IAI dan ICAEW Siap Dukung Pelaksanaan Munas IV KJAI

IAI dan ICAEW Siap Dukung Pelaksanaan Munas IV KJAI

Oleh: Aisyah Aulia Vianida

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan The Institute of Chartered of Accountants in England and Wales (ICAEW) siap mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional ke-4 Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) yang akan diselenggarakan pada Kamis-Minggu, 11-14 Agustus 2016 mendatang di Semarang, Jawa Tengah. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Head of ICAEW Denny Poerhadiyanto dan Executive Director IAI Elly Zarni Husin saat menerima kunjungan dari KJAI pada Senin, 13 Juni 2016 di Gedung IAI yang berlokasi di  Jl. Sindanglaya No. 1 Menteng Menteng Jakarta Pusat.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Director of Communications and Marketing IAI Edwart Tanujaya dan Manager of Communications and Marketing IAI Eko Lutfianto berlangsung sekitar tiga jam dengan pembahasan terkait dukungan IAI dan ICAEW terhadap KJAI sebagai komunitas pada bidang pendidikan akuntansi. IAI dan ICAEW berharap dapat menjadikan KJAI sebagai mitra untuk bersinergi dalam pengembangan profesi akuntansi terutama bagi kalangan muda.

IAI dan ICAEW juga bersedia menjadi pembicara dalam diskusi panel mengenai perkembangan profesi akuntan. Hal ini disampaikan langsung oleh Denny Poerhadiyanto yang juga mengusulkan pelaksanaan mock exam ujian sertifikasi Chartered Accountant (CA) untuk seluruh peserta baik pengurus maupun non-pengurus. Ujian ini dapat diselenggarakan selama dua jam. Peserta terbaik akan mendapatkan hadiah dari ICAEW.“Ujian ini ditujukan untuk mempersiapkan akuntan muda yang berkualitas,” terang Denny. IAI juga bersedia menyelenggarakan seleksi beasiswa CA sebagai salah satu rangkaian kegiatan Munas IV.

Jelang Munas IV, KJAI Lakukan Kunjungan ke IAI Pusat

Jelang Munas IV, KJAI Lakukan Kunjungan ke IAI Pusat

Oleh: Aisyah Aulia Vianida

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) melakukan kunjungan ke Gedung Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang terletak di Jl. Sindanglaya No. 1 Menteng Menteng Jakarta Pusat. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Musyarawarah Nasional (Munas) KJAI ke-4 yang akan dilaksanakan pada Kamis-Minggu, 11-14 Agustus 2016 mendatang, berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Kehadiran KJAI yang dipimpin oleh Founder sekaligus Direktur KJAI Fadly Alwahdy diterima langsung oleh Director of Communications and Marketing IAI Edwart Tanujaya, Manager of Communications and Marketing IAI Eko Lutfianto, Executive Director IAI Elly Zarni Husin, dan Head of The Institute of Chartered of Accountants in England and Wales (ICAEW) Denny Poerhadiyanto.

Agenda hari itu membahas mengenai rencana kerjasama IAI dan ICAEW dengan KJAI guna mendukung pelaksanaan Munas ke-4 KJAI tahun ini. IAI dan ICAEW menyataan kesediaannya menjadi pembicara diskusi panel mengenai perkembangan profesi akuntan.

Denny Poerhadiyanto dalam pertemuan ini turut menyampaikan pentingnya akuntan yang berkualitas di era yang penuh dengan tantangan seperti saat ini. “Indonesia bukan kekurangan akuntan, melainkan kekurangan akuntan yang berkualitas,” ujarnya. Akuntan Indonesia tidak boleh kalah bersaing dengan akuntan dari negara tetangga. Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar dan penduduk terbanyak di kawasan ASEAN harus bisa memanfaatkan momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk membawa dampak yang baik bagi negara ini sendiri, bukan sekadar menjadi pasar bagi negara lain. Sertifikasi bagi akuntan merupakan salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan oleh akuntan Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya.  Namun, sangat disayangkan bahwa generasi muda di Indonesia belum menyadari akan pentingnya sertifikasi profesional. Padahal dengan adanya sertifikasi profesional, keahlian kita akan diakui di berbagai negara.

Selamat Datang di Serang, Peserta Munas III KJAI…

Selamat Datang di Serang, Peserta Munas III KJAI…

Munas IIIPagi ini kota Serang nampak cerah, seperti menyambut kedatangan para akuntan muda dan mahasiswa akuntansi dari seluruh Indonesia. Ya, pagi ini rencananya Musyawarah Nasional Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (MUNAS KJAI) ke-3 akan dibuka.

“Insya Allah MUNAS pagi ini akan resmi dibuka oleh Direktur KJAI…” jelas Nuraeni, Koordinator KJAI Chapter Banten sekaligus Steering Committee acara akbar ini.

Tampak pagi ini peserta MUNAS III KJAI sudah memulai aktivitas dengan melakukan senam pagi bersama di lapangan Wisma PKPRI Serang yang menjadi pusat lokasi acara ini. “Akuntan muda itu harus rajin olah raga biar badan sehat walau sering lembur he he he…” seloroh Ikhlas Ul Aqmal, peserta dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Tak hanya Ikhlas dari ujung Timur Indonesia, ada banyak peserta yang telah hadir di lokasi MUNAS III KJAI. “Saya sangat terharu dengan perjuangan Sobat KJAI yang luar biasa… Jauh-jauh dari Padang, Pekan Baru, Bandar Lampung, Cilegon, Serang, Rangkasbitung, Tangerang, Jakarta, Depok, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Selayar, Makassar hingga Manado… Semua meluangkan waktu untuk hadir disini… Pertama ketemu mereka saya bawaannya mau meluk satu-satu… Bangga!” ungkap Fadly Alwahdy, Direktur KJAI, penuh haru.

Banyak kisah perjuangan mereka hingga bisa sampai di kota Serang untuk ikut MUNAS III KJAI ini. Ada yang datang dengan bus, kereta api, kapal laut hingga pesawat terbang. Mau tau lebih lanjut? Simak liputan berita selanjutnya ya Sob… Ditunggu di Serang pagi ini…!!! #FlyMeToMunas3

Ratusan Akuntan Muda Serbu Kota Serang Akhir Pekan Ini!

Ratusan Akuntan Muda Serbu Kota Serang Akhir Pekan Ini!

Munas3[1]Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) kembali akan menggelar hajatan besarnya, yakni Musyawarah Nasional (MUNAS) untuk yang ketiga kalinya. Dengan mengusung tema ‘Get the Spesial Moment with Togetherness to Achieve a Productive Community’, acara ini akan dihadiri para Akuntan Muda dan Mahasiswa Akuntansi dari berbagai kota di penjuru Indonesia.

Fadly Alwahdy, Direktur KJAI, dalam jumpa persnya saat Gladi Resik hari Minggu, 13 September 2015 lalu mengatakan MUNAS III KJAI akan resmi dibuka pada hari Jum’at, 18 September 2015 bertempat di Wisma Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia Serang, Banten. “Insya Allah acara MUNAS KJAI yang ketiga akan berlangsung akhir pekan ini di Serang, Banten.” ujar alumni Universitas Airlangga yang saat ini berkarir sebagai Akuntan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Seperti kita ketahui, MUNAS KJAI merupakan acara tahunan yang diadakan komunitas akuntan muda dan mahasiswa akuntansi terbesar di Indonesia ini. Sebelumnya MUNAS I diadakan di Jakarta tanggal 16-17 Agustus 2013 kemudian MUNAS II diadakan di Bandung tanggal 5-7 September 2014 dan MUNAS III akan diadakan di Serang tanggal 17-20 September 2015.

Nuraeni, Koordinator KJAI Chapter Banten yang juga selaku Steering Committee MUNAS III KJAI, mengatakan acara ini akan menjadi momen bersejarah karena salah satu agenda utamanya adalah menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). “Sebagai putri asli Banten, saya bangga karena kota Serang akan dikenang sebagai kota ditetapkannya AD/ART komunitas kita tercinta.” ungkap freshgraduate Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini dengan senyum bahagia.

Selain membahas AD/ART, agenda MUNAS III KJAI juga akan membahas perangkat organisasi lainnya seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan menjadi pedoman teknis dalam menjalankan roda organisasi. “Ada beberapa SOP yang akan ditetapkan di MUNAS III KJAI ini, misalnya Kesekretariatan, SOP Keuangan dan Pelaporan serta masih banyak yang lainnya. Kurang lebih ada 8 SOP. Draft-nya sudah ada, tinggal kita tetapkan bersama dalam sidang.” sambung Ade Yulianti Hasibuan, alumni Universitas Negeri Jakarta yang sekarang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wakil Direktur Bidang Operasional KJAI ini.

Agenda MUNAS III KJAI ini juga akan menghadirkan pembicara hebat yang akan memberikan materi spektakuler berjudul ‘IT Governance What Should Accountant Know?!’. Pembicara tersebut adalah Bapak Armanto Witjaksono, SE., MM., Ak., CA., QIA. seorang Akademisi dari Universitas Bina Nusantara yang juga Internal Auditor Bank of Tokyo Mitsubishi. Belum banyak akuntan muda yang memahami bidang IT Governance ini.

MUNAS III KJAI tentu juga akan menjadi ajang mempererat persahabatan antar pengurusnya, selain mata acara seputar perangkat organisasi dan keilmuan, juga banyak sesi khusus yang dijamin bakal berkesan buat siapa saja yang mengikutinya. Wanda Nur Abdullah, Ketua Pelaksana MUNAS III KJAI mengatakan panitia sudah menyiapkan semaksimal mungkin buat agenda tahunan ini. “Mohon doanya dari Sobat Gogo semua, semoga MUNAS III KJAI berjalan lancar.” tutup Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini penuh harap.

Semoga MUNAS III KJAI berjalan sukses dan memberikan manfaat untuk kemajuan bersama! Sampai jumpa di Serang ya Sob…. #FlyMeToMunas3 #SukseskanMunas3 #AyoSerangMunas3

Pemilu, Peran Akuntan Jadi Krusial

CrKwGU4R9COkezone.com – Penyelenggaraan Pemilu 2014, baik Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), merupakan ajang terbaik untuk membuktikan pentingnya transparansi dan good governance dalam kehidupan bernegara.

Oleh karena itu, Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI) Dwi Setiawan mengatakan, semakin berperan di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Hampir tidak ada lagi sektor-sektor yang tidak membutuhkan akuntan profesional dalam menjalankan aktivitasnya.

Mulai dari sektor private, sektor publik, LSM, Nirlaba, dan banyak lagi, semuanya membutuhkan akuntan profesional dalam memastikan going concern-nya.

“Dengan karakteristik yang dimiliki akuntan, dia bisa menjadi aset bangsa dengan menjadi pengawal transparansi, yang akan memastikan proses politik Indonesia berjalan transparan, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (27/5/2014).

“Dengan demikian, rakyat mendapatkan gambaran yang seutuhnya dari calon pemimpin masa depan mereka. Pemilu yang seperti ini akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas yang akan membawa bangsa ini keluar dari berbagai permasalahan di masa depan,” tambahnya.

Menurutnya, calon pemimpin yang mengerti dan bisa mengakomodir aspek-aspek yang akan mendapat dukungan riil dari konstituen pemilihnya. Artinya, dukungan publik itu diberikan secara sadar karena publik mengerti kualitas calon pemimpin yang didukungnya.

Dengan demikian, publik akan menghargai proses yang nanti akan berlangsung setelah sang capres terpilih, dalam rangka membawa bangsa ini menuju cita-citanya.

“Ini merupakan langkah maju bagi penerapan good governance dan transparansi di Indonesia. Dan diharapkan ke depan, kondisi ini akan terus berkembang yang akhirnya akan membawa Indonesia menerapkangood governance dalam bentuk paling ideal,” tutur dia.

Pemerintah perlu mengakomodir lebih banyak nilai-nilai keterbukaan dan transparansi, aspek pelaporan yang baik, termasuk mengakomodir semakin banyak akuntan profesional yang dilibatkan dalam setiap proses mencapai itu. Hanya dengan itulah Indonesia akan memiliki pelaporan yang baik. Dan pelaporan yang baik akan mengarahkan pengambil keputusan menghasilkan keputusan yang benar.

5 Syarat Presiden RI Versi Para Akuntan

MEkVfZvaR8Okezone.com – Enam pekan sebelum penyelenggaraan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, rakyat Indonesia dihadapkan pada dua pilihan sulit, setelah dua pasang capres atau cawapres dideklarasikan. Sejauh ini, keduanya dianggap sebagai calon-calon terbaik yang akan memimpin bangsa ini setidaknya untuk lima tahun ke depan.

Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI) Dwi Setiawan mengatakan, arena Pemilu 2014, baik Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), merupakan ajang terbaik untuk membuktikan pentingnya transparansi dan good governance dalam kehidupan bernegara.

“Apalagi tahun ini, pelaporan dana kampanye ini semakin komprehensif dengan melibatkan seluruh peserta Pemilu, baik Pileg maupun Pilpres,” katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (27/5/2014).

Karena itu, IAI mendorong beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para capres atau cawapres sebelum mereka bertarung dalam arena pesta demokrasi terakbar tahun ini. Persyaratan itu adalah, yang pertama berintegritas yang dibuktikan dengan rekam jejak yang bersih dan transparan.

Kedua, berkomitmen pada kemajuan ekonomi bangsa yang dilandaskan pada aspek keterbukaan dan akuntabilitas publik. Ketiga, mendukung penerapan good governance di berbagai bidang.

Keempat, mendukung penerapan akuntabilitas publik di seluruh lembaga negara dan pemerintahan, dan yang kelima berkomitmen pada setiap upaya pemberantasan korupsi, termasuk pada upaya pelaporan yang baik dari semua entitas.

Harus diakui, hampir semua sektor di Indonesia membutuhkan peningkatan peran aspek good governance. Peningkatan yang terjadi di sektor publik akhir-akhir ini, telah meningkatkan jumlah SKPD yang mendapat opini WTP dari BPK.

Menurut Dwi, good governance yang baik akan menyebabkan pengelolaan ekonomi negara ini makin efisien dan efektif. Aspek lanjutannya adalah pada turunnya biaya ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat semakin dekat untuk dicapai.

“Ini berarti semakin banyak SKPD yang mampu mengelola pelaporannya dengan baik. Namun harus diakui, pemerintah mendatang masih punya PR terkait upaya peningkatan aspek good governance dan transparansi ini,” tukas dia.

Skip to toolbar