oleh Admin | Okt 18, 2016 | Akuntansi Keuangan, Artikel, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Kali ini dari tim Akuntansi Keuangan akan membahas tentang Akuntansi Multinasional, khususnya Transaksi mata uang asing (foreign currency transactions) yang merupakan aktivitas ekonomi yang dinyatakan dalam mata uang selain dari mata uang pencatatan suatu entitas. Transaksi mata uang asing perusahaan Indonesia meliputi penjualan, pembelian, dan transaksi lain yang menimbulkan perpindahan mata uang asing atau pencatatan mata uang asing yang didenominasikan—yaitu nilainya akan dilunasi dalam mata uang asing.
Dikarenakan sebagian besar perusahaan di Indonesia menggunakan mata uang rupiah sebagai mata uang pelaporan keuangan, maka transaksi dalam mata uang lain harus disajikan kembali dalam (setara) rupiah sebelum dicatat di pembukuan dan dimasukkan dalam laporan keuangan perusahaan.
Kurs Langsung dan Kurs Tidak Langsung
Kurs Langsung
Kurs langsung (direct exchange rate-DER) dalah banyaknya mata uang lokal (local currency units—LCUs) yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing (foreign currency unit-FCU).
Cara menghitung Kurs langsung:
DER = (nilai setara rupiah) / (1 FCU)
Kurs Tidak Langsung
kurs tidak langung (indirect exchange rate-IER) adalah banyaknya mata uang asing (foreign currency unit-FCU) untuk mendapatkan satu unit mata uang lokal.
Cara menghitung Kurs langsung:
IER = (1 FCU) / (nilai setara rupiah)
Perubahan Kurs
Perubahan kurs mengacu pada semakin menguat atau melemahnya suatu mata uang dibandingkan dengan mata uang yang lain.
Perlu diingat bahwa:
|
Menguatnya Rupiah
|
Melemahnya Rupiah
|
|
Lebih sedikit mata uang rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
|
Lebih banyak mata uang rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
|
| Satu rupiah memperoleh lebih banyak mata uang asing |
Satu rupiah memperoleh sedikit unit mata uang asing |
Untuk menentukan nilai setara rupiah, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Nilai setara rupiah = unit mata uang asing × kurs langsung
Contoh: Rp 250.000.000 = $ 25.000 x Rp 10.000
Sedangkan untuk menentukan setara mata uang asing, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Nilai setara mata uang asing = Unit rupiah Indonesia × kurs tidak langsung
Contoh: 10.700 = Rp 100.000.000 x $ 0,0001070
- Kurs Tunai (Spot Rate); Merupakan kurs yang digunakan dalam penyerahan segera suatu mata uang
- Kurs Sekarang (Current Rate); Merupakan kurs tunai pada tanggal neraca
- Kurs Masa Depan (Forward Exchange Rate); Merupakan kurs untuk pertukaran mata uang di masa mendatang
Contoh soal:
Pada 1 januari 2016 suatu perusahaan Indonesia memperoleh €5.000 dari bank untuk digunakan dalam pembelian barang di masa depan suatu perusahaan Jerman. Kurs langsung sebesar Rp 14.200= €1; sehingga perusahaan membayar bank sebesar Rp 71.000.000 untuk €5.000, dengan perhitungan sebagai berikut.
Nilai setara dolar AS = Unit mata uang asing × kurs langsung
Rp71.000.000 = €5.000 x Rp 14.200
Jurnal yang diperlukan:
1 januari 2016
Unit Mata Uang Asing 71.000.000
Kas 71.000.000
Kurs langsung mengalami penurunan pada 1 Juli 2016, yakni €1 = Rp14.100, hitung rugi transaksi mata uang asing dan buat jurnalnya.
Jawab:
Nilai setara dolar dari €5.000 pada 1 Januari:
€5.000 x Rp14.200 Rp 71.000.000
Nilai setara dolar dari €5.000 pada 1 Juli:
€5.000 x Rp14.100 Rp 70.500.000
Kerugian transaksi mata uang asing Rp 500.000
*Jurnal 1 Juli 2016
Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 500.000
Unit Mata Uang Asing (€) 500.000
Sekian materi mengenai Akuntansi Multinasional kali ini, Sob. Semoga bermanfaat ya!
Keep learning, sharing, inspiring…
oleh Admin | Okt 13, 2016 | Akuntansi Keuangan, Artikel, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Setelah malang melintang mendalami berbagai perkembangan ilmu akuntansi, malu dong kalau Sobat Gogo sampai lupa urut tahapan #SiklusAkuntansi yang benar. Atau bahkan lupa yang gimana sih #SiklusAkuntansi itu? Apa sih input dan output akuntansi? Yuk langsung aja kita bahas.
Proses akuntansi selama satu periode akutansi lazim disebut #SiklusAkuntansi. Input akuntansi berupa transaksi, yaitu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan dan yang menyebabkan terjadinya perubahan di elemen-elemen persamaan akuntansi. Peristiwa bisnis yang tidak memenuhi persyaratan sebagai transaksi tidak diproses oleh akuntansi. Oleh karena itu, tahap pertama akuntansi adalah mengidentifikasi apakah suatu peristiwa bisnis merupakan transaksi atau non-transaksi. Selanjutnya, perusahaan mengukur transaksi tersebut menggunakan satuan moneter sebagai alat ukurnya.
Output akuntansi adalah informasi keuangan. Output akuntansi yang banyak dikenal adalah berupa laporan keuangan (financial statements) yang terdiri dari 4 macam. Sobat Gogo pastinya sudah hapal di luar kepala dong..
1. Laporan Laba/Rugi
2. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
Seperti manusia yang memanfaatkan tanggal 31 Desember atau tanggal lahir sebagai saat untuk evaluasi diri, begitupun perusahaan membagi umurnya ke dalam periode-periode untuk mengetahui kondisi dan mengevaluasi kinerja perusahaan. Oleh karena itu, akuntansi menganut prinsip periodisasi (periodicity), yaitu membagi kegiatan ekonomi perusahaan menjadi periode-periode.
Pada dasarnya satu periode akuntansi dapat ditetapkan sesuai kebutuhan perusahaan dan pihak berkepentingan, Sob. Satu periode akuntansi umumnya adalah satu tahun kalender yang dimulai 1 Januari dan berakhir 31 Desember. Beberapa perusahaan menggunakan periode akuntansi yang lebih panjang atau lebih pendek menyesuaikan dengan satu siklus operasinya.
Nah ini nih yang penting.. berdasarkan waktunya, satu #SiklusAkuntansi keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua sub-siklus yaitu sub-siklus akuntansi selama periode berjalan dan sub-siklus akuntansi pada akhir periode.
Sub-siklus akuntansi selama periode berjalan meliputi fungsi pengidentifikasian, pengukuran, penjurnalan, dan pemindah-bukuan. Sementara itu, sub-siklus akuntansi akhir periode meliputi beberapa fungsi yang dapat dikategorikan sebagai aktivitas pencatatan dan aktivitas penyusunan informasi keuangan. Berikut urut tahapan #SiklusAkuntansi yang benar, Sob.
Periode Berjalan
– Pengidentifikasian Transaksi
– Pengukuran Transaksi
– Pencatatan Jurnal (Penjurnalan)
– Pencatatan Buku Besar (Pemindah-bukuan)
Akhir Periode
– Penyusunan Laporan
– Pembuatan daftar saldo sebelum penyesuaian
– Pencatatan penyesuaian (adjusting entries) dan pengoreksi (correcting entries)
– Pembuatan daftar saldo setelah penyesuaian
– Penyusunan Laporan Laba/Rugian,
– Pencatatan penutup (closing entries)
– Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Posisi Keuangan, dan Laporan Arus Kas
– Pencatatan pembalik (reversing entries)
Selama perioda berjalan, akuntan mencatat transaksi-transaksi yang terjadi di perusahaan. Sedangkan pada akhir periode akuntansi, perusahaan dimaksudkan untuk membuat laporan keuangan. Kemudian akuntan menyiapkan akun-akun untuk mencatat transaksi pada periode berikutnya. Demikianlah berulang hingga kita sebut suatu #SiklusAkuntansi.
Sudah kembali ingat kan sob apa itu #SiklusAkuntansi dan urut tahapannya yang benar? Ingat ingat selalu ya sob! Keep Learning, Sharing, and Inspiring!
oleh Admin | Sep 24, 2016 | Akuntansi Keuangan, Artikel, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Obligasi merupakan salah satu jenis dari instrument utang jangka panjang (Long-term Liability). Pada pembahasan kali ini, akan diuraikan mengenai obligasi dan gambaran umum tentang obligasi
Sobat gogo pastinya sering mendengar tentang hutang dan bagaimana mekanisme penerbitan hutang serta pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi hutang. Obligasi sendiri tergolong dalam instrument hutang dimana jangka waktunya lebih dari 1 tahun pelunasannya.
Obligasi seringkali disebut juga sebagai Surat Utang. Atau jika sobat gogo pernah membaca atau mendengar berita dari luar negeri, Obligasi dapat dikatakan juga sebagai Bonds. Obligasi merupakan salah satu efek yang diperdagangkan di Pasar Modal layaknya saham. Dengan mengambil acuan kata Surat Utang, maka sobat gogo akan lebih mudah memahami tentang Obligasi. Ya, dari kata-kata Surat Utang tersebut dapat diartikan bahwa Perusahaan memperoleh pinjaman dari Investor dan Investor akan mendapatkan bukti berupa Surat yang disebut Surat Utang atau Obligasi. Lebih menariknya lagi Surat Utang tersebut dapat diperjualbelikan di Pasar Modal. Hutang yang dapat diperjualbelikan, menarik bukan?
Dalam obligasi dikenal namanya Nilai Nominal dan Bunga Kupon. Nilai nominal atau nilai pari adalah nilai yang menunjukkan jumlah yang harus dibayar perusahaan pada waktu obligasi jatuh tempo. Sedangkan tingkat bunga kupon obligasi menunjukkan sejumlah prosentase tertentu yang harus dibayarkan secara periodik kepada pemegang obligasi.
Untuk mendanai aktifitas perusahaan, pada umumnya perusahaan akan menerbitkan saham atau obligasi. Tapi apakah sobat gogo tahu, kalau sebenarnya ada keunggulan jika perusahaan menerbitkan obligasi dari pada saham yaitu:
- Obligasi tidak mempunyai hak suara.
- Penghematan beban pajak
- Earning per Share (EPS) kemungkinan menjadi lebih besar
Obligasi juga punya beberapa ciri-ciri yang berbeda tergantung jenis obligasinya. Berikut ini beberapa jenis obligasi yang umumnya di terbitkan perusahaan:
- Secured Bond adalah obligasi yang dijamin pelunasannya dengan assets tertentu. Lawannya Unsecured Bond (Debenture Bonds)
- Term Bond adalah obligasi yang tanggal jatuh tempo untuk pembayaran pada tanggal tertentu dimasa yang akan datang dan Serial Bond dimana pelunasannya dilakukan dengan angsuran
- Registered Bond adalah obligasi yang penerbitannya atas nama pemilik obligasi. Dan lawannya adalah Bearer Bond.
- Convertible Bond adalah obligasi yang dapat di konversikan menjadi saham biasa
- Callable Bond adalah obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
Untuk sobat gogo ketahui bahwa #obligasi sendiri ada perlakuan akuntansinya loh dalam hal penerbitan obligasi. Apa aja ya? Jadi obligasi bisa saja diterbitkan oleh perusahan pada Nilai Nominal (at Par Value/Face Value), dibawah nilai nominal (Discount), dan atau diatas nilai nominal (Premium).
#Obligasi yang diterbitkan pada nilai nominalnya memiliki tingkat bunga kupon dan tingkat bunga pasar yang sama. Sedangkan obligasi yang diterbitkan dibawah nilai nominal (Discount), tingkat bunga nominalnya lebih kecil dari pada tingkat bunga pasar dan sebaliknya kalau perusahaan menerbitkan obligasi dimana lebih besar dari nilai nominalnya (Premium) maka tingkat bunga nominalnya akan lebih besar dari tingkat bunga pasar.
Oh iya jika perusahaan sudah mempunyai cukup dana, biasanya perusahaan akan melunasi obligasi yang diterbitkannya loh bahkan disaat obligasi tersebut belum jatuh tempo. Kalau yang sobat gogo tahu selama ini pelunasannya hanya bisa dengan uang tunai, ternyata kenyataannya perusahaan bias melunasi obligasi tersebut dengan menerbitkan saham juga, keren kan?
Kalau sobat gogo masih penasaran mengenai obligasi, sobat gogo bisa cari materinya lewat buku referensi akuntansi keuangan yang sub-Babnya membahas tentang obligasi karena perlu pemahaman mendalam tentang obigasi, sebab obligasi merupakan salah satu sumber pendanaan utama bagi perusahaan, terutama perusahaan publik di Indonesia
So, Keep learning, sharing, and inspiring!
oleh Admin | Sep 24, 2016 | Akuntansi Keuangan, Artikel, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Sobat gogo pastinya sudah tau kan apa itu laporan keuangan? Laporan keuangan adalah catatan informasi akuntansi suatu perusahaan dalam periode akuntansi dan digunakan untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan. Nah, pasti sobat gogo juga udah pada tau kan komponen apa aja yang ada dalam laporan keuangan? Yap, diantaranya yaitu ada neraca, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Untuk kali ini kita akan fokus pada Laporan arus kas.
Sebelumnya, kita harus tau dulu apa sih laporan arus kas itu? LAK atau laporan arus kas itu merupakan bagian dari laporan keuangan perusahaan di periode tertentu yang isinya berupa arus kas masuk dan arus kas keluar dari perusahaan.
Belum lengkap dong kalo kita tau definisi tanpa tau manfaatnya, nah manfaat dari LAK itu antara lain:
- Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas pada masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya.
- Laporan arus kas menjadi alat pertanggung jawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.
- Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas).
Dalam pelaporan arus kas, terdapat dua metode yang bisa digunakan, yang pertama ada metode langsung, yaitu pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap (gross) dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan. Sedangkan yang kedua, yaitu metode tidak langsung, itu dimulai dengan laba rugi periode berjalan dan menyesuaikan laba rugi tersebut dengan transaksi non kas, akrual, dan tangguhan dari pos yang penghasilan atau pengeluaran dalam aktivitas investasi dan pendanaan.
Langkah-langkah dalam Menyiapan Laporan Arus Kas
- Neraca Komparatif yang menyajikan jumlah perubahan aktiva dan kewajiban dan ekuitas dari awal hingga akhir periode;
- Laporan L/R periode berjalan berisi data yang membantu pembaca menemukan jumlah kas yang diterima dari atau di gunakan oleh operasi selama periode berjalan;
- Data transaksi tertentu dari buku besar umum memberikan infromasi tambahan terinci yang dibutuhkan untuk menentukan bagaimana kas diterima dan digunakan selama periode berjalan.
Gimana sob pemaparan mengenai Laporan Arus Kas nya? Cukup mudah dipahami bukan? Semoga ilmu yang kita pelajari ini bermanfaat ya sob!
Keep learning, sharing and inspiring!
oleh Admin | Sep 9, 2016 | Akuntansi Keuangan, Artikel, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Oleh: Tim Prodi Akuntansi Keuangan
Setelah banyak mempelajari aktivitas dan transaksi akuntansi, selanjutnya akan dibahas hal yang lebih luas dan yang juga penting, yakni ‘sistem’ nya akuntansi. Lebih dalam lagi yaitu tentang Sistem Informasi Akuntansi atau yang biasa disingkat SIA.
Sistem adalah rangkaian dari beberapa komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan serangkaian komponen yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk merubah data akuntansi menjadi informasi akuntansi yang disediakan bagi para pemakainya untuk mengambil keputusan.
Sederhananya, bisa dikatakan bahwa SIA itu meliputi pemrosesan data akuntansi/data processing dengan pemanfaatan teknologi informasi. Prosesnya dimulai dari input data-data transaksi/aktivitas akuntansi, diolah dengan SIA , hingga menjadi informasi akuntansi berupa laporan keuangan yang siap guna.
Para pemakai informasi akuntansi antara lain ada pemakai intern seperti manajer. Ada pula pemakai ekstern yang mencakup pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pemasok, pesaing, dan masyarakat keseluruhan.
Komponen-komponen di dalam SIA terdiri dari 5 (lima) komponen yang bisa disingkat menjadi ‘PRODITS’: Prosedur, Orang-orang, Data, Infrastruktur Teknologi Informasi, dan Software.
- Prosedur. Prosedur dalam SIA seperti mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi ini bisa dilakukan manual ataupun terotomatisasi.
- Orang-orang, diperlukan sebagai pelaku pengoperasi sistem.
- Data, sebagai input awal dalam SIA, yang kemudian diolah.
- Infrastruktur Teknologi Informasi, seperti komputer, peralatan pendukung, dan peralatan komunikasi jaringan, dan
- Software/perangkat lunak untuk memproses data organisasi.
Kelima komponen ini saling bersinergi untuk memenuhi ketiga peran SIA, diantaranya:
- Mengumpulkan dan menyimpan data aktivitas organisasi, sumber daya terpengaruh, dan para pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut, agar pihak manajemen dan pihak berkepentingan lainnya dapat me-review kembali bila dibutuhkan.
- Mengubah data menjadi informasi berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
- Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan data tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.
Data dan informasi adalah aset yang paling penting bagi organisasi. Sehingga pengendalian SIA yang baik dan efektif menjadi krusial bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.
Sekian pembahasan kali ini mengenai Sistem Informasi Akuntansi. Semoga Bermanfaat ya, Sob!
Keep learning, sharing, and inspiring….
oleh Admin | Mei 12, 2016 | Akuntansi Keuangan, Artikel, Direktorat Pendidikan dan Pelatihan
Oleh: Aisyah Aulia Vianida, Arif Swandaru, Ria Guslimawati, Ivana Purnamasari, Hardianty Munawir
Pada dasarnya dalam dunia bisnis perusahaan pasti pernah terlibat dalam situasi dimana terjadi ketidakpastian. Hal ini bisa berupa kewajiban untuk mentransfer kas atau aset yang lain telah timbul atau berapa jumlah yang akan diminta untuk melunasi suatu kewajiban. Contoh ketidakpastian misalnya ada perusahaan yang terkena kasus hukum, tapi pada 31 Desember atau saat tutup buku belum jelas apakah perusahaan harus membayar denda atau terbebas dari tuntutan. Adanya ketidakpastian seperti contoh di atas membuat perusahaan harus membuat sebuah provisi atau kontinjensi. (lebih…)
Komentar Terbaru