Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia Indonesia (KJAI) Chapter Jawa Tengah: Meet Up Bersama Dewan Penasehat KJAI dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi

a

Dalam rangka mewujudkan hubungan baik dengan pihak eksternal, pada Sabtu (21/10) Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia Indonesia Chapter Jawa Tengah menyelenggarakan acara Temu dan Diskusi bersama Dewan Penasehat KJAI dan HMJA. Acara yang diselenggarakan di kawasan Kota Lama Semarang ini dihadiri oleh Ibu Ersa Tri Wahyuni, M.Acc., CA, CPSAK., CPMA selaku anggota DSAK IAI sekaligus merupakan Dewan Penasehat KJAI, Ibu Provita Wijayanti SE., M.Si., Ak., CA selaku Anggota IAI Jawa Tengah dan perwakilan HMJA dari 6 Universitas di Semarang yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Islam Sultan Agung. Tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah menjalin kerjasama antara HMJA dan Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia dalam hal penyelenggaraan acara dan publikasi.

Acara diawali dengan sambutan oleh project officer dan Koordinator Chapter Jawa Tengah yang kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia kepada seluruh perwakilan HMJA yang hadir. Pada sesi pengenalan, Koordinator Chapter menjelaskan bagaimana sejarah terbentuknya Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia serta beberapa kegiatan yang telah dilakukan Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia hingga sekarang. Pada sesi ini, Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia mendapatkan respon positif dari peserta kegiatan melihat banyaknya pertanyaan mengenai kegiatan yang sudah dilakukan.

Sesi selanjutnya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia yang diwakili oleh Koordinator Chapter sebagai pihak pertama dan perwakilan HMJA sebagai pihak kedua. Sebelum penandatanganan, dibacakan terlebih dahulu secara garis besar isi dari MoU di depan Dewan Penasehat KJAI, anggota Komunitas @JagoAkuntansi, dan perwakilan HMJA yang hadir pada malam itu. Beberapa pertanyaan teknis sempat diajukan mengenai isi dari MoU, namun secara keseluruhan kedua belah pihak menyetujui keseluruhan isi dari MoU. Penandatangananan dilakukan dihadapan Bu Ersa selaku Dewan Penasehat Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia.

bSetelah penandatanganan selesai, seluruh tamu undangan yang hadir menikmati santap malam yang telah disediakan. Beberapa peserta dari Universitas berbeda terlihat mengobrol bertukar pikiran. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan diselenggarakan acara Temu dan Diskusi, yaitu menjalin keakraban baik antara Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia dan HMJA maupun antara para HMJA itu sendiri.

Seusai santap malam, sebagai acara puncak, Bu Ersa berbagi pengalaman mengenai masa mudanya dan bercerita tentang pengalaman beliau sewaktu kuliah di Indonesia hingga mendapatkan beasiswa Luar Negeri. Semua yang hadir terlihat sangat antusias dan termotivasi dengan cerita yang disampaikan oleh beliau. Beberapa pertanyaan juga diajukan kepada Bu Ersa, dari bagaimana strategi untuk mendapatkan beasiswa Luar Negeri hingga seputar pengalaman beliau selama menjadi Akuntan.

Acara berakhir pada pukul 10.00 WIB. Kesan dan Pesan disampaikan oleh perwakilan HMJA setiap Universitas, diharapkan hubungan antara Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia dan HMJA dapat berlangsung dengan baik, tidak hanya selama periode berlakunya MoU, namun juga setelah itu. Acara berlangsung meriah dan sukses digelar kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh perwakilan HMJA, anggota Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia Chapter Jawa Tengah, Bu Ersa dan Bu Provita.

 

Tax Essay & Short Story Competition 2016 by KJAI Chapter Sumatera Utara

1472750187269

             Setelah sukses menyelenggarakan Lomba Esai dan Seminar Nasional bertema Akuntansi Syariah pada 2014 silam, Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) Chapter Sumatara Utara kembali mengadakan even bertajuk, “Tax Essay & Short Story Competition 2016” yang telah dibuka sejak 30 Mei – 31 Oktober 2016. Perlombaan dengan tema utama terkait perpajakan ini, diperuntukkan bagi Siswa SMK, Mahasiswa Akuntansi/Perpajakan dan terbuka untuk umum.

TEMA DAN SUBTEMA

Essay memiliki tema utama Tax Reform in the Area of Transperancy dengan subtema sebagai berikut:

  1. Kesiapan sistem perpajakan Indonesia dalam menghadapi era keterbukaan informasi perpajakan dunia.
  2. Tax Amnesty sebagai awal reformasi perpajakan Indonesia.
  3. Aturan pajak domestik versus Tax treaty: Menutup Celah bagi Pengemplang Pajak.
  4. Mengawal isu Base Erosion and Profit Shifting sebagai langkah memerangitax avoidance.

Cerita Pendek Tema terkait dunia perpajakan yang dapat berupa pengalaman penulis maupuncerita fiksi yang dapat memotivasi dan memberikan edukasi kepada pembaca mengenai dunia perpajakan.

 DEWAN JURI PERLOMBAAN

  1. Perwakilan dari Majalah Inside Tax (dalamkonfirmasi).
  2. Bagian Akademik Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia.

PESERTA KEGIATAN

Tax Essay & Short Story Competition 2016 ini diikuti oleh Siswa SMK, Mahasiswa Akuntansi/Perpajakan dan terbuka untuk umum.

JADWAL KEGIATAN

Pendaftaran dan pengumpulan naskah    : 30 Mei – 31 Oktober 2016

Penjurian                                                         : 1 November – 11 November 2016

Pengumuman Pemenang                             : 12 November 2016

BIAYA PENDAFTARAN

Setiap peserta dikenakan Rp25.000,00/ tulisan untuk essay maupun cerpen. Jika peserta ingin mengirimkan lebih dari satu karya maka untuk karya selanjutnya dikenakan Rp15.000,00.

TATA CARA PENDAFTARAN

  • Melakukan pembayaran langsung kepada Panitia Lomba Essay dan Cerpen KJAI Chapter Sumatera Utara pada rekening berikut:

Bank Mandiri

atas Nama Furi Windari

No. Rek. 10600-111-23349

Usai transfer, harap konfirmasi pembayaran ke nomor 0852-6129-0061

  • Mengirimkan bukti pembayaran, hasil pindai identitas kartu tanda mahasiswa (bagi yang berstatus mahasiswa) dan/atau kartu tanda penduduk (bagi yang sudah lulus/bekerja), biodata diri dan file Essay/Cerpen yang dibuat dalam format pdf dan word ke alamat email berikut: sumut.jagoakuntansi@gmail.com
  • Melakukan konfirmasi lewat sms dengan ketik:Essay/Cerpen(spasi)KJAI(Spasi)Nama(spasi)Asal Universitas/instansi/sekolah(spasi)No.Hp Kirim ke 0812 7501 5034

KETENTUAN PENULISAN

Essay

  1. Essay merupakan hasil karya orisinal, bukan hasil plagiat/saduran/terjemahan dari karya lain, belum pernah dipublikasikan di media mana pun, dan belum pernah diikutkan dalam kompetisi sejenis.
  2. Isi essay harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
  3. Essay ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD.
  4. Format Tulisan: Ukuran kertas A4, Font: Times New Roman (12), Spasi 1.5, Margin: 4-4-3-3
  5. Panjang essay: 1000-2000 kata
  6. Melampirkan Daftar Pustaka, Daftar Tabel, dan Lampiran yang mendukung.
  7. Panitia berhak mendiskualifikasi essay yang tidak sesuai dengan format yang telah ditentukan panitia.

Cerpen

  1. Tulisan berisi cerita pendek mengenai pajak, baik berdasarkan pengalaman penulis maupun fiksi.
  2. Cerpen belum pernah dipublikasikan di media manapun.
  3. Panjang cerpen: 750-1250 kata.
  4. Format Tulisan: Ukuran kertas A4, Font: Times New Roman (12), Spasi 1.5, Margin: 4-4-3-3.
  5. Panitia berhak mendiskualifikasi cerpen yang tidak sesuai dengan format yang telah ditentukan panitia.

 TAHAP SELEKSI

Tim juri akan melakukan penilaian atas essay dan cerpen yang masuk tanpa mengetahui identitas dari penulis tersebut. Karya terbaik akan diumumkan pada acara puncak untuk selanjutnya diunggah pada situs KJAI. Tiga karya terbaik dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah.

 KETENTUAN LAIN

  1. Dewan Juri akan menilai essay/cerpen dan menentukan yang terbaik.
  2. Proses penjurian tahap seleksi dilakukan secara adil, jujur, dan objektif, di mana para dewan juri tidak mengetahui identitas pengirim tulisan.
  3. Keputusan Dewan Juri TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT.
  4. Apabila terdapat informasi tambahan maka akan diberitahukan kepada peserta melalui website/telepon/pesan singkat.

Chapter Lampung Ikut Andil Dalam Kegiatan SNA XIX

Simposium Nasional Akuntansi (SNA) merupakan wadah bergengsi eksklusif untuk menyampaikan hasil riset terbaik dibidang Akuntansi yang dilakukan oleh para peneliti, pendidik, mahasiswa dan praktisi dari seluruh Indonesia untuk memajukan kualitas pendidikan akuntansi di Indonesia. SNA adalah agenda rutin yang diadakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd) sejak tahun 1997. Hajat Nasional tahunan seluruh Indonesia ini menjadi wadah silaturahmi bagi para pemerhati Akuntansi Indonesia.

Pada tahun 2016 ini, Lampung berkesempatan untuk menjadi tuan rumah SNA ke XIX yang bertempat di ibukota provinsi yaitu kota Bandarlampung, bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI). Pada acara ini, para akuntan telah hadir dan siap untuk mempresentasikan hasil riset yang telah dilakukan dari berbagai bidang kajian diantaranya perpajakan, akuntansi syariah, akuntansi keuangan dan pasar modal, akuntansi sector public, audit, corporate governance, akuntansi pendidikan, dan system informasi akuntansi.

Acara SNA ini dilaksanakan pada tanggal 24-27 Agustus 2016, sentral kegiatan berada di Universitas Lampung. Selain dosen yang berasal dari berbagai universitas,karyawan  dan juga mahasiswa universitas lampung yang terdiri dari seluruh angkatan juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan SNA XIX. Tidak semua mahasiswa berkesempatan untuk menjadi panitia pelaksana SNA XIX dikarenakan ada beberapa tahap seleksi yang dilaksanakan dalam pemilihan panitia SNA. Proses pemilihan SNA terdiri dari pengisian formulir dan tahap wawancara.

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia Chapter lampung berkesempatan untuk menjadi panitia SNA XIX , hampir  seluruh anggota KJAI chapter lampung turut serta dalam kepanitiaan SNA ini dan tersebar dibeberapa bidang kepanitiaan diantaranya acara, kesekretariatan, Liaison Officer, sponshorship dan konsumsi. Kami selaku chapter lampung sangat bangga menjadi bagian dari  SNA XIX karena dapat berkontribusi dalam ajang yang sangat bergengsi untuk para akuntan ini. Di SNA XIX ini juga kami dapat bertemu dengan tokoh-tokoh akuntansi ternama di Indonesia yang tidak seluruh mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama dengan kami, sungguh hal ini merupakan pengalaman yang sangat berharga yang kami dapatkan.

Banyak kegiatan penting yang ada di SNA ke XIX kali ini, seperti parallel session, diskusi panel, forum bidang program studi, forum bidang ilmu dan rapat anggota IAI-KAPd sekaligus pemilihan ketua baru IAI-KAPd. Terdapat hal baru di SNA XIX yang dilakukan dilampung ini ,diantaranya yaitu IAI-KAPd Peduli dan Poster session. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu di adakannya pemberian award life achievement kepada tokoh akuntansi yaitu Prof. Zaki Baridwan selaku ketua IAI yang pertama dan juga pencetus kegiatan Simposium Nasional Akuntansi.

Para panitia mengambil peran yang sangat besar di acara SNA ke XIX. Semua pelayanan diberikan secara prima dan total. Panitia dituntut untuk selalu tanggap dengan peserta dan bersedia untuk mengarahkan peserta dengan penuh kesopanan dan keramahan. Dalam persiapannya, pelatihan demi pelatihan dalam penyambutan peserta SNA XIX telah dilakukan sesuai dengan bidang masing-masing. Dimulai dari penjemputan di bandara, perlakuan dibus, penyambutan dihotel, pelaksanaan dilokasi acara dan semua hal terkait SNA telah dipersiapkan dengan sedetail mungkin. Sehingga panitia telah melakukan hal yang maksimal untuk acara yang sangat bergengsi bagi para akuntan ini. Diharapkan hasil SNA kali ini juga sangat memuaskan sesuai dengan yang diharapkan, dan juga sangat membekas dihati para panitia karena acara yang telah dipersiapkan berbulan-bulan telah terlaksana dengan baik.

Pada tanggal 23 Agustus para Liaison officer telah berbondong-bondong sejak pukul 04.30 WIB menuju bandara untuk menunggu peserta yang landing lebih awal dari jadwal pelaksanaan SNA. Para peserta diantarkan menuju ke hotel sesuai dengan tempat yang telah disiapkan oleh panitia. Terdapat 12 hotel yang bekerjasama dengan panitia SNA yang tersebar diwilayah kota Bandarlampung.

SNA XIX dibuka pada malam hari yaitu tanggal 24 agustus dikawasan FEB UNILA yang menghadirkan Gubernur Lampung Ridho Ficardo , Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D, Ak. selaku Kemenristek Dikti, Muliaman D. Hadad, PhD ketua OJK dan para tokoh akuntansi lainnya. Acara disambut dengan tarian khas lampung yaitu sigegh pengutten dan lagu-lagu daerah lampung. Acara SNA XIX juga memperkenalkan adat budaya lampung yang dikemas dalam bentuk dekorasi tempat, tarian-tarian dan lagu-lagu adat lampung sehingga SNA kali ini sangat berciri khas budaya lampung. Para peserta dapat melakukan foto dengan menggunakan baju adat lampung yang telah disiapkan oleh panitia.

Tak lupa KJAI Chapter Lampung turut serta mengambil kesempatan untuk memperkenalkan KJAI kepada beberapa tokoh akuntansi di Indonesia, dan hasilnya sungguh luar biasa dan disambut dengan hangat oleh para tokoh akuntansi. Banyak kesan yang diperoleh selain bertemu dengan tokoh akuntansi, kami juga dapat belajar banyak dari persiapan SNA ini yang akan kami gunakan sebagai acuan untuk menyambut sobat KJAI di musyawarah nasional V yang akan dilaksanakan di Lampung pada tahun 2017. Semoga Musyawarah  Nasional  V Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia dapat terlaksana dengan baik dan sukses seperti SNA ke XIX ini.

Lampiran foto kegiatan SNA

1

 

 

 

 

Sesi Poster

 

 

2

 

 

 

 

Registrasi Parallel Session

 

 

3

 

 

 

 

 

Sesi parallel session

 

 

 4

 

 

 

Pemberian award life achievement

 

 

 

56

 

 

 

 

 

 

 

Sebagian anggota KJAI yang menjadi panitia SNA XIX

Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) Chapter Sumsel in Action with Yayasan Jum’at Sedekah

Perkembangan segala aspek kehidupan yang semakin meluas mulai dirasakan pengaruhnya terhadap bidang keuangan atau akuntansi. Keberadaaan akuntansi menjadi salah satu hal yang mempengaruhi pertumbuhan perusahaan dan kegiatan yang berorientasi pada laba, bukan juga hanya perusahaan-perusahaan dengan jumlah modal besar, namun juga seluruh organisasi yang tidak berorientasi pada laba. Semua lembaga tersebut, sekarang membutuhkan laporan keuangan untuk mengkomunikasikan kegiatan mereka kepada pihak-pihak yang membutuhkan trackdown aktivitasnya. Tidak terkecuali, Yayasan  Jum’at Sedekah Indonesia (JSI). Yayasan yang telah resmi terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM pada Februari lalu ini meminta Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia (KJAI) Chapter Sumsel untuk melakukan pendampingan terhadap mereka dalam membuat laporan aktivitas yayasannya. Jumlah dan nilai transaksi yang tinggi dan berputar cepat setiap minggunya, yakni mencapai 200 jutaan pertahun membuat Kak Nanda, pendiri JSI, merasa mereka memerlukan pembukuan resmi atas aktivitas yayasan tiap minggunya.

Untuk itu, KJAI Sumsel turut mengajak rekan dalam penyelesaian kerjanya. Sriwijaya Accounting Partners (SAP) yang merupakan divisi dalam kestrukturan Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA) UNSRI.

pendampingan
Gambar: Kebersamaan Anggota KJAI
(Nampak Afif, Tiwi dan Roy berdiskusi )

Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016, KJAI Chapter Sumsel dan SAP mengunjungi Basecamp JSI untuk memahami kegiatan, transaksi dan aset-aset yang dimiliki JSI lebih lanjut. KJAI dan SAP kemudian mendiskusikannya, dengan menjelaskan pengakuan dan pengelompokkan aset terkait dengan penyusunan laporan keuangan tersebut. Dalam hal ini pihak KJAI diwakili oleh Tiwi, Alvin, dan Roy, sedangkan pihak SAP diwakili oleh Riesa, Pahreza, dan Afif. Para perwakilan yang terlibat ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi semester akhir di Universitas Sriwijaya.

Kedua organisasi ini akan bekerja sama dalam menyusun laporan keuangan atas transaksi-transaksi dan kegiatan yang dilakukan oleh lembaga Jum’at Sekedah. Penawaran pihak Ju’mat Sedekah Indonesia untuk didampingi dalam membuat Laporan Keuangan agar menguntungkan bagi kedua belah pihak, dimana KJAI dan SAP mendapat kesempatan untuk menambah ilmu dan pengalaman dalam menyelesaikan Laporan Keuangan yayasan, mulai dari menjurnal, memposting buku besar, membuat neraca saldo, hingga pada akhirnya diperoleh semua informasi yang integral dalam satu laporan keuangan, dan JSI juga memperoleh transaksi yang sudah dicatat sesuai siklus akuntansi.

Sekian laporan kegiatan pendampingan penyusunan Laporan Keuangan yang telah dilaksanakan oleh KJAI Chapter Sumatera Selatan.

Keep learning, sharing, and inspiring…

Y Generation, Post-Modernism, and Blue Economy

Oleh: M Akmal Adrianza

PAS FOTOIndonesia adalah negara yang luas dimana dua pertiga wilayahnya diselimuti lautan. Indonesia juga negara yang besar dengan 240 juta jiwa tercatat sebagai bagian dari rakyatnya. Potensi maritim Indonesia sangat besar, menurut para ahli bila dikelola dengan baik sektor maritim mampu menghasilkan angka 20.000 Triliun Rupiah atau 10 kali dari APBN sekarang. Luas pantai Indonesia lebih dari 81.000 Km menyimpan banyak sekali potensi pariwisata dan kebudayaan pesisir yang harus dikembangkan dan dikelola dengan baik.

Indonesia memiliki banyak sekali pemuda dimana pada tahun 2020-2035 nanti Indonesia akan mengalami bonus demografi, yaitu ketika jumlah penduduk usia produktif lebih dari usia non-produkfit atau dengan kata lain dependency ratio yang kecil. Namun bonus demografi bukanlah sebuah anugerah dan berkah yang bisa kita nikmati begitu saja. Bonus demografi adalah sebuah pedang bermata dua. Beberapa persyaratan perlu dipenuhi agar bonus demografi kelak menjadi anugerah untuk bangsa. Sebagian dari penduduk usia produktif  tersebut adalah generasi mereka yang lahir setelah tahun tahun 1980. Mereka adalah generasi Y. Mereka memiliki pemikiran yang terbuka, bebas, dan kritis, dan serba instant.

Generasi ini perlu diberikan pemberdayaan, pendidikan, dan pelatihan terbaik agar terciptanya masa depan Indonesia yang lebih baik. Kemajuan bangsa tergantung dengan kualitas para pemuda generasi Y. Ketika Generasi yang diharapkan tidak memenuhi harapan, maka masa depan Indonesia menjadi suram dan tidak menentu. Generasi ini selalu menuntut lebih terhadap pengembangan kapasitas diri mereka. Sifat interaktif, haus pengetahuan, dan tantangan adalah modal utama untuk mengelola Generation of Hope ini. Pemuda adalah pedang bermata dua, ketika mampu dikembangkan dengan baik maka menjadi pisau yang tajam untuk menusuk peradaban dunia. Ketika pemuda tidak memiliki kualifikasi yang mumpuni, maka mereka adalah guillotine yang dipasang oleh bangsa ini di leher nya sendiri.

Kapal Pemuda Nusantara  (KPN)  memiliki Tiga landasan yaitu Kepemudaan, Kebaharian, dan Kewirausahaan. Intisari landasan di atas akan diperoleh dalam berbagai kegiatan selama 30 hari pelayaran. Sebagai seorang pemuda sudah bukan masanya lagi untuk kita adu kepintaran di atas kertas, di atas kartu hasil study, ataupun adu siapa yang duduk di depan sewaktu wisuda. karena hal diatas adalah mutlak dan kewajiban kita kepada orang tua. Namun berlomba dalam berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat adalah kewajiban kita kepada negara. Nilai-nilai kepemudaan ini menjadi Trend dengan terma Post-Modernisme, melakukan hal-hal kecil yang simpel, feasibel, dan relevant dengan pemberdayaan masyarakat.

Reformasi yang terjadi pada tahun 1998, adalah bentuk ketidakpuasan pemuda kepada pemerintahan kala itu. Mereka memberontak, berteriak, dan bergaduh menginginkan perubahan keadaan negara. Dahulu kesalahan yang dilakukan oleh penguasa dialihkan kembali kepada penguasa, diserukan dengan lantang dan dengan tangan mengepal; “Hey you, please do something!”. Pemuda kini berseru “See?  We have do something” atas  permasalahan dan kesalahan yang terjadi. Pemuda adalah tentang berbuat dan bertindak untuk kepentingan masyarakat dengan apa yang kita miliki. Semangat pemuda adalah semangat untuk melakukan perubahan. Alasan inilah yang mendasari banyaknya kegiatan berbasis sosial 2-3 tahun belakangan.

Peserta mengeksplor dan menjelajahi Hidden Paradises di Indonesia, setidaknya tujuh tempat singgah, untuk menguak potensi wisata bahari Indonesia, Kita dapati berbagai tempat yang memiliki keindahan alam namun belum terekspos dan tereksplor oleh Negara. Tempat-tempat tersebut menjadi tanggung jawab para pemuda dimasa depan untuk mengembangkannya. Ketujuh tempat tersebut adalah Kotabaru, Pulau Siau, Pulau Tahuna, Pulau Melounganue, Ternate, kabupaten Parigi Moutong, dan Pulau Muna.

Masing – masing daerah singgah memiliki destinasi wisata unggulan dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Pantai Sulamadaha, Tepian pusat kota Kotabaru, Pantai Tahuna, dan Teluk Tomini adalah tempat dengan potensi terbesar karena 1) kemudahan akses 2) keindahan alam 3) fasilitas yang sudah ada. Industri Pariwisata memiliki dampak yang luas terhadap masyarakat karena pariwisata memiliki hubungan yang erat dengan industri kreatif dan industri mikro. Pariwisata adalah rangkaian dari beberapa sektor usaha yang terintegrasi menjadi satu. Industri transportasi, makanan dan minuman, garmen, restoran, kerajinan tangan, dan hiburan adalah industri-industri yang tumbuh bersama dengan pariwisata. Destinasi wisata dan sektor pendukung tidak bisa berkembang secara parsial. Sektor-sektor tersebut adalah sektor yang padat karya, sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.

Potensi kelautan yang dibahas baru wisata, masih banyak potensi kelautan yang dimiliki Indonesia. Sumber daya alam seperti; minyak dan gas, mineral, dan logam mulia, Sumber energi terbarukan, kelautan dan perikanan, industri perkapalan, jasa pelabuhan, dan water sport belum dapat saya paparkan pada kesempatan kali ini. Ramuan dari maksimalisasi potensi-potensi diatas akan membawa Indonesia pada ekonomi berbasis kelautan atau Blue Economy. Blue economy juga berarti merubah sesuatu dari langka menjadi berlimpah atau “from scarcity becomes abundance”, setidaknya itulah Blue Economy di dalam buku” The Blue Economy: 10 years – 10 innovations – 100 million jobs “  karya Gunter Pauli.

Peran enterpreneur tentu tidak diragukan lagi di dalam roda perekonomian Indonesia. Enterpreneur seringkali dikaitkan dengan uang, kemewahan, kebebasan finansial, dan keleluasaan waktu. Kebanyakan seminar motivasi enterpreneur menekankan dan menawarkan hal-hal diatas sebagai daya tarik untuk menjadi pengusaha, dan tidak jarang dosen pun begitu untuk memotivasi mahasiswanya agar menjadi pengusaha. Iming-iming harta dan kebebasan menjadi doktrin dan motif utama untuk menjadi pengusaha, tidak jarang mendorong kepada sikap dan perilaku kapitalis dari para calon pengusaha. Haus akan harta, kekuasaan, dan kebebasan ternyata telah dipupuk jauh hari dari pelatihan, ceramah, dan seminar enterpreneur

Terima kasih kepada Prof Abdul Basith yang sudah menginspirasi kami untuk menjadi enterpreneur berjiwa sosial, yaitu seorang enterpreneur yang berguna dan bermanfaat di kehidupan sosial masyarakatnya biasa disebut enterpreneur yang signifikan. Seorang significcant enterpreneur adalah seorang yang memberikan hak lebih kepada karyawan, membahagiakan orang tuanya, peduli kepada anak-anak yatim piatu, dan  organisasi kerohanian. Seorang significcant enterpreneur menikmati indahnya berbagi dan mendapatkan kebahagiaan sejati dalam keberbagian. Dengan idealisme seperti itu, seorang significcant enterpreneur akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada bangsa dan negara. Seorang significcant enterpreneur adalah orang yang menjalankan peran lebih dari enterpreneur biasa dan mereka akan dikenang oleh rakyat.

Setiap kebaikan yang diberikan kepada negara harus dikembalikan kepada negara dalam bentuk kebermanfaatan dan dampak sosial bagi masyarakat. Program ini akan menciptakan pemuda-pemuda yang mau dan mampu untuk berbagi kepada masyarakat apa yang mereka dapatkan dari program Kapal Pemuda Nusantara. Program ini akan mencetak para calon pengusaha yang berjiwa sosial dan mengedepankan kepentingan masyarakatnya. Program ini pula akan mencetak para pemimpin yang berwawasan luas, memahami kebudayaan Indonesia, dan kritis terhadap keadaan terkini. Program ini bukan program sembarangan yang menghabiskan anggaran negara, namun program ini adalah investasi dari negara untuk masa depan bangsa dan dunia kelak.

*Penulis merupakan Kontributor KJAI Chapter Sumatera Selatan dan Alumnus Universitas Sriwijaya

Ke Arah Mana Negara Seharusnya Maju?

Oleh: M. Akmal Adrianza

PAS FOTONegara maju, biasanya identik dengan kondisi ekonomi nya ataupun sumber daya manusianya. Kedua hal diatas memiliki hubungan yang vertikal-positif  yaitu semakin baik SDM nya semakin baik pula keadaan ekonomi negara tersebut. Saya akan menyampaikan pendapat saya mengenai negara maju dalam sudut pandang ekonomi, sesuai latar belakang saya.

Indikator negara maju dilihat dari segi ekonomi, pada hakikatnya sangat luas. Secara kasar dan fundamental, investor akan melihat pada indikator makro seperti: pertumbuhan ekonomi, inflasi, penyerapan tenaga kerja, paritas daya beli, dan lain-lain.

Angka dan Hanya Angka

Angka-angka tersebut mudah didapatkan. Kenapa? Karena banyak sekali cara untuk menyiasati angka-angka tersebut bahkan secara legal. Ambil contoh adalah RRT (republik rakyat Tiongkok), negara yang dalam 10 tahun terakhir adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Yaitu sampai dengan dua digit dengan angka pengangguran yang tinggi. Apakah itu baik? Belum tentu, karena tidak sedikit sindiran dan kritikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan data makro negeri tirai bambu itu.

Kita pernah mendengar tentang tenaga kerja yang dibayar rendah di RRT. Hal ini terjadi melalui manipulasi data statistik secara legal yaitu memanfaatkan definisi pengangguran terselubung. Satu buah mobil bisa dikerjakan oleh 10 orang, namun bila saya bisa mempekerjakan 20 orang kenapa tidak? Dengan fenomena itu, RRT menghasilkan angka pengangguran yang rendah namun tidak efisien. Ketidak efisienan ditanggung oleh para pekerja dengan bayaran yang rendah. Apakah hal ini legal? Ya, bila mereka memiliki pengeluaran diatas $2 dan memiliki jam kerja 40 jam seminggu.

Makna Di Balik Angka

ada beberapa indikator makro yang menurut saya menarik dan relevan dan bisa menggambarkan kondisi sebenarnya dari sebuah negara yaitu:

  1. koefisien gini, dan
  2. rasio pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Koefisien Gini adalah rasio yang diperkenalkan oleh statistikus italia, Corrado Gini. Koefisien ini dapat menggambarkan kesenjangan pendapatan disuatu negara dimana angka 0 artinya tidak ada kesenjangan dan 1 adalah kesenjangan sempurna. Negara dengan tingkat distribusi terbaik adalah Denmark (0.25) dan negara dengan kesenjangan tertinggi adalah Namibia (0.70).

Sejatinya, pertumbuhan ekonomi adalah pertambahan pendapatan penduduk suatu negara. Pertambahan pendapatan lazimnya didapat melalui pekerjaan, maka pertumbuhan ekonomi akan menyediakan lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan. Namun kedua angka tersebut tidak selalu seiring sejalan, pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja. Korelasinya tetap positif namun besarannya berubah.

Indonesia sendiri memiliki koefisien gini yang terus meningkat dan dampak dari pertumbuhan ekonomi terhadap penyediaan lapangan kerja yang besarannya terus menurun.

Jose Murija; Tiap Negara Memiliki “Maju” nya Sendiri

Pernyataan Presiden Uruguay, presiden yang juga dijuluki presiden termiskin di dunia, sempat menggelitik kuping para petinggi negara barat; “Bila rakyat Uruguay menginginkan negaranya maju seperti Eropa dan Amerika, dan begitupun seluruh negara di dunia, maka Bumi tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan manusia” kurang lebih seperti itu pernyataan pemimpin negeri pemenang world cup pertama itu. Indikator makro seperti pendapatan perkapita, pengangguran, dan inflasi mengabaikan keberlangsungan faktor produksi. Berapa konsumsi pangan mereka dalam setahun? Konsumsi Energi mereka? Bagaimana dengan proses deforestasi? Bagaimana dengan laju pertumbuhan penduduk dan banyak hal lain yang tidak akan terjawab. Pernyataan Jose Murija sebenarnya bisa dijawab dengan Blue Economy dan Green Economy. Sayang sekali konsep itu belum mampu menjamah keseluruh lapisan dunia.

Bagaimana “Maju” nya Indonesia?

Bila kita pahami pernyataan Jose Murija, setiap negara memiliki identitas “Kemajuan” nya. Indonesia dengan jumlah penduduk 270 Juta bila mengikuti definisi “Maju” nya barat, akan membuat bumi pertiwi menangis karena tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya. Rakyat Indonesia dan pemimpinnya harus paham kemana arah pembangunan negara. Setidaknya sadarilah bahwa kemajuan bukan hanya angka, negara maju bukanlah negara dengan rasio terbaik. Setiap negara memiliki identitasnya sendiri dan arah tujuannya sendiri . Kemajuan bangsa sudah tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan landasaan Idiil Negara. Sebagai rakyat tentu kita tahu dan paham kemana arah kemajuan bangsa. Sekarang apakah kita ingin maju sesuai identitas bangsa atau malah belum paham tentang identitas bangsa?

*Penulis merupakan Kontributor KJAI Chapter Sumatera Selatan dan Alumnus Universitas Sriwijaya