Hallo!
Hai! Selamat malam Sob, bagaimana Jum’at malam kalian? Pastinya harus semangat
ya sob, gaboleh sedih2 ah sob. Daripada sedih, mending kita belajar yukyuk. Di
malam yang bahagia ini, Gogo kembali hadir dengan membawakan materi yang ringan
nan bermanfaat, dan kali ini Gogo akan diskusi bareng sama anak Akmen nih sob.
Jadi, malam ini Gogo akan bahas tentang “Cost Behaviour”. Yaps, dari judulnya
aja pasti sobat Gogo sudah punya bayangan nih tentang pembahasan malam ini,
Hihi. Jadi, malam ini kita akan membahas tentang apa sih Cost Behaviour itu?.
Nah
daripada penasaran, langsung aja yuk kita bahas tentang “Cost Behaviour”
Yuk Simak!!
Definisi
Cost Behaviour
Sebelum kita bahas tentang Cost
Behaviour, sobat Gogo harus tau dulu nih mengenai apa sih yang dimaksud dengan
Cost Behaviour? Terus apa saja sih yang ada di dalam Cost Behaviour itu? Nah,
jadi gini sob, Cost Behaviour atau perilaku biaya itu adalah istilah umum untuk mendeskripsikan apakah biaya berubah
seiring dengan perubahan keluaran. Biaya-biaya bereaksi pada perubahan keluaran
dengan berbagai cara yang diklasifikasikan menjadi 3 aktivitas biaya yaitu Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya
Variabel (Variable Cost), dan Biaya Campuran (Mixed Cost). Jadi
intinya sob, Cost Behaviour ini menjelaskan bagaimana bahwa berubah
ketika jumlah output berubah.
Klasifikasi
Cost Behaviour
Selanjutnya sob, Gogo akan
membahas tentang klasifikasi cost behaviour nih sob. Dari penjelasan diatas,
sobat Gogo pasti sudah tahu kan cost behaviour ini diklasifikasian menjadi 3
(tiga) yaitu Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya Variabel (Variable Cost),
dan Biaya Campuran (Mixed Cost). Nah untuk lebih jelasnya simak
pembahasan dibawah ini ya sob!
Biaya tetap (fixed cost) adalah Biaya yang jumlahnya tetap sama ketika keluaran berubah. lebih
formalnya biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentan yang relevan ketika tingkat
keluaran aktivitas berubah. Contohnya sewa
gedung, premi asuransi, pembayaran pinjaman, dll.
Biaya variabel (variables cost)
adalah biaya yg dalam
jumlah keseluruhan bervariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran.
Jadi, biaya variabel naik ketika output
naik dan akan turun ketika output
turun. Contohnya : biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja
langsung.
Biaya
campuran (mixed cost) adalah biaya
yang memiliki komponen tetap dan variabel atau biaya campuran
adalah sejumlah biaya yang sampai jumlah tertentu adalah biaya tetap sedangkan
selebihnya adalah biaya variabel. Contohnya : biaya pemeliharaan rutin
kendaraan seperti ganti ban, ganti oli adalah biaya tetap sedangkan biaya yg
terjadi karena musibah seperti tabrakan, penyok dst disebut biaya variabel.
Peranan
model penggunaan sumber daya dalam memahami perilaku biaya.
Biaya-biaya jangka pendek kerap
tidak cukup untuk menggambarkan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk mendesain,
memproduksi, memasarkan, mendistribusikan, dan mendukung suatu produk. Perilaku
biaya jangka panjang dan jangka endek berhubungan dengan aktivitas dan sumber
daya yang diperlukan untuk melakukannya. Kapasitas adalah kemampuan aktual atau
potensial untuk melakukan sesuatu. Jadi dalam pembahasan mengenai kapasitas
suatu aktivitas, hal yang dideskripsikan adalah jumlah aktivitas yang dapat
dilakukan perusahaan. Banyaknya aktivitas yang diperlukan bergantung pada
tingkat kinerja yang diminta. Biasanya, dapat diasumsikan bahwa kapasitas yang
diperlukan berhubungan dengan tingkat di mana aktivitas dikerjakan secara
efisien. Tingkat efisien kinerja aktivitas disebut kapasitas praktis (practical
capacity). Hal ini terkadang terdapat kelebihan aktivitas.
Sumber Daya Fleksibel
Sumber daya
fleksibel dipasok saat digunakan dan dibutuhkan. Sumber daya ini diperoleh dari
pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka panjag untuk membeli sejumlah
seumber daya tertentu. Jadi, organisasi bebas membeli hanya sebatas jumlah yang
dibutuhkan. Dengan demikian, jumlah sumber daya yang dipasok sama dengan jumlah
yang diminta. Contohnya: bahan baku dan energy.
Sumber Daya Terikat
Sumber daya terikat adalah sumber daya yang dipasok sebelum
penggunan ; mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implisit
unutk memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang apakah jumlah
sumber daya yang tersedia digunakan secara penuh atau tidak. Sumber daya
terikat dapat memiliki kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas yang
tersedia lebih banyak daripada yang digunakan. Contohnya : banyak organisasi
memperoleh berbagai kapasitas pelayanan multiperiode dengan membayar tunai
dimuka atau membuat kontrak eksplisit yang memerlukan pembayaran tunai secara
periodik. Contoh lainnya yaitu pembebanan tahunan yang berhubungan dengan kategori multiperiode
tidak bergantung pada penggunaan actual sumber daya. Pembebanan-pembebanan
tersebut didefinisikan sebagai biaya tetap terikat (committed fixed cost)
dan menyediakan kapasitas aktivitas jangka panjang.
Metode
untuk memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel
Metode yang digunakan untuk
memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel terdiri dari 3
metode yaitu :
Metode
titik tinggi-rendah (high-low method)
adalah suatu metode untuk menentukan persamaaan suatu garis lurus dengan
terlebih dahulu memilih dua titik (titik tertinggi dan terendah) yang akan
digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan. Titik
tertinggi didefinisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas tertinggi. Titik terendah didefinisikan
sebagai titik dengan tingkat output
atau aktivitas terendah. Kemudian kedua titik digunakan untuk menghitung titik
potong dan kemiringan garis dari kedua titik tersebut. Metode ini bersifat
obyektif dan sederhana. Akan tetapi, hubungan tersebut akan salah diperkirakan
jika titik tertinggi dan terendah tidak mewakili hubungan biaya yang
sebenarnya.
Metode scatterplot menyangkut pemeriksaan
grafik scatter (suatu plot yang
menunjukkan jumlah biaya campuran pada berbagai tingkat aktivitas yang berbeda)
dan pemilihan dua titik yang tampaknya terbaik untuk mewakili hubungan antara
biaya dengan aktivitas. Karena kedua titik tersebut menentukan suatu garis,
kedua titik yang terpilih tersebut dapat digunakan untuk menentukan titik
potong dan kemiringan garis dari kedua titik tersebut. Titik potong tersebut
memberikan perkiraan komponen biaya tetap dan kemiringan memberikan estimasi
biaya variabel per unit aktivitas. Metode scatterplot
adalah suatu cara yang baik untuk mengidentifikasikan nonlinearitas, outlier, dan pergeseran dalam hubungan
biaya. Kelemahannya terletak pada subyektifitasnya.
Metode
kuadrat terkecil menggunakan semua titik data (kecuali outlier) pada grafik scatter dan
menghasilkan suatu garis yang paling sesuai dengan semua titik. Garis yang
paling sesuai adalah garis yang terdekat dengan semua titik yang diukur melalui
penjumlahan kuadrat deviasi titik-titik tersebut dari garis. Metode ini
menghasilkan garis yang paling sesuai dengan titik-titik data sehingga lebih
direkomendasikan daripada metode titik tinngi-rendah dan scatterplot.
Contoh Kasus:
Sobat Gogo mengelola sebuah restoran
padang yang bernama “GOGO”. Awalnya sobat Gogo hanya menyewa ruko di daerah
Jakarta, dengan sewa Rp 120,000,000 per tahun, lalu sobat Gogo mempekerjakan 5
pegawai tetap dengan total gaji Rp 15,000,000 per bulan dan 2 pegawai tak tetap
dengan upah Rp 3,000,000 per bulan. Pada bulan Desember ada sekitar 500 orang
yang makan di resto GOGO. Keefektifan promosi dan pemasaran menunjukan bahwa
jumlah pelanggan restoran mengalami pertumbuhan sekitar 15% (= 500×15% = 75
orang) setiap bulannya. Artinya apa? Artinya akan ada peningkatan “PENJUALAN”
(revenue), tetapi peningkatan revenue saja, tidaklah cukup, yang dibutuhkan
oleh perusahaan adalah peningkatan LABA. Apakah laba akan meningkat?
Jawabannya: MUNGKIN. Karena,
LABA = REVENUE – BIAYA
Faktanya, peningkatan jumlah pelanggan
sekitar 75 orang ini masih harus anda antisipasi dengan cara meningkatkan
kapasitas yang memadai, minimal:
Menambah jumlah
produksi nasi
Menambah jumlah
produksi rendang
Menambah jumlah
produksi ayam bakar
Menambah jumlah
produksi perkedel
Penambahan jumlah
produksi nasi, rendang, ayam bakar dan perkedel, tentu akan membuat “volume
aktivitas” meningkat.
Nah, pertanyaannya
utamanya: Bagaimana cost yang selama ini telah terjadi akan BERUBAH, sebagai
respon atas perubahan volume aktivitas ini?
Lalu ada pertayaan-pertanyaan lainnya, diantaranya:
Biaya apa saja
yang akan meningkat?
Berapa
peningkatannya?
Biaya apa saja
yang akan tetap?
“Perubahan cost” yang
disandingkan dengan “perubahan penjualan (revenue)” akan menghasilkan perubahan
“tingkat laba” (profitabilitas). Tanpa mengetahui perubahan biaya, pengelola
usaha tidak akan tahu apakah perubahan aktivitas usaha “layak/tak layak” untuk
dilakukan atau tidak. Jika layak, maka diteruskan. Jika tidak, mungkin perusahaan
perlu mengubah strategi bisnis.
Nah cukup disini dulu
sob pembahasan Gogo malam ini. Jangan lupa yaa
untuk terus aktif belajar dan update pengetahuannya. Bulan depan kita akan
bertemu lagi tentunya dengan bahasan yang berbeda dan tidak kalah menarik
dengan hari ini. Gogo pamit yah sob.
Halo apa kabar sobat Gogo ? Gogo harap sobat semua sehat selalu ya. Setelah sebulan lamanya kita tidak bertemu melalui media sosial, hari ini Gogo akan menjelaskan kultweet tentang peran akuntan Indonesia di tengah berkembangnya era industri 4.0. Hmm seperti apa ya ? Yuk sama- sama kita cari tahu.
Istilah industri 4.0 pertama kali di perkenalkan di Jerman beberapa tahun yang lalu. Istilah ini mengacu kepada penggunaan internet untuk memberikan solusi terhadap sektor manufaktur agar dapat bekerja lebih efisien. Singkatnya industri 4.0 merupakan era dimana seluruh pekerjaan terhubung melalui sambungan koneksi internet. Pernyataan ini didukung oleh laporan yang disampaikan oleh KPMG pada tahun 2016 yang mengatakan masa depan industri ada pada sambungan internet yang dapat mengintegrasikan seluruh informasi.
Era industri 4.0 juga berdampak kepada Indonesia. Perkembangan industri di Indonesia direspon dengan pembenahan akan penguasaan terhadap informasi dan teknologi. Disisi lain gencarnya pembangunan infrastruktur guna membantu meningkatkan akses di setiap daerah dianggap mampu menurunkan cost. Hal ini juga diperkuat dengan data yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF)’s Global Competitiveness Report 2017 yang mengatakan Indonesia berada di urutan 36 dari 100 negara. Tahun 2017 juga pertumbuhan start-up di Indonesia berada di urutan ke 4 sebanyak 1.705 start-up.
Paparan diatas menggambarkan kesiapan Indonesia dalam era Industri 4.0. Dengan maraknya pertumbuhan start-up serta perkembangan industri maka selain menumbuhkan daya saing, diperlukan juga struktur keuangan yang kuat untuk dapat going concern.
Lalu bagaimana peran akuntan dalam industri 4.0? Apakah akuntan dapat survive dalam era ini ?
Memasukki modernisasi industri diyakini akan berdampak kepada berbagai faktor pendukung. Setiap faktor tersebut dapat men-support perkembangan industri di Indonesia. Salah satu faktor pendukung adalah dari sisi keuangan. Meningkatnya jumlah start up di masing- masing sektor menjadi modal bagus bagi Indonesia untuk menyambut era industri baru. Artinya akan muncul investor potensial untuk menanamkan modal di Indonesia. Investor membutuhkan laporan keuangan yang informatif demi membuat keputusan. Peran akuntan sangat dibutuhkan demi menyiapkan laporan keuangan tersebut. Dibutuhkan kemampuan teknis, pengetahuan akan business process untuk dapat menyiapkan laporan keuangan tersebut.
Disisi perusahaan, kehadiran akuntan penting dalam membantu perkembangan perusahaan sob. Jika kita melihat berita akhir- akhir ini start up unicorn di Indonesia contohnya Go-Jek yang melakukan ekspansi ke Vietnam, atau Grab yang mengakuisi beberapa start up layaknya Kudo, atau perusahaan kompetitor semacam UBER. Artinya terjadi ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut dalam melebarkan bisnisnya. Peran akuntan disini penting bagi perusahaan dalam membuat analisis terkait profitabilitas dan Return on Investment (ROI) bagi perusahaan. Selain itu analisa mengenai pricing serta cost control dianggap krusial bagi perusahaan terutama di era internet of things.
Meningkatnya internet ditandai dengan ingeritas data serta koneksi terkait database perusahaan menjadi semakin penting. Peningkatan konektivitis juga berdampak kepada perubahan model bisnis dan business process. Namun, disisi lain, adanya potensi terhadap risiko seperti misalnya ransomware. Akuntan perlu dapat memahami enterprise risk– management process terutama dalam menilai risiko yang muncul bagi perusahaan. Selain itu, akuntan perlu membantu perusahaan dalam meningkatkan value yang perusahaan tawarkan dengan era internet sehingga menjadi modal dalam berkompetisi.
Kemudian sob apa saja yang perlu dilakukan oleh akuntan untuk survive ya sob ?
Kehadiran industri 4.0 turut serta membawa internet of things (IoT), big data yang akan berdampak kepada akuntan baik secara langsung dan tidak langsung. Akuntan perlu mempelajari cara manajemen big data. Akuntan harus bisa memahami bahasa IT dan konsep IoT dalam membangun struktur keuangan, akuntansi dan sistem pelaporan keuangan. Hal ini dapat membantu akuntan dalam memberikan advice kepada perusahaan/ client.
Kemampuan menganalisis dan advice sangat dibutuhkan oleh seorang akuntan sob. Artinya, sobat calon akuntan tidak hanya dibutuhkan kemampuan teknis akuntansi, tapi juga perlu mempelajari kemampuan memberikan advice. Sobat perlu memahami businessprocess setiap industri. Hal ini penting, apalagi dengan hadirnya otomatisasi dan artificial intelligence yang dapat mengubah industri dengan cepat.
Era industri 4.0 akan berfokus kepada kecepatan dan ketepatan. Diperlukan data keuangan yang informatif, proses yang efektif dan efisien dalam membantu membuat keputusan. Maka dapat kita katakan akuntan memiliki potensi untuk berkembang dalam era industri 4.0 ini. Komunitas Jago Akuntansi juga mendukung dalam mengawal era industri 4.0 melalui kultweet-kultweet yang informatif terkait akuntansi. Jadi jangan lewatkan kultweet kami melalui media sosial sobat ya. See ya.
Halo, Sobat Gogo! Ketemu lagi nih di kultweet Akkeu malam ini 😀
Tim Akkeu pada hari ini akan membahas Jenis Profesi Akuntan dan Sertifikasinya loh, Sob!
Sebelum kita membahas #sertifikasiakuntan, kita bahas sedikit yuk tentang organisasi yang
mewadahi para akuntan di Indonesia!
Di Indonesia, terdapat tiga organisasi yang mewadahi para akuntan professional. Yaitu IAI,
IAPI dan IAMI.
IAI adalah organisasi profesi yg mewadahi para akuntan dan juga bertanggung jawab
terhadap penyusunan PSAK yg berlaku di berbagai sector.
Selain IAI, ada juga IAPI yaitu organisasi yang mewadahi para akuntan publik di Indonesia.
Tak hanya IAI dan IAPI, di Indonesia ada juga yang namanya IAMI yaitu organisasi yang
mewadahi para akuntan manajemen di Indonesia.
Semua organisasi yang dibuat, memiliki ujian dan sertifikasinya masing-masing loh, Sob..
Pertama, ada lima jenis ujian sertifikasi untuk para akuntan yang dikeluarkan oleh IAI yaitu
USKAD, CA Indonesia, USAAP, USPSAK dan USAS.
USKAD IAI adalah Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar yang diadakan untuk
mengukur keahlian peserta dalam hal pemahaman kerangka dasar penyusunan dan penyajian
laporan keuangan sudah sesuai dengan SAK, mengidentifikasi transaksi yang ada dalam
laporan keuangan, menyusun laporan keuangan sesuai dengan siklus akuntansi, hingga
melakukan analisa terhadap laporan keuangan. Sertifikasi ini lebih diperuntukan bagi Lulusan
SMA/SMAK atau mahasiswa programstudi Akuntansi (Baik D3, DIV, S1).
Selain USKAD, ada juga USAAP yaitu Ujian Sertifikasi Ahli Akuntansi Pemerintahan yang
diadakan untuk menilai kemampuan/kompetensi peserta dalam menyusun LK Pemerintah,
menyusun kebijakan akuntansi keuangan pemerintah dan menyusun LK prospektif
(anggaran) pemerintahan. Sertifikasi Ahli Akuntansi Pemerintahan memperlengkapi dunia
pemerintahan dalam menjawab kebutuhan SDM di pemerintahan yang berkompeten, IAI
telah merancang standar kompetensi teknis yang akan menjadi instrumen pengukuran
kompetensi pengelola keuangan negara dalam rangka pemetaan SDM pengelolaan keuangan
negara.
Masih ada lagi nih, Sob. Yaitu USPSAK. Yap sesuai namanya kalian pasti tau dong ujian ini
untuk apa? USPSAK ini diadakan untuk peserta yang memiliki kompetensi di dunia SAK
nih. Dalam ujian ini, peserta diukur kompetensinya terhadap pemahamannya atas Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan.
Lalu, ada USAS yaitu ujian yang baru diadakan IAI pada tahun 2008 untuk sertifikasi peserta
yang berkompeten di bidang Akuntansi Syariah. Dengan adanya USAS, Indonesia telah
mempunyai suatu ujian sebagai suatu sistem pembelajaran yang baku bagi mereka yang akan
berpraktik di bidang Akuntansi Syariah. Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah merupakan suatu
strategi pengembangan keilmuan dan keahlian Akuntansi Syariah dalam rangka penyesuaian
dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. SAS harus mampu mengaplikasikan
Standar Akuntansi Keuangan Syariah.
Yang terakhir sertifikasi paling hits di IAI. Apa coba? Yess, CA Indonesia. Sertifikasi ini
diselenggarakan bertujuan untuk mendapatkan akuntan yang memiliki kualifikasi sebagai
akuntan professional sesuai panduan standar internasional.
Kedua, selain dari IAI, ada juga nih sertifikasi dari IAMI yaitu CPMA (Certiefied
Professional Management Accountant) yang ujian tersebut diadakan untuk meningkatkan
penguasaan peserta atas pengetahuan dan kompetensinya di bidang akuntansi manajemen,
Sob. CPMA dimaksudkan pula sebagai salah satu strategi pengembangan profesi akuntan
manajemen di Indonesia dalam rangka menghadapi arus globalisasi yang ditandai dengan
perdagangan bebas dalam produk dan jasa termasuk jasa akuntansi. Buat kamu yang suka
akmen, bisa nih ikutin ujian ini 😀
Terakhir yaitu IAPI yang memiliki tiga sertifikasi untuk para akuntan publik.
1. Entry Level: Gelar A-CPAI: Associate Certified Professional Auditor of Indonesia
2. Profesional Staff Level: Gelar CPAI: Certified Professional Auditor of Indonesia
3. Public Accountant Level: Gelar CPA: Certified Public Accountant of Indonesia (STL
UPAP/UU 5 th 2011)
Yang pertama adalah A-CPAI sebagai sertifikasi yang diberikan kepada peserta setelah
mereka menyelesaikan ujian sertifikasi tingkat dasar. Dilanjutkan ke sertifikasi CPAI sebagai
ujian sertifikasi tingkat professional hingga ke tingkat lanjutan untuk mendapatkan sertifikasi
CPA sebagai sertifikasi tertinggi profesi akuntan public di Indonesia.
Selain Certified Public Accountant, IAPI juga menyelenggarakan Sertifikasi Perikatan
Investigasi Untuk Akuntan Publik untuk Gelar Certified Professional Investigator (CPI) yang
bertujuan agar auditor dapat melakukan audit investigasi terhadap perkara korupsi yang
diduga menimbulkan kerugian keuangan negara dalam sistem hokum nasional dan dalam
praktik peradilan.
Tak hanya sertifikasi yang ada di Indonesia aja loh, Sob. Ada juga beberapa sertifikasi global
yang bekerja sama dengan Indonesia, yaitu:
1. The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW)
2. Certified Practising Accountants Australia (CPA Australia)
3. The Institute of Certified Management Accountants (ICMA)
4. International Federation of Accountants (IFAC)
5. Association of Chartered Certified Accountants (ACCA)
6. Chartered Accountants Worldwide (CAW)
7. ASEAN Chartered Professional Accountant (ACPA)
Yang paling terupdate nih, Sob, untuk para akuntan di Indonesia yaitu sertifikasi akuntan
yang diakui di ASEAN. Apakah itu? Yap ACPA!
ACPA merupakan tindaklanjut dari ditandatanganinya Mutual Recognition Arrangement on
Accountancy Services (MRAA) oleh kesepuluh negara anggota ASEAN pada tahun 2014. Di
bawah MRAA, Akuntan Profesional dari seluruh negara ASEAN yang memiliki kualifikasi
dan pengalaman sesuai ketentuan MRAA, dapat mengajukan permohonan untuk menjadi
ACPA.
ACPA secara hukum diizinkan untuk memberikan layanan akuntansi di seluruh negara
ASEAN (kecuali untuk penandatanganan laporan auditor independen dan penyediaan layanan
akuntansi yang memerlukan lisensi domestik) tanpa harus menjalani prosedur pelatihan atau
kualifikasi ulang.
Di Indonesia yang dapat mendaftar untuk memperoleh ACPA adalah pemegang sertifikasi
berikut:
– CA dari IAI
– CPA dari IAPI
– CPMA dari IAMI
Banyak banget kan, Sob, kesempatan kamu untuk mengikuti sertifikasi kompetensi akuntan?
Sertifikasi ini berguna banget loh buat kamu-kamu yang ingin memiliki daya saing tinggi
dengan para akuntan lainnya alias bisa membuat kamu punya ‘ciri khas’ tersendiri dari
akuntan yang lain :D.
Sekian dulu Kultweet Akkeu mengenai #sertifikasiakuntan hari ini ya, Sobat Gogo..
Latar belakang munculnya penggunaan D&A pada audit ini adalah dikarenakan ketika
dihadapkan oleh permasalahan bagaimana kita mendapatkan keputusan yang relevan dengan
informasi dari data yang berjumlah cukup besar (explotion of data). Maka muncul beberapa
alat, seperti alat digital, sistem otomatisasi, robot, analisis data, serta komputasi kognitif.
Hubungan teknologi D&A dan kognitif manusia merupakan saling melengkapi yakni
melalui pendekatan kombinasi dalam menghasilkan kedalaman analitis dan perspektif yang
lebih luas sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang efektif.
a. Analytics (logic)
Yakni kemampuan manusia dalam menganalisis, membandingkan, mengukur,
optimalisasi, memprediksi, mencegah, memonitor, dan menetapkan
b. Cognitive (Rationale)
Yakni kemampuan manusia dalam mempelajari, menilai, menyimpulkan, menduga,
probability, menganalogi, dan memilih.
Kemampuan D&A membuat auditor dapat dengan cepat menganalisis data yang lebih
besar, mendapatkan visibilitas yang lebih besar terhadap tren dan anomali di semua cakupan
tempat dan bisnis, meninjau data pada tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga auditor dapat
lebih memfokuskan prosedur audit pada risiko tertentu. Selain itu, otomatisasi
memungkinkan audit lebih adaptif dan responsif terhadap risiko unik yang ada dalam industri
dan bisnis klien.
Kualitas + Wawasan = Nilai
Adapun Proses dari D&A adalah sebagai berikut :
1. Planning
merencanakan audit, termasuk proses, waktu, dan ruang lingkup, serta mengoordinasikan
permintaan data dengan klien
2. Data Extraction
klien mempersiapkan dan melakukan ekstraksi data yang aman, menerima dan
mengangkut data terenkripsi
3. Analysis
mengimpor data klien ke lingkungan yang aman, memvalidasi dan reconcile data klien,
menjalankan rutinitas yang dipilih, melakukan review hasil
4. Reporting
memberikan hasil, review dan penggunaan hasil
5. Completion
menyelesaikan pelaporan
Dalam penggunaan D&A juga dilakukan rutinitas data dan analisis melalui software,
rutinitas yang sudah diprogram, maupun tipe software lainnya yang digunakan untuk
memeriksa, mengurutkan, menyaring data, menganalisis transaksi ataupun data terkait yang
digunakan sebagai bukti audit. Contoh aplikasi atau software ini adalah Microsoft Excel
IDEA, dll. Rutinitas data dan analisis dalam audit ditujukan untuk:
a. penggunaan teknologi yang mampu membantu auditor dengan memproses dan / atau
mengevaluasi populasi data
b. melakukan analisis berdasarkan penerapan aturan bisnis terhadap populasi tersebut,
dan
c. memberikan hasil yang relevan untuk membantu hasil interpretasi auditor
Rutinitas D&A dapat memberi informasi yang relevan untuk mendukung penilaian
risiko, membantu dalam pengujian kontrol atau membantu dalam melaksanakan prosedur
audit substantif. Penentuan jenis, kecukupan, dan kesesuaian bukti audit yang diperoleh dari
rutinitas dipengaruhi oleh pertimbangan faktor-faktor seperti
a. Tujuan rutinitas yang sedang dilakukan
b. jenis data yang digunakan dalam rutinitas dan prosedur yang dilakukan untuk
mengatasi relevansinya dan reliabilitasnya
c. akun signifikan terkait asersi yang relevan ditangani oleh rutinitas
Kategori jenis umum rutinitas D & A
a. Rutinitas D&A yang memisahkan, menyortir atau memanipulasi rincian informasi
yang diaudit dan memberikan output yang digunakan dalam audit
b. Rutinitas D&A yang membantu untuk mendapatkan pemahaman umum tentang
entitas dan / atau mendukung penilaian risiko umum, termasuk perencanaan dan
prosedur analisis akhir
c. Rutinitas D&A yang dilakukan sebagai bagian dalam prosedur audit
d. Rutinitas D&A yang membandingkan jumlah tercatat pada tingkat transaksi ke data
elektronik untuk mendapatkan bukti audit substantif
Komentar Terbaru