama kita cari tahu.

Istilah industri 4.0 pertama kali di perkenalkan di Jerman beberapa tahun yang lalu. Istilah ini mengacu kepada penggunaan internet untuk memberikan solusi terhadap sektor manufaktur agar dapat bekerja lebih efisien. Singkatnya industri 4.0 merupakan era dimana seluruh pekerjaan terhubung melalui sambungan koneksi internet. Pernyataan ini didukung oleh laporan yang disampaikan oleh KPMG pada tahun 2016 yang mengatakan masa depan industri ada pada sambungan internet yang dapat mengintegrasikan seluruh informasi.

Era industri 4.0 juga berdampak kepada Indonesia. Perkembangan industri di Indonesia direspon dengan pembenahan akan penguasaan terhadap informasi dan teknologi. Disisi lain gencarnya pembangunan infrastruktur guna membantu meningkatkan akses di setiap daerah dianggap mampu menurunkan cost. Hal ini juga diperkuat dengan data yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF)’s Global Competitiveness Report 2017 yang mengatakan Indonesia berada di urutan 36 dari 100 negara. Tahun 2017 juga pertumbuhan start-up di Indonesia berada di urutan ke 4 sebanyak 1.705 start-up.

Paparan diatas menggambarkan kesiapan Indonesia dalam era Industri 4.0. Dengan maraknya pertumbuhan start-up serta perkembangan industri maka selain menumbuhkan daya saing, diperlukan juga struktur keuangan yang kuat untuk dapat going concern.

 

Lalu bagaimana peran akuntan dalam industri 4.0? Apakah akuntan dapat survive dalam era ini ?

Memasukki modernisasi industri diyakini akan berdampak kepada berbagai faktor pendukung. Setiap faktor tersebut dapat men-support perkembangan industri di Indonesia. Salah satu faktor pendukung adalah dari sisi keuangan. Meningkatnya jumlah start up di masing- masing sektor menjadi modal bagus bagi Indonesia untuk menyambut era industri baru. Artinya akan muncul investor potensial untuk menanamkan modal di Indonesia. Investor membutuhkan laporan keuangan yang informatif demi membuat keputusan. Peran akuntan sangat dibutuhkan demi menyiapkan laporan keuangan tersebut. Dibutuhkan kemampuan teknis, pengetahuan akan business process untuk dapat menyiapkan laporan keuangan tersebut.

Disisi perusahaan, kehadiran akuntan penting dalam membantu perkembangan perusahaan sob. Jika kita melihat berita akhir- akhir ini start up unicorn di Indonesia contohnya Go-Jek yang melakukan ekspansi ke Vietnam, atau Grab yang mengakuisi beberapa start up layaknya Kudo, atau perusahaan kompetitor semacam UBER. Artinya terjadi ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut dalam melebarkan bisnisnya. Peran akuntan disini penting bagi perusahaan dalam membuat analisis terkait profitabilitas dan Return on Investment (ROI) bagi perusahaan. Selain itu analisa mengenai pricing serta cost control dianggap krusial bagi perusahaan terutama di era internet of things.

Meningkatnya internet ditandai dengan ingeritas data serta koneksi terkait database perusahaan menjadi semakin penting. Peningkatan konektivitis juga berdampak kepada perubahan model bisnis dan business process. Namun, disisi lain, adanya potensi terhadap risiko seperti misalnya ransomware. Akuntan perlu dapat memahami enterprise riskmanagement process terutama dalam menilai risiko yang muncul bagi perusahaan. Selain itu, akuntan perlu membantu perusahaan dalam meningkatkan value yang perusahaan tawarkan dengan era internet sehingga menjadi modal dalam berkompetisi.

Kemudian sob apa saja yang perlu dilakukan oleh akuntan untuk survive ya sob ?

Kehadiran industri 4.0 turut serta membawa internet of things (IoT), big data yang akan berdampak kepada akuntan baik secara langsung dan tidak langsung. Akuntan perlu mempelajari cara manajemen big data. Akuntan harus bisa memahami bahasa IT dan konsep IoT dalam membangun struktur keuangan, akuntansi dan sistem pelaporan keuangan. Hal ini dapat membantu akuntan dalam memberikan advice kepada perusahaan/ client.

Kemampuan menganalisis dan advice sangat dibutuhkan oleh seorang akuntan sob. Artinya, sobat calon akuntan tidak hanya dibutuhkan kemampuan teknis akuntansi, tapi juga perlu mempelajari kemampuan memberikan advice. Sobat perlu memahami business process setiap industri. Hal ini penting, apalagi dengan hadirnya otomatisasi dan artificial intelligence yang dapat mengubah industri dengan cepat.

Era industri 4.0 akan berfokus kepada kecepatan dan ketepatan. Diperlukan data keuangan yang informatif, proses yang efektif dan efisien dalam membantu membuat keputusan. Maka dapat kita katakan akuntan memiliki potensi untuk berkembang dalam era industri 4.0 ini. Komunitas Jago Akuntansi juga mendukung dalam mengawal era industri 4.0 melalui kultweet-kultweet yang informatif terkait akuntansi. Jadi jangan lewatkan kultweet kami melalui media sosial sobat ya. See ya.

 

 

 

 

 

 

MUNAS VI

MUNAS VI

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia kembali menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yg ke-6. Dengan tema “Transforming Young Accountants Generation to Enhance Our Nation Comparativeness”. Tuan Rumah MUNAS kali ini adalah Chapter Sumatera Selatan, tepat nya di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 27 sampai 30 september 2018 ini, dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi Akuntansi serta Akuntan Muda, baik dari Anggota KJAI sendiri maupun Peserta Umum dari berbagai Daerah, yaitu Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Banten, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Jabodetabek.

Sebagai agenda rutin, acara ini diawali dengan Welcoming Party yang disambut oleh Nur Cahyani Aulia selaku Korchap Sumatera Selatan dan Renoley selaku Ketua Pelaksana MUNAS VI. Welcoming Party ini berupa makan malam liwetan dan perkenalan antara peserta dengan panitia MUNAS.

Dihari kedua MUNAS, dilanjutkan dengan beberapa seminar yang diadakan di Aula Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Sebelum dimulainya acara inti, terdapat Tarian Tanggai yang disajikan untuk menyambut tamu dan membuka acara MUNAS di hari itu. Setelah penyambutan tamu, acara pertama adalah Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Pemberlakuan Automatic Exchange of Information Setelah Berakhirnya Era Kerahasiaan Bank sebagai Upaya Pemulihan Penerimaan Pajak” oleh Pak Sabil, S.E sebagai Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan. Acara dilanjutkan dengan perkenalan Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina KJAI ditemani oleh Angkatan 4 dalam pemaparan struktural dan kegiatan KJAI.

Acara ketiga adalah Keynote Speech dengan tema “Revolusi Industri 4.0” oleh Ibu Prof. Dr. Lindawati Gani, Anggota DPN IAI dan Technical Advisor of IAESB. Selanjutnya acara Talkshow Nasional Profesi Akuntan dengan tema “Peran Akuntan Profesional dalam Revolusi Industri 4.0” oleh Pak Denny Poerhadianto, Head of ICAEW Indonesia.

Sore hari, selain ada Ujian Seleksi Beasiswa CA. Ada juga Essay Competition tingkat Nasional dengan tema “Kebijakan PP 23 Tahun 2018 tentang Tarif Pajak Final UMKM sebagai Pengganti PP 46 Tahun 2013” diikuti oleh 5 finalis dari Universitas yang berbeda dan telah lolos tahap seleksi sebelumnya. Nasional Essay Competition ini mengundang Pak Agil Novriansa, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Ibu Umi Kalsum, S.E., M.Si., Ak., CA. yang merupakan dosen Universitas Sriwijaya untuk turut andil menjadi juri. Ketua Dewan Pembina KJAI, Fadly Alwahdy, S.E., CPA, juga ikut menjadi juri pada Lomba Essay ini.

Ada yang berbeda dari MUNAS sebelumnya, yakni adanya Sleekr, software akuntansi, yang telah bekerjasama dengan KJAI dan menjadi salah satu pihak yang medukung dan membantu suskesanya MUNAS VI kali ini. Salah satu perwakilan dari Sleekr ikut memaparkan dan memperkenalkan mengenai software akuntansi tersebut.

Setelah serangkaian acara Seminar dan Lomba Essay selesai, peserta MUNAS kembali ke Wisma Atlet, Jakabaring dan dilanjutkan dengan wawancara oleh panitia Regenerasi dalam pengkaderan pengurus periode 2018/2019. Wawancara ini sedikit berbeda dengan MUNAS sebelumnya. Di MUNAS sebelumnya telah diadakan FGD (Forum Group Discussion) dengan diberikan kasus dan tema yang berbeda, namun wawancara kali ini dilakukan setiap individu langsung oleh Panitia Regenerasi.

Pemaparan Grand Design Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia oleh Fadly Alwahdy, S.E., CPA. selaku Ketua Dewan Pembina dan Founder KJAI mengawali acara Munas di hari ke Tiga. Mulai dari berdirinya KJAI, Visi-Misi, Struktur dan tupoksi KJAI. Kak Fadly menjelaskan bahwa adanya KJAI berawal dari sebuah akun twitter yang bernama @jagoakuntansi yang dibuat pada tanggal 26 Desember 2012. Tidak mudah dan butuh proses yang panjang untuk menjadi Komunitas Akuntan Muda terbesar di Indonesia. Yang awal nya hanya berjumlah 30 Mahasiswa dan Praktisi Muda, saat ini KJAI sudah merekrut lebih dari 1000 Anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setelah acara Grand Design, dilanjutkan ada pemaparan dari Koordinator Chapter dan perwakilan Chapter tentang program-program menarik yang dilakukan masing-masing Chapter.
.
Acara selanjutnya, pemilihan ketua umum pun dilaksanakan. Sembilan orang dari angkatan 4 yang telah mengikuti seleksi, Panitia Pemilihan Ketua Umum KJAI memilih lima Bakal Calon (Balon) Ketua Umum KJAI dan dikerucutkan lagi menjadi tiga Calon Ketua Umum (Caketum) KJAI yaitu Eman, Alvin Adrian, dan Uki Budi Wijaya yang akan memaparkan Visi-Misi serta Program Kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Setelah para kandidat Caketum tampil, dimulailah sesi pertanyaan untuk mengetahui lebih dalam profil, kepribadian, dan program kerja masing-masing kandidat. Setelah dirasa cukup, ketiga Caketum meninggalkan ruangan dan dimulailah musyawarah menentukan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Namun, musyawarah tidak menemukan kata mufakat, sehingga dilakukanlah voting terbuka menjadi keputusan akhir dalam pemilihan tersebut, dan terpilihlah Uki Budi Wijaya sebagai Ketua Umum KJAI 2018/2019.

Setelah pemilihan selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi Wisuda Angkatan 4 dan Pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019. Prosesi wisuda diikuti oleh 9 orang Angkatan 4, yaitu Alvin Adrian, Dedi Ardianto, Dewi Yulyana Hendryani, Eman, Fatma Nur Soffitri, Radityo Dimas Wicaksono, Triyudho Septiandi Saputro, Uki Budi Wijaya, dan Umi Choirunnisa.

Wisudawan dan wisudawati telah purna jabatan resmi menjadi Dewan Alumni KJAI. Selain itu, pelantikan Ketua Umum KJAI 2018/2019 terpilih serta diangkatnya Ketua Umum KJAI sebelumnya Andi Muh. Fadhil Wiguna sebagai Anggota Dewan Pembina KJAI.
.
Dilanjutkan closing party diisi oleh penampilan Chapter dan penampilan dari beberapa bintang tamu. Serta pengumuman dan sumpah jabatan Wakil Ketua Umum (Waka) periode 2018/2019 dipimpin oleh Uki Budi Wijaya. Tiga nama Waka terpilih adalah Donny M sebagai Waka Akademik, Puspita Jasmine sebagai Waka Operasional, dan Azzam Muslim Azaly sebagai Waka Sumber Daya Strategik.

Pada kesempatan ini juga dipergunakan untuk mengumumkan hasil dari National Essay Competition. Untuk Juara Pertama dimenangkan oleh Universitas Lampung, diikuti oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Juara Kedua, dan Universitas Negeri Makassar sebagai Juara Ketiga. Penghargaan juga diberikan kepada Universitas Lampung sebagai The Best Essay and The Best Video, dan Universitas Sam Ratulangi sebagai The Best Presentation.

Agenda hari keempat MUNAS adalah city tour kota Palembang dengan tujuan Pulau Kemaro. Peserta MUNAS berangkat dari Wisma Atlit menuju dermaga menggunakan LRT (Light Rapid Transit). Sebelum menaiki LRT, peserta melakukan foto bersama. Sesampainya di dermaga, peserta menaiki “ketek”, angkutan laut khas Palembang, untuk menuju ke Pulau Kemaro. Pulau Kemaro merupakan salah satu destinasi di Palembang dimana Pulau ini tidak akan banjir walaupun diterpa hujan yang sangat lebat, hal inilah mengapa pulai ini disebut Pulau Kemaro.

Kegiatan di Pulau Kemaro berlanjut dengan diumumkannya Koordinator Chapter 2018/2019 serta diumumkan Ketua Dewan Alumni yakni Eman Bara Mahesa dan Sekretaris Dewan Alumni yakni Umi Chairunnisa. Agenda hari keempat ini dilanjutkan dengan mengunjungi pusat oleh-oleh dan tak lupa makan pempek, makanan khas Palembang.

Setelah semua agenda terpenuhi, peserta kembali ke Wisma Atlit dan penutupan acara MUNAS dilaksanakan di Lobi Wisma Atlit. Sampai jumpa di MUNAS selanjutnya, Sob!