oleh Admin | Okt 3, 2013 | Akuntansi Keuangan, Auditing, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan

- Malam Sob! kali ini Gogo mau mencoba bahas secara singkat mengenai perbedaan Auditing dan Akuntansi. #Beda
- Banyak orang awam yang berpandangan bahwa auditing itu adalah salah satu ilmu akuntansi. #Beda
- Hal ini sangat wajar mengingat asal mulanya auditor sangat terkait dengan data-data keuangan. #Beda
- Kita flashback terkait Definisi dan Siklus dari Akuntansi dan Auditing yuk Sob. Masih pada ingat kan Definisi keduanya? #Beda
- Secara umum, Siklus Akuntansi meliputi: Transaksi–>Jurnal–>BukuBesar–>Laporan Keuangan. #Beda.
- Sedangkan Siklus Auditing meliputi kebalikan dari siklus Akuntansi : Laporan Keuangan–>Buku Besar–>Transaksi. #Beda
- Transaksi yang dimaksud pada Auditing merupakan bukti-bukti yang mendukung penyusunan laporan keuangan. #Beda
- Dari sinilah terlihat perbedaan yang paling mendasar : Akuntansi bersifat Konstruktif, dan Auditing bersifat Analisis. #Beda
- Dari Input yang berbeda tersebut tentu saja akan menghasilkan Output yang berbeda sob, yuk simak lagi perbedaannya. #Beda
- Output dari Akuntansi tentu saja akan menghasilkan Laporan Keuangan : Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, Lap.Perubahan Modal. #Beda
- Sedangkan Output dari Auditing akan menghasilkan Opini atas penyajian Laporan Keuangan yang telah diperiksa. #Beda
- Penyusun dibalik Akuntansi dan Auditing tentu saja berbeda. #Beda
- Akuntansi disusun oleh Akuntan Internal Perusahaan dengan berpedoman pada SAK (Standar Akuntansi Keuangan). #Beda
- Sedangkan Auditing dilakukan o/Akuntan Publik dgn berpedoman pd SPAP (StandarProfesiAkuntanPublik) & IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia) #Beda
- Dari definisi akuntansi dan auditing diatas, sebetulnya ada satu perbedaan yang sangat prinsip antara auditing dan akuntansi. #Beda
- Akuntansi lebih menekankan pada proses pencatatan sedangkan auditing berfokus pada proses penelusuran. #Beda
- Dalam audit keuangan (Financial audit) kegiatan penelusuran ditujukan pada pencarian bahan pembuktian keuangan sesuai dengan laporan keuangan. #Beda
- Karena obyek audit adalah data-data akuntansi, maka auditor dituntut untuk memahami kaedah prinsip akuntansi. #Beda
- Dalam melakukan audit, seorang auditor harus memahami prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku berupa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK). #Beda
- Auditor juga harus memiliki keahlian dalam mengumpulkan dan menafsirkan bahan bukti audit. Keahlian inilah yang membedakan auditor dengan akuntan. #Beda
- Auditing bukanlah cabang dari ilmu akuntansi, akantetapi merupakan cabang ilmu yang bebas. #Beda
- Cabang ilmu yang bebas, yang mendasarkan pada hasil kegiatan akuntansi atau hasil kegiatan lainnya. #Beda
- Jadi sekianlah sob diskusi kita malam ini dengan pembahasan #Beda antara Auditing dan Akuntansi. Semoga bermanfaat untuk Sobat semua. Gogo pamit dulu ya.
oleh Admin | Sep 26, 2013 | Auditing, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan

Malam, Sob! Apa aktivitasmu di kamis malam ini? Ada yg sedang belajar audit kah? Yuuk gabung aja di TL Gogo buat belajar bareng2.. 😀
Masih ingat kan Sob! topik kamis lalu yg Gogo share? Apa hayoo? 😀
Yup, ttg Filosofi Auditing. Masih inget juga kan kerangka taksonomi auditing nya?
1. Nah, malam ini Gogo mau mencoba share mengenai area teoritisnya, apa aja itu? Yuuk, semakin merapat di TL Gogo 😀 #Postulat
2. Kita flashback ke materi sebelumnya dulu yaa, dlm kerangka taksonomi auditing mencakup wilayah teoritis dan praktik. #Postulat
3. Kita telah mengenal auditing dalam tingkatan wilayah praktiknya, mencakup teknis, prosedur, dan metode, hingga standarnya. #Postulat
4. Wilayah teoritis dari auditing meliputi aspek tujuan auditing, #postulat, dan konsep -konsep dasar yang menjadi tiang utama auditing.
5. Auditing perlu mengidentifikasikan tujuannya (basic objectives) dmn semua kegiatan nyatanya perlu mengarah pd tujuan tersebut. #Postulat
6. Ada tiga teori nih Sob! yang berusaha menjelaskan tujuan dari auditing itu sendiri. Apa aja itu? Ada yg bisa jawab? 😀 #Postulat
7. Ketiga teori itu adalah a) Teori Informasi Bernilai Tambah (The Information Value Theory);…(cont) #Postulat
8. (cont)….b) Teori Perlindungan (The Insurance and Protection Theory); c) Teori Keaganen (The Principal-Agent Theory). #Postulat
9. Konsep auditing itu sendiri mencakup aspek/bidang yang menunjukkan upaya yg perlu dilakukan dlm mewujudkan tujuan auditing itu. #Postulat
10. Di antara level “tujuan” dan “konsep” auditing diperlukan adanya #postulat
11. Nah malam ini Gogo bahas ttg #postulat auditing nya nih Sob! Ada yg tau pengertiannya?.
12. Yap! #postulat adalah konsep dasar yang harus diterima tanpa perlu pembuktian.
13. Contohnya dlm akuntansi kita mengenal beberapa postulat diantaranya monetary assumption,” “going concern,” atau “periodicity” #Postulat
14. Ketiganya merupakan asumsi yg harus diterima sebelum akuntansi berbicara pada level konsep seperti…(cont) #Postulat
15. (cont)…seperti “revenue recognition” atau “matching cost against revenue concept.” #Postulat
16. Nah, kalau dalam auditing apa aja sih #Postulat nya? Ayo sebutin Sob! 😀
17. Menurut Lee dalam bukunya “Corporate Audit Theory” ada tiga kelompok #Postulat sbg dasar teori dalam auditing yaitu…(cont)
18. a) #Postulat yang berkaitan dengan aspek keberadaan audit. b. Postulat yang berfokus pada tindakan auditor dan aspek perilaku…(cont)
19. (cont)…c) #Postulat yang berfokus pada prosedur audit atau fungsional audit.
20. Ada tujuh #Postulat yg dimodifikasi dari delapan postulat yang diusulkan oleh Mautz dan Sharaf dlm bukunya “The Philosophy of Auditing”.
21. #Postulat pertama yaitu asersi atau objek audit harus verifiable atau auditable.
22. Audit diperlukan utk mendapatkan keyakinan ttg kewajaran suatu asersi atau laporan atau apapun yg menjadi objek dari audit. #Postulat
23. Tanpa tersedianya kondisi yg menunjukkan bahwa asersi atau laporan itu dapat diuji, baik dari segi kepraktisan…(cont) #postulat
24. (cont)…maupun keekonomisannya, maka sia-sialah keinginan untuk melakukan audit atas objek yg dimaksud. #Postulat
25. Jumlah pajak yg harus dibayar, besarnya utang, atau tingkat ketaatan thdp peraturan adalah contoh hal-hal auditable. #Postulat
26. #Postulat kedua, auditor yang bertugas memiliki hubungan netral dan tidak mempunyai konflik dengan objek audit.
27.
#Postulat ini sgt penting Sob,shg proses audit dpt terlaksana tnpa adanya konflik kepentingan dr manapun yg bs mempengaruhi hasil audit.
28.
#Postulat ketiga, asersi/objek audit harus dipandang bebas dr kekeliruan sampai proses pembuktian diselesaikan & menunjukkan sebaliknya.
29. Asumsi ini menempatkan auditor pada posisi yg tepat sebagai pihak yg diharapkan melakukan pengujian tentang kewajaran asersi. #Postulat
30. Auditor tdk boleh menyatakan bahwa suatu penyimpangan telah terjadi sebelum dilakukan pembuktian terhadap dugaan tersebut. #Postulat
31. #Postulat keempat, pengendalian internal dipandang eksis & berjalan semestinya sampai diperoleh bukti bhw telah terjadi hal sebaliknya.
32. Poin ke empat ini hampir sama dengan yg ketiga sob. #Postulat
33. #Postulat kelima, penerapan ketentuan yg berlaku (spt standar akuntansi). Stiap LK memiliki standar, ketentuan, kriteria yg diberlakukan
34. #Postulat keenam, setiap auditor berfungsi secara eksklusif sebagai auditor dalam menjalankan tugasnya.
35. Auditor harus mampu menunjukkan independensi dalam melaksanakan tugasnya. #Postulat
36. Untuk itu, auditor tidak selayaknya merangkap fungsi lain selain sebagai auditor. #Postulat
35. #Postulat ketujuh, setiap auditor senantiasa diasumsikan profesional dlm pelaksanaan tugasnya dan tingkah lakunya.
36. Setiap auditor seharusnya selalu mempertahankan kemampuan serta sikap profesionalnya…(cont) #Postulat
37. (cont)…antara lain dengan memiliki pengetahuan yang cukup dan pengembangan diri secara kontinyu. #Postulat
38. Sekian Sob! sharing malam ini. Semoga bermanfaat yaa. Salam Profesionalisme Akuntan. #Postulat
oleh Admin | Sep 19, 2013 | Auditing, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan

1. Pernah mendengar tentang #Filosofi Auditing sebelumnya Sob? Penasaran? Pantau terus TL Gogo yah.. cekidot..
2. Pernah ga Sob! di benak kalian muncul “a big question” ktika sdg belajar auditing, “Teori apakah yg melatarbelakangi auditing?” #Filosofi
3. Kebanyakan buku referensi auditing lebih byk mengulas ttg praktik & tekniknya, dan jarang sekali yg menjelaskan teori auditing. #Filosofi
5. Eits, tunggu dulu Sob! Men Mautz & Sharaf hal tsb merupakan pemikiran yg keliru, walaupun akuntansi & auditing sgt erat hubnya. #Filosofi
6. Hal ini dipertegas dalam bukunya yang berjudul The Philosophy of Auditing, “yet their nature are very different;…(cont) #Filosofi
7. (cont)…they are business associates, not parent and child” [p.14]. #Filosofi
8. “Go, trus kaitannya #Filosofi dengan auditing apa? Apakah auditing merupakan suatu disiplin ilmu?”.
9. Dlm konteks pengertian istilah #Filosofi & auditing, kedua kata tsb dpt diartikan suatu pola pikir yg membhas bagaimana ilmu audit…(cont)
10. (cont)…dan prinsip yg mendasarinya sbg suatu sistem u/ memandu permasalahan praktis baik dari aspek realitas maupun nilainya. #Filosofi
11. Oleh karena itu, rumusan #Filosofi Auditing sebaiknya di rumuskan oleh orang yang berpraktik di bidang auditing juga.
12. Dengan #Filosofi Auditing diharapkan bisa memperkuat struktur ilmu auditing itu sendiri dan kemampuan kegiatan teknis praktis auditing.
13. Teori auditing juga akan menjadi penuntun bagi pengembangan, penciptaan, dan inovasi terhadap,…(cont) #Filosofi
14. (cont)…standar, praktik, prosedur, metode maupun teknik auditing yang baru. #Filosofi
15. Dlm kerangka taksonomi audit, terbagi 2 area. Wilayah teoritis dan praktik. Biar Sobat Gogo ga bingung, coba dibayangkan. #Filosofi
16. Wilayah teoritis meliputi tujuan, postulat dan konsepsi. Sedangkan wilayah praktik meliputi standar dan praktik auditing. #Filosofi
17. Nah, standar dan praktik auditing ini yg pada umumnya auditor telah mengenal dan paham secara mendalam. #Filosofi
18. Belum cukupnya teori yang dikembangkan dalam auditing, terlihat dari banyaknya permasalahan yg dihadapi auditor. #Filosofi
19. Terkadang permasalahan-permasalahan yg dihadapi auditor tidak terselesaikan dg cara yg cukup memuaskan. #Filosofi
20. Permasalahannya seperti apa Go?, mungkin Sobat Gogo ada yang bisa memberi contoh?. #Filosofi
21. Hmmm, misalnya bagaimana posisi auditor mengenai kewajibannya dlm mengungkapkan pelanggaran hukum yg dilakukan klien, dll. #Filosofi
22. Oleh karena itu auditor diharapkan berfilosofi tentang auditing untuk menghadapi permasalahan yg memerlukan pemikiran kritis. #Filosofi
23. Pendekatan #Filosofi Auditing ini memiliki 4 karakteristik Sob! Apa aja itu? Ada yang tahu?. *angkat tangan* 😀
24. Empat karakteristik tsb adalah comprehension (pemahaman), perspektif, insight (wawasan), dan vision. #Filosofi
25. Yuk kita bahas satu2 Sob! tapi Sobat Gogo masi setia mantengin TL Gogo kn? Belum ngantuk kan ya? Hehe. #Filosofi
26. Lanjuutt. Karakteristik yg pertama yaitu komprehensif, menyiratkan pemahaman secara keseluruhan. #Filosofi
27. Bila di terapkan di auditing —> auditor memahami secara menyeluruh konsep-konsep umum utk bhn pertimbangan. #Filosofi
28. Konsep2 umum tsb seperti evidencing, professional due care, disclosure, dan independensi, dll. #Filosofi
29. Yg kedua adl Perspektif. Pendekatan ini mengharuskan kita u/ memiliki wawasan yg luas u/ menangkap arti penting dr suatu hal. #Filosofi
30. Jadi auditor yg memiliki wawasan yg sangat luas akan lebih mengungkapkan kebenaran sbg bukti audit. #Filosofi
31. Yg ketiga, Insight. Menekankan dalamnya penyelidikan yg diusulkan -> mengungkapkan asumsi dasar yg mendasari pandangan hidup. #Filosofi
32. Terakhir adl Vision —> harus memiliki visi yang jelas ke depan. Hal ini membantu auditor dlm memberikan keyakinan. #Filosofi
33. Jadi itu Sob 4 karakteristik dr pendekatan #Filosofi Auditing. makin paham kan? diskusi kita masih panjang, yg mau nanya feel free yah.
34. Dalam pengembangan teori auditing ada dua metode yg digunakan, yaitu metode analitis dan valuasi. #Filosofi
35. Dalam metode analitis ini pertimbangan (judgment) dalam audit tergantung pada kualitas pengumpulan dan pengembangan…(cont) #Filosof
36. (cont)…bukti-bukti yg diperoleh dan sejauh apa upaya analisis atas fakta-fakta yang terjadi. #Filosofi
37. Nah kemampuan auditor dalam menjelaskan bukti2 yg berhasil diurai akan membuat simpulan (judgment) yg diambil semakin handal. #Filosofi
38. Dalam metode valuasi ini, standar pengukuran & aturan perilaku memberi jaminan atas kinerja yang memuaskan yang menjadi…(cont) #Filosofi
39. (cont)…tanggung jawab profesional auditor dimana nilai moral dan etis akan menjadi pengendalinya. #Filosofi
40. Gimana Sob semakin paham atau bingung nih dr penjelasan Gogo? Nah kita masuk ke bagian kesimpulan dr pembahasan #Filosofi auditing.
41. Walaupun istilah teori auditing hampir tdk pernah terdengar, tdk hanya di antara para praktisi, tp jg di ruang2 kelas..(cont) #Filosofi
42. (cont)…dimana akuntansi & auditing diajarkan, dibicarakan, atau diseminarkan dpt diakui audit sebagai sebuah disiplin ilmiah. #Filosofi
43. Auditing berhubungan dengan gagasan abstrak yg mempunyai akar pd kebanyakan prinsip dasar pembelajaran, mempunyai…(cont) #Filosofi
44. (cont)…struktur postulat, konsep, teknik dan prosedur. Lebih spesifik lagi, auditing merupakan ilmu terapan. #Filosofi
45. Dg demikian, auditing perlu mengembangkan prinsip2 atau teori dasarnya dg jalan meminjam metode yg sudah dikembangkan…(cont) #Filosofi
46. (cont)…oleh bidang studi yang lain, termasuk hukum, statistik, ekonomi, dan etika. #Filosofi.
47. Sekian Sob! diskusi kita malam ini dengan topik #Filosofi Auditing. Semoga bermanfaat. Salam Jago Akuntansi!!
oleh Admin | Sep 15, 2013 | Artikel, Auditing, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan

1. Eng ing eng.. met malam sob, seperti janji Gogo malam ini kita sharing Akuntansi Forensik dgn hastag #Akfor yuk. *KumpulinMasa 😀
Wuiih baru kultweet no. 1 eng ing eng aja udah buanyaakk bangett yaak yg RT. Jadi makin SEMANGAT nih Gogo bahas #Akfor yuk ah lanjut!
2. Malam ini karena edisi perdana jadi kita bahas pengantar-nya dulu ya. Ada yg tau gak Akuntansi Forensik itu apa? *acung* #Akfor
3. “Loh emang ada ya Go akuntansi forensik?” | “Itu maksudnya akuntansi yg meriksa mayat ya Go.. forensik2 gitu” | Etdaah.. #Akfor
4. Haha ya Gogo maklum deh, dalam kehidupan sehari2, orang awam lebih akrab sama istilah dokter forensik yg biasa berurusan sm mayat. #Akfor
5. Ada jg yg geleng2 gak tau karena gak diajarin di kampus ya? Hmm ya maklum kok di jenjang S1 emang gak ada matkul #Akfor. Sabar ya hehe..
6. Nanti kalo udah lulus S1 ambil PPAk baru deh diajarin, memang bidang Akuntansi Forensik ini belum begitu familiar di Indonesia. #Akfor.
7. Tapi, akhir2 ini minat terhadap dunia Akuntansi Forensik itu meningkat pesat loh khususnya di kalangan aparat penegak hukum. 😀 #Akfor
8. Pemberitaan media massa menambah keingintahuan masyarakat ttg upaya pencegahan korupsi misalnya scara gak langsung berkaitan dgn #Akfor.
9. Kata forensik dr bhs Inggris “forensic” : “relating to or dealing with the application of scientific knowledge to legal problem” #Akfor
10. Jika dikaitkan dgn definisi tersebut maka Akuntansi Forensik adalah penerapan disiplin ilmu akuntansi pada masalah hukum. #Akfor.
11. Nah dalam pembahasan kita selanjut2nya nih, yg diterapkan pada masalah hukum bukan akuntansinya saja tapi juga auditingnya. #Akfor.
12. Makanya dikenal istilah Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Ini perpaduan antara disiplin ilmu akuntansi, audit dan hukum. #Akfor
13. Nah singgung2 masalah hukum nih. Ada masalah hukum yg bisa diselesaikan di dalam pengadilan ada juga yg diselesaikan di luar. #Akfor
14. Penyelesaian di dalam pengadilan dilakukan melalui litigasi atau dgn berperkara atau beracara di pengadilan. Bahasa hukum bgd ya. #Akfor
15. Nah penyelesaian di luar pengadilan dilakukan secara non litigasi bisa melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian lain. #Akfor
16. Huhu Go istilahnya bikin aku puyunghai deh.. Litigasi.. Non Litigasi.. Arbitrase.. | Justru disitu Sob tantangannya telen dulu! #Akfor
17. #Akfor dipraktikan dlm bidang yg luas bs sengketa antar individu, perusahaan swasta berbagai bentuk hukum, BUMN/D maupun lembaga negara.
18. Kuartal 2009 lalu BPK melakukan audit investigatif & menerbitkan “Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi atas PT Bank C*ntury Tbk. #Akfor
19. Objek yg diperiksa adl perusahaan swasta terbuka, yg memerika atau auditornya adl BPK, yg meminta audit investigatif itu DPR. #Akfor
20. Penggunanya siapa? Ya antara lain Panitia Khusus Hak Angket Skandal Bank C*ntury. Ini contoh keterlibatan sektor swasta & publik. #Akfor
21. Definisi smakin luas nih, #Akfor penerapan akuntansi pd penyelesaian hukum di dlm atau luar pengadilan, di sektor publik maupun swasta.
22. Biar ilmiah dikit, yuk kita liat kata D. Larry Crumbley, editor-in-chief dari Journal of Forensic Accounting yg menulis… cont’ #Akfor
23. “Simply put, forensic accounting is legally accurate accounting.” | Sederhananya, #Akfor adalah akuntansi yg akurat utk tujuan hukum.
24. “That is, accounting that is sustainable in some adversarial legal proceeding, or within some judicial or administrative review. #Akfor
25. Atau akuntansi yg tahan uji dlm kancah perseteruan slma proses pengadilan atau dlm proses peninjauan yudisial atau administratif. #Akfor
Haduuh Gogo, makin berat aja deh bahasanya | Haha ya pastilah berat kalo mau jago mah. Gimana msh mau lanjut #Akfor gak nih? Dikit lg ya. 😀
26. Intinya Crumbley mau menegaskan kalo #Akfor tidak identik bahkan tidak berurusan dgn akuntansi yg sesuai dgn GAAP. Ukurannya bukan GAAP!
27. Ukurannya bukan GAAP, melainkan apa yg menurut hukum atau ketentuan perundang-undangan itulah yg akurat! #Akfor
28. Crumbley dgn tepat melihat potensi utk perseteruan2 diantara pihak yg berseberangan kepentingan. #Akfor
29. Demi keadilan, harus ada akuntansi yg akurat utk proses hukum yg adversarial atau proses hukum yg mengandung perseteruan! Itulah #Akfor.
30. Nah, utk masalah sengketa ini di pembahasan selanjutnya ya Sob. Demikian pengantar Akuntansi Forensik dgn hastag #Akfor bantu RT ya! 🙂
oleh Admin | Sep 7, 2013 | Auditing, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
1. Halo Sob! Udah siap malam ini kita belajar audit?, kali ini gogo mau bahas tentang #InternalControl 😀
2. Nah, apa hubungannya #InternalControl dengan Audit? Ada yang tau?
3. Masih ingat kan standar pekerjaan lapangan yg kedua? #InternalControl
4. Yup betul Sob! Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus di peroleh utk merencanakan audit dan menentukan..(cont)
#InternalControl
5. (cont)… sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. #InternalControl
6. Nah, setelah memperoleh pemahaman tsb, auditor menaksir resiko pengendalian untuk asersi yang terdapat…(cont)
#InternalControl
7. (cont)… dalam saldo akun, golongan transaksi dan komponen pengungkapan dalam laporan keuangan. #InternalControl
8. Back to topic, Gogo mau cek dulu nih, sejauh apa sih kalian tau tentang #InternalControl? Apa sih #InternalControl itu?
9. Kalo Sobat Gogo jawab pengertian #InternalControl itu pengendalian internal, salah! itu bahasa Indonesianya Sob, bukan definisinya 😀
10. Menurut COSO #InternalControl adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh Dewan Direksi, Manajemen dan jajaran lain yg didesain …(cont)
11. (cont)… untuk memberikan jaminan yang memadai terkait pencapaian tiga tujuan. #InternalControl
12. Yaitu a) realibilitas laporan keuangan, b) ketaatan pada hukum, serta c) efektifitas dan efisiensi operasional. #InternalControl
13. Kebayang ga Sob! kalo #InternalControl diaplikasikan di dalam kehidupan kita? jd ga hanya diterapkan dlm menaksir resiko pengendalian.
14. Kaya gmn penerapan #InternalControl dlm diri kita sbg mahasiswa atau pelajar? kalian pasti punya tujuan kan ketika bersekolah/kuliah?
15. Tujuan itu misalnya, kalian ingin lulus kuliah tepat waktu, IPK cumlaude, namun tetap berorganisasi & bersosialisasi. #InternalControl
16. Komponen #InternalControl lah jawabannya agar kita bisa mencapai tujuan atau harapan tsb. Apa saja sih Komponen #InternalControl itu?
17. Ada 5 komponen : Control Environment, Risk Assesment, Control Activities, Information & Communication dan Monitoring. #InternalControl
18. Yok kita kupas satu2. Yg pertama Control Environment, dasar dr sgla komponen, slh satu faktor di dlmnya adl integritas. #InternalControl
19. Integritas mrupakan suatu sikap konsisten antara tindakan dg nilai & moral. Jd, kalo mau mewujudkan tujuan tadi..(cont) #InternalControl
20. (cont)…. kita harus memiliki integritas utk memastikan bahwa tindakan yg kita ambil sesuai dengan nilai & moral yg ada. #InternalControl
21. Faktor kedua adl filosofi, bs diartikan sbg asal-usul atau penyebab dr suatu hal. Lantas, apa filosofi dari tujuanmu? #InternalControl
22. Bs saja filosofi harapan lulus tepat waktu dan cumlaude merupakan bentuk keinginan balas jasa kalian terhadap orangtua. #InternalControl
23. Komponen kedua adalah Risk Assessment yang merupakan analisis resiko yang mungkin muncul dalam mencapai tujuanmu. #InternalControl
24. Misalnya: resiko tidak lulus tepat waktu, tidak cumlaude, organisasi mengganggu dan sebagainya. #InternalControl
25. Komponen k3 adl Control Activities, mrupakan alat pengendali agar resiko yg tlah dianalisis dlm risk assessment..(cont) #InternalControl
26. (cont)..dpt dikurangi bahkan tdk terjadi. ex: Time management, belajar giat, memilih organisasi yg jg mendukung kuliah. #InternalControl
27. Komponen keempat, Information and Communication, hal ini diperlukan agar pengendalian internal berjalan lancar..(cont) #InternalControl
28.(cont) tnpa adany miskomunikasi. Agar lbh mengerti materi yg disampaikn dosen, bs berdiskusi dg dosen/tmn yg lebih paham #InternalControl
29. Komponen yang terakhir nih sob, Monitoring. Pengawasan diperlukan terhadap keempat komponen yang sedang dijalankan. #InternalControl
30. Kalo blm bisa mengawasi diri sendiri dlm belajar, boleh kok minta bantuan orang lain orang tua/teman/pacar mungkin #eh #InternalControl
31. Kenapa pengawasan diperlukan? Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan dari tujuan awalmu Sob! #InternalControl
32. Jadi, mau targetmu terwujud dengan bantuan #InternalControl ? Ambil secarik kertas, tuliskan tujuanmu, lalu ikuti langkah Gogo tadi 😀
33. Ternyata
#InternalControl bisa juga kan dipraktekkan langsung dalam diri kalian Sob? Sekian sharing dari Gogo, semoga bermanfaat :))
34. Pesan Gogo, belajar itu jangan hanya menghafal, tapi pahami dan juga cari manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. #InternalControl
oleh Admin | Agu 31, 2013 | Artikel, Auditing, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Karna byk yg kepo ttg Audit, KAP, Big four dsb. Di sore hari yg cerah ini Mimin bahas “Mana lebih baik : kerja di #KAP kecil atau besar? RT!
1. “Mana lebih baik : kerja di #KAP kecil atau besar?” Pertanyaan ini tdk sekedar masuk akal tp penting dijawab utk yg terobsesi jd Auditor.
2. Kok gitu aja ditanyain Min. Kalo mau ikut pendapat kebanyakan, jawabannya pasti #KAP besar itu lebih baik. Ya bisa jadi itu benar tapi…
3. Menganggap segala sesuatu yg lbh besar pasti lbh baik itu menurut Mimin terlalu gegabah. Mungkin kalian gak nyangka tapi ini fakta. #KAP
4. Di #KAP besar semacam Big 10 atau Big 4 sekalipun yg namanya ‘employee turnover’ tetap ada bahkan cenderung lbh tinggi drpd KAP kecil.
5. Artinya apa? Tdk smua orang cocok bekerja di #KAP besar. Employee turnover = keluar-masuknya pegawai ini jg terjadi di KAP sedang &kecil.
6. Parameter “baik/buruk” cenderung menghasilkan kesimpulan subyektif. So, ketimbang menyimpulkan #KAP besar atau kecil yg lbh baik (cont)
7. ..rasanya lbh rasional kalo kita pertimbangkan terlebih dulu, 5 faktor yg akan Mimin. disebutin satu per satu ini. Smoga bermanfaat. #KAP
8. Pertama, spesialisasi/generalisasi. Secara umum orang Akuntansi bisa dibilang spesialisasi namun ada tingkatannya : tinggi/rendah. #KAP
9. Spesialisasi tinggi » Ingin menguasai jenis pekerjaan atau klien tertentu aja. Misal mjd Tax Specialist yg urus klien Otomotif aja. #KAP
10. Spesialisasi rendah » Cenderung terbuka mempelajari pekerjaan apa aja di bidang akuntansi keuangan dlm berbagai skala &jenis klien. #KAP
11. Misalnya ingin menguasai assurance (audit) kompilasi dgn pajak, business valuation, forensic audit dll utk banking, manufaktur dsb. #KAP
12. Gimana kondisi spesialisasi/generalisasi di masing2 KAP? Kalo ingin spesialisasi tinggi maka di #KAP besar lbh cocok utk kamu pilih Go.
13. Di #KAP besar semisal Big 4, masing2 akuntan cenderung terspesialisasi tinggi. Contoh Mimin yg dlu spesialis klien jenis manufaktur aja.
14. #KAP Big 4 ingin akuntan2 yg bidang keahliannya super-khusus di wilayah terbatas agar output jasa yg dihasilkan berkualitas tinggi.
15. Sedangkan di #KAP kecil dgn jumlah akuntan yg terbatas, spesialisasi mjd tidak mungkin. Akuntan hrs bs mengerjakan semua jenis kerjaan.
16. Jadi kalo kamu ingin scope pekerjaan yg lbh general, lbh luas, berbagai skala & jenis klien justru lbh cocok pilih #KAP yg lbh kecil Go.
17. Kedua, kultur & lingkungan kerja. Terlepas dr skalanya, masing2 #KAP pny kultur berbeda. Ttp ada karakteristik khas yg bedain keduanya.
18. Penyuka lingkungan serba pasti &ketat lbh cocok di #KAP besar. Prosedur diterapkn tanpa kompromi. Pelanggaran yg sepele berakibat fatal.
19. Sebaliknya penyuka lingkungan yg agak longgar, lbh nyaman dgn kebebasan, lbh suka ketidakpastian pilih #KAP kecil lbh cocok bwt mu.
20. Ketiga, jenjang karir/jabatan. Setiap akuntan ingin karir yg cepat &cemerlang. Kalo perlu bs jd partner #KAP dlm 1 thn, hehe. Mngkn aja.
21. Pertanyaannya, di skala #KAP mana jenjang karir lbh lancar & cepat? Di KAP besar sistem penilaian pasti sudah dirancang sedemikian rupa.
22. Di #KAP besar keputusan menaikan jabatan seorang akuntan dr junior ke senior trus ke supervisor ke manager lalu ke partner dsb sistemik.
23. Subyektifitas dlm pengambilan keputusan disini relatif kecil, jenjang karir lbh pasti sesuai kualitas & skill seorang akuntan tsb. #KAP
24. Sedang di #KAP kecil umumnya sistem penilaian kinerja kurang jelas. Subyektifitas keputusan menaikan jabatan seseorang lumayan tinggi.
25. Seolah2 kalo ingin karir cepat bekerjalah di #KAP besar, udah pasti jalan ditempat kalo kerja di KAP kecil. Begitu? Jgn buru2 simpulkan.
26. Ada hal yg sering luput dr perhatian kita Go. Kalo di #KAP besar karena akuntannya banyak maka kompetisinya sangat tinggi. Nah lo, siap?
27. Sebaliknya di #KAP kecil, kompetisi relatif lebih rendah, akan mudah terlihat begitu kamu memberikan kontribusi lebih meski sedikit.
28. Mentorship di #KAP besar lbh rendah drpd KAP kecil. Jgnkan partner, supervisor pun gak pny waktu lbh utk membimbing junior. Pilih mana?
29. Engagement alias penugasan di #KAP besar sudah ditentukan dr pimpinan dgn jelas. Jd kalo mau milih2 penugasan agak sulit. No chance lah!
30. Keempat, remunerasi. Rasanya yg ini gak usah panjang lebar. Kalo gaji & remunerasi jd pertimbangan mu, #KAP besar adl pilihan terbaik.
31. Kelima, target pribadi. Karir gmn pun jg bagian dr kehidupan pribadi. Baik/buruknya karir, sdikit byk berpengaruh ke dlm kehidupan. #KAP
32. Ada orang yg menempatkan prestise bekerja di perusahaan besar, kalo kamu termasuk tipe ini maka bekerja di #KAP besar pilihan yg tepat.
33. Ada orang yg menempatkan kesederhanaan & ketenangan adl segala2nya. Kalo kamu salah satunya, maka bekerja di #KAP kecil akan lbh sesuai.
34. Ada orang yg terobsesi keliling dunia. Klo ini sesuatu yg penting bagimu, maka bekerja di #KAP berskala internasional adl pilihan tepat.
35. Karir adl ttg kita sendiri. Emas murni ttp bersinar meski dlm lumpur. Karir kita akan cemerlang dmn aja klo kita emng cemerlang. Sekian!
Demikian 35 kultweet #KAP dari Mimin hari. Semoga bermanfaat buat menemani #AkuntanJomblo di Sabtu malam, hehe. Bantu RT ya Go! 🙂
Komentar Terbaru