oleh Admin | Apr 9, 2019 | Akuntansi Keuangan, Beranda, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Selamat malam Sobat Gogo dimanapun
kalian berada. Tak terasa kita sudah di penghujung tahun nih. Sebelum tahun
berganti, seperti biasa kamis malam kamu akan di temani kultweet bermanfaat
dari Prodi Akuntansi Keuangan. Are you ready..?
Jika sebelumnya kita membahas tentang
Integrated Reporting (IR), malam ini Gogo akan membahas salah satu pilar dari
IR, yaitu Intellectual Capital.
Pasti sobat gogo penasaran kan ingin
tahu seperti apa Intellectual Capital itu? Nah, untuk menjawab rasa penasaran
dari sobat gogo mengenai Intellectual Capital, yuk simak kultweet malam ini!
Menurut Stahle
et al. (2011), Intellectual Capital
(IC) adalah kajian penelitian baru yang mendapat perhatian cukup besar dari para ahli di berbagai disiplin seiring
dengan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada pengetahuan (knowledge-based economy).
Bontis et al. (2000),
menyatakan bahwa secara umum, para peneliti mengidentifikasi 3 konstruk utama
dari IC, yaitu
- Human Capital (HC)
- Structural Capital (SC)
- Customer Capital (CC)
Menurut
Bontis et al. (2000),
- HC : merupakan kombinasi dari genetic inheritance, education, experience,
and attitude tentang kehidupan dan bisnis yang merepresentasikan individual knowledge stock dari karyawan
di suatu organisasi.
- SC :
meliputi seluruh non-human storehouses of
knowledge dalam organisasi. Contohnya adalah database, organisational charts, process manual, strategies, routines
dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai
materialnya.
- CC : pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customer relationship dimana suatu
organisasi mengembangkannya melalui jalannya bisnis
Di Indonesia, Intellectual
Capital mulai berkembang setelah munculnya PSAK No.19 (revisi 2000) tentang
aktiva tidak berwujud. Di dalam PSAK No.19 dijelaskan bahwa aktiva tidak
berwujud adalah aktiva non-moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak
mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau
menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan
administratif. Kendati tidak dinyatakan secara eksplisit namun dapat
disimpulkan bahwa Intellectual Capital telah
mendapat perhatian yang semakin dominan dan menjadi topik bahasan utama dalam
pemikirian baru terkait dengan perkembangan tentang pemahaman akan capital itu
sendiri, terutama bila dikaitkan dengan aktiva tidak berwujud.
Meskipun telah ditetapkan dalam PSAK No. 19, namun
pada kenyataannya pengungkapan intellactual capital di Indonesia masih
rendah. Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya intellectual
capital dalam menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif
perusahaan dan shareholder value.
Ketika intellectual capital ditingkatkan
pengenalan dan pemanfaatannya secara optimal, maka akan membantu meningkatkan
kepercayaan stakeholder terhadap kelangsungan hidup perusahaan yang dapat
mempengaruhi return saham perusahaan. Sehingga dengan meningkatnya
return saham, investor akan menunjukkan apresiasi yang lebih dengan
berinvestasi pada perusahaan tersebut. Dengan adanya pertambahan investasi
tersebut, juga akan berdampak pada naiknya nilai perusahaan.
Sekian kultweet
kali ini dari Keluarga Akkeu ya Sob. Sampai jumpa tahun depan di topik2 menarik
Akkeu selanjutnya!
Keep Learning, Sharing, and Inspiring! đ
Sumber
:
- Ulum,
Ihyaul, Imam Ghozali & Anis Chariri. 2008. âIntellectual capital dan
kinerja keuangan perusahaan; sebuah analisis dengan pendekatan partial least
squaresâ. Call for paper
Simposium Nasional Akuntansi XI. Ikatan Akuntan Indonesia.
Pontianak.
http://riaupos.co/4854-opini-intellectual-capital-solusi-atasi-perlambatan-ekonomi-global.html#.XAOQ-OJoRdg
Image: td.org
oleh Admin | Des 5, 2013 | Auditing, Beranda, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan

1. Jadi gini Sob, Konsep #fraud triangle pertama kali diperkenalkan oleh Cressey pada tahun 1953.
2. Konsep ini dikenal dengan fraud triangle theory yang muncul ketika Cressey melakukan serangkaian wawancara dg 113 orang…(cont) #fraud
3. …yg telah di hukum karena melakukan penggelapan uang perusahaan yg disebutnya âtrust violatorsâ atau âpelanggar kepercayaanâ. #fraud
4. Kalo #fraud itu bentuk kecurangannya, tapi kalo fraud triangle ini teori yang mendasari seseorang melakukan fraud.
5. Jadi, menurut Cressey setiap #fraud yang terjadi pada perusahaan selalu didasari oleh 3 hal, yaitu…(cont)
7. Kita bahas satu persatu dulu nih sob, dimulai dari tekanan/motif (Incentive)…(cont) #fraud
8. …Tekanan/Motif ini yg mendorong orang melakukan kecurangan krn tuntutan gaya hidup, ketidakberdayaan dlm soal keuangan…(cont) #fraud
9. …perilaku gambling, mencoba-coba untuk mengalahkan sistem dan ketidakpuasan kerja. #fraud
10. Tekanan/motif ini sesungguhnya mempunyai dua bentuk yaitu nyata (direct) dan bentuk persepsi (indirect) #fraud
11. Bentuk nyata (direct) ini adalah kondisi kehidupan nyata yang dihadapi oleh pelaku..(cont) #fraud
12. …seperti kebiasaan sering berjudi, party/clubbing, atau persoalan keuangan. #fraud
13. Berikutnya adalah bentuk Persepsi (indirect) yang merupakan opini yang dibangun oleh pelaku…(cont) #fraud
14. …yang mendorong untuk melakukan kecurangan seperti executive need. #fraud
15. Dalam SAS No. 99, terdapat empat jenis kondisi yang umum terjadi pada tekanan/motif yang dapat mengakibatkan #fraud….(cont)
16. …keempat kondisi tersebut adalah financial stability, external pressure, personal financial need, dan financial targets. #fraud
17. Kita masuk bagian yang kedua nih Sob dalam Fraud Triangle yaitu Kesempatan (Opportunity)…(cont) #fraud
18. … kesempatan yaitu peluang yang menyebabkan pelaku secara leluasa dapat menjalankan aksinya yang disebabkan oleh…(cont) #fraud
19. …pengendalian internal yg lemah, ketidakdisplinan, kelemahan dlm mengakses informasi, tidak ada mekanisme audit & sikap apatis. #fraud
20. Hal yang paling menonjol di sini adalah pengendalian internal. #fraud
21. Pengendalian internal yang tidak baik akan memberi peluang orang untuk melakukan kecurangan. #fraud
22. Menurut SAS No. 99 menyebutkan bahwa peluang/kesempatan pada financial statement fraud dapat terjadi pada tiga kategori…(cont) #fraud
23. …kondisi tersebut adalah nature of industry, ineffective monitoring, dan organizational structure. #fraud
24. Sekarang kita di bagian terakhir nih Sob dalam #fraud triangle, yap Rasionalisasi (Rationalization)…(cont) #fraud
25. … Rasionalisasi menjadi elemen penting dalam terjadinya #fraud, di mana pelaku selalu mencari pembenaran atas perbuatannya.
26. Sikap atau Karakter yg dimiliki pelaku, akan menentukan rasionalisasi atas pembenaran kecurangan yg dilakukan, Contohnya…(cont) #fraud
27. …Bagi mereka yang umumnya tidak jujur, mungkin lebih mudah untuk merasionalisasi penipuan. #fraud
28. Nah Sob! Ketiga faktor td belumlah cukup menjadi perhatian suatu organisasi/psh dlm upaya mencegah/mendeteksi #fraud.
29. Oleh karena itu perlu mempertimbangkan faktor lain, yaitu Individual capability. #fraud
30. Yup, individual capability adalah sifat dan kemampuan pribadi seseorang yang mempunyai…(cont) #fraud
31. …peranan besar yg memungkinkan melakukan suatu tindak kecurangan. #fraud
32. Ya, jadi selain ada tiga elemen yang sudah dibahas ada satu elemen tambahan. Keempat elemen inilah disebut dengan #fraud diamond.
33. Di elemen yang keempat ini, ada beberapa komponen kemampuan (Capability) untuk menciptakan #fraud, yaitu…(cont)
34. …posisi/fungsi, kecerdasan, tingkat kepercayaan diri/ego, kemampuan pemaksaan (coercion skills)…(cont)
35. ..kebohongan yang efektif, dan kekebalan terhadap stres (Immunity to stress). #fraud
36. Dalam #fraud diamond, sifat-sifat dan kemampuan individu memainkan peran utama dalam terjadinya fraud.
37. Banyak kecurangan-kecurangan besar tidak akan terjadi tanpa orang-orang yang memiliki kemampaun individu/capability. #fraud
38. Walaupun peluang/opportunity membuka jalan untuk melakukan #fraud, dan insentif dan rasionalisasi dpt menarik orang ke arah itu…(cont)
39. …tapi seseorang harus memiliki kemampuan untuk melihat celah melakukan #fraud sebagai kesempatan…(cont)
40. …dan untuk mengambil keuntungan dari itu, tidak hanya sekali, tetapi terus menerus. #fraud
41. Dengan demikian, #fraud itu terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukannya…(cont)
42. …tekanan dan rasionalisasi yang membuat orang mau melakukannya dan kemampuan individu yang mampu merealisasikannya #fraud.
43. Jadi gimana sob pembahasan kita malam ini? Udah pada paham kan. Semoga bermanfaat ya Sob. #fraud
Komentar Terbaru