Integrated Reporting: Sebuah Pendekatan Baru dalam Pelaporan Nilai Perusahaan

Integrated Reporting: Sebuah Pendekatan Baru dalam Pelaporan Nilai Perusahaan

Saat ini perekonomian menghadapi paradigma baru yakni paradigma nilai atau value. Kebangkrutan Lehman Brothers pada September 2008 yang menjadi salah satu pemicu krisis ekonomi global menunjukkan bahwa laporan keuangan saja tidak bisa memberikan informasi yang cukup untuk menilai kinerja perusahaan. Investor dan stakeholder lain membutuhkan adanya laporan yang bisa menyajikan gambaran keseluruhan bagimana sebuah organisasi menghasilkan value dan bagaimana kondisi organisasi dalam jangka pendek hingga jangka panjang. Nilai yang dimaksud di sini bukan hanya nilai berupa nominal angka, namun juga potensi – potensi perusahaan yang sulit diukur dengan angka. Perusahaan mencoba menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan melalui strategi yang berkelanjutan (sustainable strategy). Sustainable strategy ini walaupun bisa meningkatkan nilai perusahaan disisi lain kerapkali menimbulkan trade-off dalam bisnis model perusahaan. Misalnya saja perusahaan ingin menurunkan ketergantungannya terhadap sumber daya alam maka harus mengorbankan sumber daya keuangannya untuk investasi RnD demi menciptakan sumber bahan baku artifisial yang tidak bergantung dan merusak alam. Perusahaan – perusahaan yang mengorbankan indikator finansial untuk menciptakan nilai lebih bagi lingkungan tentu akan dipandang lebih bernilai dimata masyarakat dibandingkan dengan perusahaan perusak lingkungan. Sistem pelaporan yang ada saat ini tidak dapat merefleksikan nilai – nilai seperti ini. Pelaporan yang saat ini dilakukan oleh perusahaan dinilai gagal untuk beradaptasi pada ketidakpastian dan pengungkapan aset intangible yang dimiliki oleh perusahaan. Laporan keuangan perusahaan yang ada saat ini dianggap tidak lagi menyajikan gambaran menyeluruh dari suatu perusahaan. Laporan keuangan tidak menyajikan informasi lain yang juga mendasari informasi keuangan seperti informasi sosial, lingkungan, tatakelola, risiko dan prospek, serta keberlanjutan bisnis perusahaan. Untuk itu diperlukan sebuah laporan yang bisa lebih menggambarkan nilai intangible perusahaan dan dampak sustainable strategy yang diterapkan oleh perusahaan terhadap masyarakat dan juga deskripsi bagaimana dampak dari strategi – strategi perusahaan ini terhadap long-term shareholder value. Kebutuhan untuk menciptakan suatu cara baru untuk mengukur dan mengomunikasikan penciptaan nilai (value creation) juga didukung oleh survei yang dilakukan oleh PwC pada tahun 2013 terhadap 1300 global CEO, yang menyatakan bahwa 74% CEO percaya bahwa mengukur dan melaporkan dampak dari hal – hal non finansial akan berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang perusahaan.

tDiagram di samping ini menunjukkan hirarki penciptaan nilai perusahaan. Pada lingkaran pertama, perusahaan hanya menciptakan nilai untuk perusahaan itu sendiri dan shareholder yang diwujudkan melalui pembagian dividen atau keuntungan dari kenaikan harga saham. Penciptaan nilai pada lingkaran pertama inilah yang saat ini konsisten dilakukan oleh perusahaan dan diukur dalam financial capital yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Pada lingkaran kedua, nilai yang diciptakan oleh perusahaan berkembang menjadi shared value yang menguntungkan pemangku kepentingan yang berhubungan langsung dengan perusahaan seperti halnya pegawai, konsumen, supplier, dsb. Pada lingkaran ketiga, perusahaan berkembang lagi pada penciptaan nilai untuk masyarakat secara keseluruhan meskipun masyarakat tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan tujuan bisnis perusahaan. Segala hal yang berhubungan dengan dampak kepada masyarakat ini disebut juga sebagai eksternalitas, yang mana eksternalitas ini bisa positif ataupun negatif. Value creation pada level kedua dan ketiga inilah yang belum tercerminkan dalam pelaporan yang ada saat ini.

Pada tahun 2011 IIRC didukung oleh Global Reporting Initiatives (GRI) mengembangkan model pelaporan baru yang dinamakan Integrated Reporting (biasa disimbolkan dengan <IR>) sebagai sebuah solusi dalam rangka menjawab kebutuhan penemuan cara baru dalam mengukur dan mengomunikasikan penciptaan nilai perusahaan.

“Integrated Reporting demonstrates the linkages between an organization’s strategy, governance and financial performance and the social, environmental and economic context within which it operates. By reinforcing these connections, Integrated Reporting can help business to take more sustainable decisions and enable investors and other stakeholders to understand how an organization is really performing.” (theIIRC.org)

IIRC mendefinisikan integrated reporting <IR> sebagai  suatu proses komunikasi informasi suatu organisasi yang tercermin dalam “integrated report” kepada para stakeholder tentang penciptaan nilai dari waktu ke waktu.  Integrated report sendiri didefinisikan sebagai suatu komunikasi yang ringkas  dan terintegrasi  tentang bagaimana  strategi, tatakelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi menghasilkan penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Integrated report memberikan suatu pendekatan pelaporan yang lebih luas dibandingkan dengan pelaporan tradisional yang ada saat ini.

Integrated report harus menjelaskan penciptaan nilai yang unik dari perusahaan, dan menjelaskan bagaimana perusahaan menciptakan nilai dan untuk siapa, pengukuran nilai perusahaan, serta nilai yang diciptakan pada setiap level perusahaan dan bagaimana hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja di masa depan.

Pada Desember 2013 dikeluarkanlah The International Integrated Reporting Council’s (IIRC) Framework yang memberikan kerangka awal bagi perusahaan dalam mendorong pemikiran dan pelaporan terintegrasi dalam cara yang terintegrasi. <IR> menggabungkan sejumlah laporan yang terdiri dari keuangan, catatan manajemen, tatakelola dan remunerasi, serta laporan berkelanjutan ke dalam satu paket pelaporan untuk menjelaskan kemampuan suatu organisasi dalam menciptakan nilai dan  mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. <IR> menyajikan secara bersama informasi material tentang strategi, tatakelola dan remunerasi, kinerja, risiko dan prospek suatu organisasi yang mencerminkan konteks komersial, sosial dan lingkungan dimana organisasi itu beroperasi.

r

Integrated Reporting bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas informasi bagi penyedia modal keuangan (financial capital) dalam rangka memudahkan alokasi modal yang efektif dan efisien, (2) memajukan sebuah pendekatan yang lebih padu dan efisien dalam laporan perusahaan yang mengomunikasikan secara keseluruhan faktor – faktor yang berpengaruh secara material terhadap kemampuan perusahaan menciptakan nilai antar waktu, (3) meningkatkan akuntabilitas dan stewardship akan enam jenis modal (sumber daya) yang dimiliki oleh perusahaan yakni sumber daya keuangan (financial), produk yang dihasilkan (manufactured), intelektual (intellectual), manusia (human), sosial dan hubungan (social and relationship), dan alam (natural) serta meningkatkan pemahaman keterkaitan antar sumber daya tersebut, serta (4) mendukung integrated thinking, pengambilan keputusan, dan tindakan yang fokus pada penciptaan nilai dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Terdapat tujuh prinsip yang menjadi panduan mendasar (guiding principles) dalam <IR>, ketujuh prinsip tersebut yakni (1) Strategic focus and future orientation yang berarti integrated report harus bisa memberikan wawasan terkait strategi perusahaan, bagaimana strategi tersebut berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, penggunaan serta dampak dari penerapan strategi tersebut terhadap sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. (2) Connectivity of information, dimana integrated report harus bisa menunjukkan gambaran secara keseluruhan dari kombinasi, keterkaitan, dan ketergantungan antar faktor yang mempengaruhi penciptaan nilai perusahaan. (3) Stakeholder relationships, integrated report harus bisa memberikan wawasan yang berkaitan dengan sifat dan kualitas hubungan perusahan dengan key stakeholders, termasuk bagaimana dan sejauh mana perusahaan memahami, mempertimbangkan, dan merespon kebutuhan kepentingan pemangku kepentingan yang sah. (4) Materiality, integrated report harus bisa men-disclose informasi mengenai hal – hal yang secara substantif mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai jangka pendek, menengah, dan panjang. (5) Conciseness yang berati integrated report harus disajikan secara ringkas dengan menyajikan konteks yang cukup untuk membantu memahami strategi, tata kelola, kinerja, dan prospek perusahaan tanpa dibebani dengan informasi yang kurang relevan. (6) Reliability and completeness, berarti integrated report harus menyajikan laporan yang lengkap atau mencantumkan segala hal yang material serta andal atau bebas dari salah saji material. (7) Consistency and comparability yang berarti bahwa informasi dalam integrated report harus disajikan dalam basis yang konsisten antar waktu serta disajikan dalam cara yang memudahkan perbandingan dengan perusahaan lain sampai pada tingkat bahwa perbandingan tersebut material dalam penciptaan nilai perusahaan antar waktu.

Integrated report minimal harus berisi delapan elemen (content elements) berikut, (1) Organizational overview and operating context yang menjelaskan visi, misi, apa yang dilakukan oleh perusahaan dan dalam lingkungan seperti apa perusahaan beroperasi. (2) Governance atau tata kelola yang menjelaskan bagaimana struktur tata kelola perusahaan, dan bagaimana struktur ini mendukung penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. (3) Business model yang menggambarkan bagaimana sistem perusahaan dalam mengubah input menjadi output dan outcome melalui kegiatan bisnis dengna tujuan untuk memenuhi tujuan strategis perusahaan dan penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. (4) Risk and opportunities dimana perusahaan menyajikan faktor kunci dari risiko dan peluang yang dihadapi oleh perusahaan, bagaimana faktor kunci ini akan mempengaruhi penciptaan nilai perusahaan, dan bagaimana perusahaan menanggulangi hal tersebut, termasuk di dalamnya ketersediaan, kualitas, dan keterjangkauan sumber daya yang relevan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. (5) Strategy and resource allocation yang berisi tujuan strategis perusahaan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, bagaimana strategi perusahan dalam mencapai tujuan tersebut, rencana alokasi sumber daya dalam rangka implementasi strategi, serta bagaimana perusahaan akan mengukur pencapaian dan target outcome dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. (6) Performance menjelaskan bagaimana pencapaian tujuan strategis perusahaan yang bisa berisi baik informasi kuantitatif maupun kualitatif serta apa saja key outcomes yang berpengaruh terhadap sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. (7) Outlook berisi apa saja tantangan dan ketidakpastian yang bisa saja dihadapi oleh perusahaan dalam rangka menjalankan strategi serta dampak potensial tantangan dan ketidakpastian tersebut terhadap model bisnis serta kinerja dan outcome di masa yang akan datang. (8) Basis of Presentation berisi bagaimana perusahaan menentukan hal – hal yang material untuk ditampilkan dalam integrated report, termasuk bagaimana perusahaan meng-kuantifikasikan dan mengevaluasi hal – hal tersebut.

Saat ini di beberapa negara, regulasi bagi perusahaan publik sudah mengarah kepada pemberlakukan integrated reporting. Negara yang mulai mensyaratkan pelaporan non finansial bagi perusahaan publik diantaranya adalah Amerika, UK, Jerman, Brazil, Afrika Selatan, India, Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, dan New Zaeland. The Financial Reporting Council (FRC) di UK telah mempublikasikan Guidance on the Strategic Report yang merupakan merupakan program untuk meningkatkan pelaporan yang jelas dan ringkas dan merupakan program yang konsisten dengan <IR>. The European Parliament di Jerman telah memberlakukan arahan yang meminta 6.000 European entities untuk melaporkan informasi yang berkaitan dengan lingkungan, sosial, karyawan, hak asasi manusia, serta korupsi dan suap. Pada Japan’s Revitalization Strategy yang dipublikasikan pada Juni 2014, perdana menteri Jepang menuliskan bahwa <IR> akan menjadi agenda pelaporan perusahaan di masa yang akan datang. Singapura melalui The Singapore Accountancy Commission (SAC) yang telah menghasilkan integrated report-nya sendiri pada tahun 2014 sedang mengatur rute pengadopsian <IR>. Di indonesia sendiri, belum terdapat kebijakan dan aturan mandatory yang mengharuskan perusahaan publik untuk melaporkan laporan non-finansial namun beberapa perusahaan telah bergerak ke arah pelaporan yang terintegrasi demi meningkatkan kualitas dari pelaporan nilai perusahaan.

Integrated reporting menjadi suatu tantangan tersendiri bagi akuntan karena nanti, klien-nya tidak hanya membutuhkan laporan keuangan namun juga laporan non-keuangan yang lebih kompleks. Dimana laporan yang berhubungan dengan sumber daya non keuangan seperti lingkungan dan manusia bukan merupakan expertise dari akuntan. Untuk itu, dalam menjawab tantangan ini kita sebagai akuntan muda dan calon akuntan harus memperluas wawasan terkait dengan hal – hal non keuangan dimulai sejak dini. Agar jika nantinya pelaporan <IR> sudah menjadi mandatory requirement kita dapat berpartisipasi secara aktif dalam menjawab kebutuhan pasar.

Referensi:

Ernst and Young. 2014. Integrated Reporting – Elevating Value.  http://www.ey.com. (diakses pada 25 Oktober 2015).

Martani, Dwi. Pelaporan Berkelanjutan dan Pelaporan Terintegrasi. http://staff.blog.ui.ac.id/martani/. (diakses pada 2 November 2015).

PricewaterhouseCoopers. 2013. Point of View Integrated Reporting – Going beyond the financial results. http://www.pwc.com.

SAB&T. Integrated Reporting – A guide. http://www.nexiasabt.co.za/. (diakses pada 25 Oktober 2015).

The International Integrated Reporting Council (IIRC). 2013. The International <IR> Framework. http://www.theiirc.org. (diakses pada 2 November 2015).

Wahyuni, Ersa Tri. 2015. Tuntutan Pelaporan Keuangan Semakin Kompleks : Tantangan Masa Depan Akuntan. http://etw-accountant.com/. (diakses pada 5 November 2015).

http://theiirc.org

 

 

 

Sumatera Accounting Competition 2016

IMG_2773Sumatera Accounting Competition (SAC), merupakan sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Riau dimana acara ini merupakan acara akademis yang mempertandingkan cabang ilmu pelajaran Ekonomi umumnya dan Akuntansi khususnya. Peserta Sumatera Accounting Competition adalah siswa/i Sekolah Mengengah Atas (SMA) sederajat se-wilayah Sumatera yang diutus oleh pihak sekolah yang dalam hal ini adalah Kepala Sekolah. Dan menariknya, acara ini membebaskan pihak sekolah mengirim siswa/i-nya dari jurusan apapun yang ada disekolah mereka. Tidak hanya siswa/i SMA, acara ini juga dapat diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum.
Di setiap tahunnya, Sumatera Accounting Competition mengusung tema dan konsep acara yang berbeda dan selalu mengalami perubahan sehingga menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Dalam pelaksanaannya yang ke-8 pada tahun 2016 mendatang, Sumatera Accounting Competition mengangkat tema “Membentuk Sumber Daya Manusia yang Kreatif dan Kompeten di Bidang Akuntansi serta Mempunyai Jiwa Wirausaha Dalam Menghadapi Persaingan Global.”
Acara yang telah mendapatkan Penghargaan Program Kerja Terbaik se-lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas sebanyak 2 kali berturut-turut ini memiliki tujuan-tujuan cemerlang. Adapun tujuan diselenggarakannya Sumatera Accounting Competition adalah untuk menguji kemampuan Akuntansi dan Ekonomi siswa/i SMA/sederajat, menambah ilmu pengetahuan di bidang Ekonomi, mengembangkan kreatifitas dan kerjasama siswa/i dalam belajar dan berkarya, mengembangkan jiwa entrepreneur siswa/i, mahasiswa, masyarakat umum dalam mewujudkan ekonomi kreatif, serta menambah pengetahuan peserta tentang objek wisata yang ada di Pekanbaru. Dalam pelaksanaannya, SAC juga didukung oleh banyak perusahaan-perusahaan ternama di Pekanbaru maupun di Indonesia.
Sumatera Accounting Competition mempunyai deretan acara yang menarik dan sangat edukatif yang dapat diikuti peserta. Adapun acara dan perlombaan yang diadakan pada SAC 2016 mendatang ialah Seminar, Olimpiade Akuntansi, Entrepreneur Muda, Mading, Entrepreneur Competition, Ranking 1, Akuntansi Pintar, dan UR Amazing Race. Khusus UR Amazing Race, lomba ini merupakan hiburan bagi peserta yang tidak lolos ke babak final dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Fakultas Ekonomi khususnya dan Universitas Riau pada umumnya dan juga aktivitas perkuliahan, serta untuk menjalin keakraban dan silahturahmi sesama peserta yang mengikuti kompetisi ini.
Jadi, tunggu apalagi? Segera daftarkan tim sekolah kamu and be the next CHAMPION

More Info:
@ak_ur (Twitter)
@ak_feur (Instagram)

Visit :http://himaakfeur.blogspot.co.id/

Selamat Datang di Serang, Peserta Munas III KJAI…

Selamat Datang di Serang, Peserta Munas III KJAI…

Munas IIIPagi ini kota Serang nampak cerah, seperti menyambut kedatangan para akuntan muda dan mahasiswa akuntansi dari seluruh Indonesia. Ya, pagi ini rencananya Musyawarah Nasional Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (MUNAS KJAI) ke-3 akan dibuka.

“Insya Allah MUNAS pagi ini akan resmi dibuka oleh Direktur KJAI…” jelas Nuraeni, Koordinator KJAI Chapter Banten sekaligus Steering Committee acara akbar ini.

Tampak pagi ini peserta MUNAS III KJAI sudah memulai aktivitas dengan melakukan senam pagi bersama di lapangan Wisma PKPRI Serang yang menjadi pusat lokasi acara ini. “Akuntan muda itu harus rajin olah raga biar badan sehat walau sering lembur he he he…” seloroh Ikhlas Ul Aqmal, peserta dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Tak hanya Ikhlas dari ujung Timur Indonesia, ada banyak peserta yang telah hadir di lokasi MUNAS III KJAI. “Saya sangat terharu dengan perjuangan Sobat KJAI yang luar biasa… Jauh-jauh dari Padang, Pekan Baru, Bandar Lampung, Cilegon, Serang, Rangkasbitung, Tangerang, Jakarta, Depok, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Selayar, Makassar hingga Manado… Semua meluangkan waktu untuk hadir disini… Pertama ketemu mereka saya bawaannya mau meluk satu-satu… Bangga!” ungkap Fadly Alwahdy, Direktur KJAI, penuh haru.

Banyak kisah perjuangan mereka hingga bisa sampai di kota Serang untuk ikut MUNAS III KJAI ini. Ada yang datang dengan bus, kereta api, kapal laut hingga pesawat terbang. Mau tau lebih lanjut? Simak liputan berita selanjutnya ya Sob… Ditunggu di Serang pagi ini…!!! #FlyMeToMunas3

Ratusan Akuntan Muda Serbu Kota Serang Akhir Pekan Ini!

Ratusan Akuntan Muda Serbu Kota Serang Akhir Pekan Ini!

Munas3[1]Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) kembali akan menggelar hajatan besarnya, yakni Musyawarah Nasional (MUNAS) untuk yang ketiga kalinya. Dengan mengusung tema ‘Get the Spesial Moment with Togetherness to Achieve a Productive Community’, acara ini akan dihadiri para Akuntan Muda dan Mahasiswa Akuntansi dari berbagai kota di penjuru Indonesia.

Fadly Alwahdy, Direktur KJAI, dalam jumpa persnya saat Gladi Resik hari Minggu, 13 September 2015 lalu mengatakan MUNAS III KJAI akan resmi dibuka pada hari Jum’at, 18 September 2015 bertempat di Wisma Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia Serang, Banten. “Insya Allah acara MUNAS KJAI yang ketiga akan berlangsung akhir pekan ini di Serang, Banten.” ujar alumni Universitas Airlangga yang saat ini berkarir sebagai Akuntan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Seperti kita ketahui, MUNAS KJAI merupakan acara tahunan yang diadakan komunitas akuntan muda dan mahasiswa akuntansi terbesar di Indonesia ini. Sebelumnya MUNAS I diadakan di Jakarta tanggal 16-17 Agustus 2013 kemudian MUNAS II diadakan di Bandung tanggal 5-7 September 2014 dan MUNAS III akan diadakan di Serang tanggal 17-20 September 2015.

Nuraeni, Koordinator KJAI Chapter Banten yang juga selaku Steering Committee MUNAS III KJAI, mengatakan acara ini akan menjadi momen bersejarah karena salah satu agenda utamanya adalah menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). “Sebagai putri asli Banten, saya bangga karena kota Serang akan dikenang sebagai kota ditetapkannya AD/ART komunitas kita tercinta.” ungkap freshgraduate Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini dengan senyum bahagia.

Selain membahas AD/ART, agenda MUNAS III KJAI juga akan membahas perangkat organisasi lainnya seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan menjadi pedoman teknis dalam menjalankan roda organisasi. “Ada beberapa SOP yang akan ditetapkan di MUNAS III KJAI ini, misalnya Kesekretariatan, SOP Keuangan dan Pelaporan serta masih banyak yang lainnya. Kurang lebih ada 8 SOP. Draft-nya sudah ada, tinggal kita tetapkan bersama dalam sidang.” sambung Ade Yulianti Hasibuan, alumni Universitas Negeri Jakarta yang sekarang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wakil Direktur Bidang Operasional KJAI ini.

Agenda MUNAS III KJAI ini juga akan menghadirkan pembicara hebat yang akan memberikan materi spektakuler berjudul ‘IT Governance What Should Accountant Know?!’. Pembicara tersebut adalah Bapak Armanto Witjaksono, SE., MM., Ak., CA., QIA. seorang Akademisi dari Universitas Bina Nusantara yang juga Internal Auditor Bank of Tokyo Mitsubishi. Belum banyak akuntan muda yang memahami bidang IT Governance ini.

MUNAS III KJAI tentu juga akan menjadi ajang mempererat persahabatan antar pengurusnya, selain mata acara seputar perangkat organisasi dan keilmuan, juga banyak sesi khusus yang dijamin bakal berkesan buat siapa saja yang mengikutinya. Wanda Nur Abdullah, Ketua Pelaksana MUNAS III KJAI mengatakan panitia sudah menyiapkan semaksimal mungkin buat agenda tahunan ini. “Mohon doanya dari Sobat Gogo semua, semoga MUNAS III KJAI berjalan lancar.” tutup Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini penuh harap.

Semoga MUNAS III KJAI berjalan sukses dan memberikan manfaat untuk kemajuan bersama! Sampai jumpa di Serang ya Sob…. #FlyMeToMunas3 #SukseskanMunas3 #AyoSerangMunas3

Padjadjaran Accounting Week 2015

Poster PAW 2015 2

Padjadjaran Accounting Week is an annual event that is held by Universitas Padjadjaran Accounting Students Associations. This year is our second International Conference, with the theme of “Accounting for Society” and proudly brought up Accounting as an Infrastructure of Economic Development as the topic. Padjadjaran Accounting Week  2015 will be held at Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia, on 9-12th of November. We will bring practitioners, researchers and educators together from Indonesia and across the world to fill out the excitement for the series of event that has been arranged by our team. Padjadjaran Accounting Week provides a forum for the delegates to develop collaborations through the exchange of information and ideas, create solutions about accounting issues, which are related with the society, as it stated in our theme and topic. The sessions will be formed around topics of interest to the members of the network.

48rjYVzoTE83iMtN7LPxaw7My9qkzmmQHuNoK2h0n2o copy

U3echSeEFmOZomQPWdW83hocoCww4TP6lrg7O87oRHU copy

Besides the conference itself, there will be another event presented by Padjadjaran Accounting week, the event gives not only fun but also knowledge. Delegates will be invited to acknowledging more about culture in Indonesia, especially in Bandung. Gala Dinner and Fun Trip will be held too, as a compelent of our event.

hUTKWLGxf4yShaHtSKlrBYHZfHrl8EIAqs8tk5IUPv0 copy

YZdumfcTrP_xcYe049GeDFg_Lvu8Mccm_znTc1DvlPw copy

Our committee would do relentless work in order to present you an international conference that will give you a lot of experiences. Kindly let us have your response so we can prepare further arrangements and do not hesitate to contact us if you have questions about this event. On behalf of the entire committee of PAW 2015, we look forward to see you at the Padjadjaran Accounting Week 2015 International Conference in Bandung, Indonesia this coming November.

UNPPQEC77HF5rD7Vh0vLoCcBINf3eW2G3uaeJoe22zw copy

HU7BcpNK2xZjm36J9K7mOucke89Pi3bBgCqFjgYtP08 copy

So, what are you waiting for? Register your team and join the full excitement experience in Bandung! For more information please visit hte official site pawconference.himakunpad.org