Laba Per Saham (LPS)

Bh8wQsgCMAA_KcCBerikut Gogo uraikan sumber rujukan dan kutipan dalam kultweet tentang laba per saham ini, antara lain: #EPS

a. Intermediate Accounting edisi ke-15 Kieso, Weygandt, Warfield #EPS

b. Panduan Praktis: Standar Akuntansi Keuangan: Berbasis IFRS (Edisi 2) Oleh Ng Eng Juan, @ErsaTriWahyuni #EPS

c. Slide PSAK 56 laba per saham oleh Dwi Martani #EPS

Yups, itulah daftar referensi dan kutipan yang Gogo gunakan dalam kultweet tentang laba per saham kali ini Sob, #EPS

1. Sebelum menuju ke pembahasan teknikal, kita bahas dulu mengenai pengertian dasar dari laba per saham (earning per share) Sob #EPS

2. Laba per saham (LPS) adalah jmlah laba yang tersedia untuk setiap saham ekuitas. Nah, Akuntan setelah menghitung laba bersih, (cont) #EPS

3.. akan menghitung laba per saham.. contoh ilustrasi coba Sobat download salah satu laporan keuangan perusahaan yg go public #EPS

4. Sebagai ilustrasi, berikut Gogo lampirkan contohnya.. #EPS pic.twitter.com/OC7gsXJzk2

5. Informasi mengenai laba per saham banyak digunakan sebagai alat analisis keuangan. LPS jika dikaitkan dengan harga per saham (cont) #EPS

7. Pembahasan kita kali ini terbatas hanya pada konteks Akuntansi Keuangan dan belum membahas mengenai Manajemen Keuangan yah Sob #EPS

8. Untuk teknik penghitungan dan penyajian laba per saham diatur di PSAK 56 yang mengadopsi IAS 33 Earning Per Share #EPS

9. Laba per saham (LPS) adlh jumlah laba yg tersedia untuk setiap saham ekuitas. LPS dihitung dgn membagi ‘laba yang tersedia .. (cont) #EPS

10.. bagi pemegang saham ekuitas’ dengan ‘jumlah ekuitas yang beredar’ dalam suatu periode #EPS

11. Untuk ruang lingkup penerapannya untuk menyajikan dan mengungkapkan laba per saham, ketentuannya baca di PSAK 56 par 2-5 yah Sob #EPS

12. Beberapa definisi di PSAK 56 par 6 yang krusial untuk dipahami menurut Gogo: antidilusi; dilusi; instrumen berpotensi saham biasa #EPS

13. Terkait dengan penyajian, untuk entitas yang tidak memiliki ‘efek potensi saham biasa’ hanya LPS dasar saja yang diwajibkan #EPS

14. Namun, untuk entitas yang memiliki ‘efek potensi saham biasa’ maka LPS dasar maupun LPS dilusian yang wajib disajikan. #EPS

15. LPS dilusian diwajibkan jika efek brpotensi saham biasa brsifat ‘dilutif’. Dilusi didefinisikan sbg penurunan laba per saham (cont) #EPS

16.. atau peningkatan rugi per saham sebagai akibat dari adanya asumsi bahwa instrumen yg dapat dikonversi telah dikonversi, dst.. #EPS

17. ‘Instrumen berpotensi saham biasa’ adalah instrumen keuangan atau kontrak lain yg memungkinkan pemegangnya memperoleh saham biasa #EPS

18. Nih Sob penting, ‘instrumen berpotensi saham biasa’ contohnya adlh: obligasi yg dapat dikonversi; saham preferen yg dapat dkonversi #EPS

19.. juga saham biasa yg dapat diterbitkan pada saat terpenuhinya kondisi tertentu (kontinjen); dll #EPS

20. Untuk menghitung laba per saham (earning per share) rumusnya adalah seperti yang terlampir berikut ini: #EPS pic.twitter.com/Z3X1G8bf9w

21. Untuk perhitungan LPS dilusian, rumus perhitungannya adalah seperti terlampir di attachment berikut ini: #EPS pic.twitter.com/7dQaCfdEwN

22. Penghitungan LPS dilusian adlh didasarkan pada asumsi bhwa semua efek berpotensi saham biasa dilutif dikonversi menjadi saham biasa #EPS

23. LPS yg disajikan harus angka kemungkinan ‘terburuk’. karenanya, hanya efek yang berpotensi saham biasa yg sifatnya ‘dilutif’ (cont) #EPS

24.. yang disertakan dalam penghitungan LPS dilusian. Efek berpotensi saham biasa yg sifatnya ‘antidilutif’ harus tidak disertakan #EPS

25. Dalam menentukan apakah suatu efek berpotensi saham memiliki dampak dilutif atau antidilutif, maka setiap penerbitan (cont) #EPS

26.. harus dipertimbangkan secara terpisah, bukan secara agregat atau keseluruhan #EPS

27. Tambahan lagi terkait penyajian.. Penyajian LPS Dasar dan Dilusian harus tetap dilakukan, meskipun jumlahnya negatif karena rugi #EPS

28. Penting untuk diperhatikan, par 65 PSAK 56 penyesuaian retrospektif, menyatakan bahwa jika jml saham biasa atau instrumen (cont) #EPS

29.. berpotensi saham biasa yg beredar meningkat sbg akibat dari kapitalisasi, penerbitan saham bonus atau pemecahan saham, atau (cont) #EPS

30.. menurun sbg akibat dari penggabungan saham, maka penghitungan LPS dasar dan dilusian yg disajikan disesuaikan sec retrospektif #EPS

31. Dalam catatan atas laporan keuangan, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut ini: #EPS

32. (a) Jml laba (rugi) yang dipakai sebagai pembilang dalam perhitungan LPS dasar dan dilusian, dan rekonsiliasinya dengan laba (rugi) #EPS

33. (b) Jml rata-rata tertimbang saham beredar yang dipakai sebagai penyebut dalam penghitungan LPS Dasar dan Dilusian, dst.. #EPS

Demikianlah pembahasan mengenai pemahaman dasar laba per saham menurut PSAK 56, untuk tingkat yg lebih lanjut akan dibahas next time yah :))

Pengumuman Pengurus Chapter Februari 2014

Pengumuman Pengurus Chapter Februari 2014

PENGUMUMAN
Hasil Seleksi Rekrutmen Pengurus Chapter
Komunitas @JagoAkuntansi Indonesia
Angkatan Februari 2014
 Menindaklanjuti hasil seleksi rekrutmen pengurus chapter untuk 11 provinsi yang telah dilaksanakan selama bulan Februari 2014 maka dengan ini diputuskan nama-nama yang layak menjadi pengurus chapter untuk 11 provinsi yaitu sebagai berikut:

(lebih…)

Terlalu Lama Menunda Akrual Penuh

iai1Akuntan Online: Regional Public Sector Conference (RPSC) III yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Surabaya, Jawa Timur akan semakin mengukuhkan Indonesia sebagai pusat pengembangan akuntansi sektor publik Asia Tenggara.

RPSC III mengangkat tema “Public Sector Accounting for Public Accountability: Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Berbasis Akrual untuk Meningkatkan Akuntabilitas Publik” Rabu, (11/12/2013).

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sapto Amal Damandari mengatakan, tujuan utama pelaporan keuangan pemerintah dalam rangka pencapaian tujuan berbangsa, yaitu mencapai kesejahteraan masyarakat (for public welfare). Selain itu, sebagai dinyatakan undang-undang, sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pemerintah (for public accountability).

“Karena itu, pemerintah harus berani memulai penerapan akrual basis dan tidak menundanya lagi. Pemerintah telah cukup melakukan persiapan penerapan akrual basis, yaitu lebih dari satu dekade sejak amanat tersebut pertamakali dinyatakan pada tahun 2003 melalui UU 17 Tahun 2003,” ujar Sapto yang juga Ketua Dewan Konsultatif IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP).

Sementara itu, Ketua IAI KASP, Djadja Sukirman mengatakan, penyiapan infrastruktur dan sumber daya akuntansi haruslah dibarengi dengan strategi implementasi yang jitu agar dapat menentukanstarting point proses transformasi dan metode transisi yang akan dilakukan. IAI sendiri telah mengeluarkan berbagai program untuk mendukung penyiapan infrastruktur tersebut. Di antaranya, penyelenggaraan ujian sertifikasi akuntansi akuntan publik (US AAP) sejak April 2012. US AAP tsb diharapkan bisa meningkatkan kompetensi para akuntan sektor pemerintahan.

“Puncaknya ketika IAI meluncurkan chartered accountant (CA) pada akhir 2012 lalu. Dengan CA, kompetensi akuntan profesional Indonesia akan semakin teruji, tidak hanya menghadapi berbagai tantangan internal, bahkan regional,” ujar Djadja.

IAI telah menyelenggarakan RPSC yang pertama pada 2008 dan yang kedua pada 2011. Kedua RPSC itu telah menghasilkan komunike yang berisi simpulan dan mengandung rencana aksi IAI atas simpulan tersebut. RPSC III ini diharapkan menghasilkan suatu komunike yang dapat menjadi solusi dalam penataan keuangan pemerintahan yang akrual dan mulai dilaksanakan pada 2015.

RPSC III diharapkan bisa melanjutkan pencapaian dua RPSC sebelumnya, yaitu agar akuntan tidak hanya melihat akuntansi sebagai sistem pengambilan keputusan semata, namun juga menyadari bahwa bagi pemerintah, akuntansi harus dapat menyajikan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pemerintah.

Jurnal Akuntansi Keuangan

1. “MODEL MEDIASI DAN MODERASI DALAM HUBUNGAN ANTARA SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN, INOVASI, DAN KINERJA”

Penulis : Dwi Ratmono (Universitas Diponegoro) dan Ertambang Nahartyo (Universitas Gadjah Mada)

Download

2. “PENGARUH KERANGKA LEVERS OF CONTROL (LOC) DAN ORGANIZATIONAL LEARNING TERHADAP PENINGKATAN ORGANIZATIONAL PERFORMANCE ” ( STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI PROVINSI BANTEN)

Penulis : Neng Papat, Tubagus Ismail, dan Galih Fajar M (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

Download

3. “KEPRIBADIAN SEBAGAI PEMODERASI HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI CEO ATAS KOMPENSASI YANG DITERIMA PADA KEINGINA CEO UNTUK KELUAR PERUSAHAAN SECARA SUKARELA”

Penulis : Lindrianasari, Jogiyanto, Supriyadi, Setiyono Miharjo (Universitas Gadjah Mada)

Download

4. “PENGARUH PERSPEKTIF DAN JENIS UKURAN DALAM BALANCED SCORECARD TERHADAP EVALUASI KINERJA”

Penulis : Hariman Bone (Universitas Mulawarman) dan Mahfud Sholihin (Universitas Gadjah Mada)

Download

5. “REAKSI INVESTOR TERHADAP PENGUMUMAN LABA: PENGUJIAN ATAS PENGUNGKAPAN INFORMASI MANAGEMENT GUIDANCE”

Penulis : Sri Wahyuni (STIE Mahardhika Surabaya) dan Jogiyanto Hartono (Universitas Gadjah Mada)

Download

6. “PENGARUH DEWAN KOMISARIS TERHADAP ENVIRONMENTAL DISCLOSURE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BEI TAHUN 2008- 2011”

Penulis : Bahtiar Effendi, Lia Uzliawati, dan Agus Sholikhan Yulianto (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

Download

7. “KEEFEKTIFAN MONITORING CONTROL DAN PENALARAN MORAL INDIVIDU DALAM DE-ESKALASI KOMITMEN”

Penulis : Herlina Rahmawati Dewi (Universitas Islam Indonesia) dan Supriyadi (Universitas Gadjah Mada)

Download

8. “MANAJEMEN IMPRESI DALAM PEMBAHASAN KINERJA PERUSAHAAN OLEH MANAJER PADA BAGIAN NARATIF LAPORAN TAHUNAN”

Penulis : Bambang Suripto (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta)

Download

9. “PENGARUH PENGGUNAAN PENGUKURAN KINERJA INTERAKTIF TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN: PERAN PEMBELAJARAN PERUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR MEDIASI”

Penulis : Maryani Yunus (University of Mitra Lampung) dan Yuliansyah (University of Lampung)

Download

10. “PSYCHOLOGICAL THEORY AND ITS IMPLICATIONS ON THE CHANGES OF ORGANIZATIONAL MEMBERS USING PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEMS”

Penulis: Yuliansyah (University of Lampung)

Download

11. “INFLUENCE OF FAIRNESS PERCEPTION AND TRUST ON BUDGETARY SLACK: STUDY EXPERIMENT ON PARTICIPATORY BUDGETING CONTEXT”

Penulis: Delli Maria, IBI Darmajaya, dan Ertambang Nahartyo (Universitas Gadjah Mada)

Download

12. “PENGARUH KECENDERUNGAN MANAJER DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN TERHADAP PAYOFF MAGNITUDE”

Penulis: David Prasetya dan Baldric Siregar (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta)

 Download

Product Life Cycle

daur-hidup-produk2

Sumber Gambar: Product Life Cycle

1. Sobat Gogo mungkin ada yang sudah pernah mendengar Product Life Cycle? #PLC

2. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup #PLC

3. #PLC suatu konsep penting yg memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk.

4. #PLC menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.

5. Konsep #PLC menyediakan suatu cara untuk menelusuri langkah atas diterimanya suatu produk.

6. Mulai dari munculnya suatu produk hingga penurunan penjualan produk tsb #PLC

7. Dlm #PLC harus diperhatikan 2 aspek yaitu: biaya siklus hidup produk (cost life cycle) & penjualan siklus hidup produk (sales life cycle)

8. Cost Life Cycle merupakan urutan aktivitas dlm perusahaan mulai dari riset & pengembangan, desain, penyiapan produksi/jasa… (cont) #PLC

9. (Cont) pemasaran/distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan ditinjau dari perspektif biaya yang timbul pada setiap aktivitas. #PLC

10. Sedangkan Sales Life Cycle merupakan urutan / fase-fase hidup produk & jasa di pasar mulai dr pengenalan produk/jasa,… (cont) #PLC

11. (Cont) pertumbuhan dlm penjualan dan akhirnya kematangan, penurunan dan penarikan dari pasar #PLC

12. Ada 3 metode utk melakukan analisis Cost Life Cycle, Sob! Yaitu dgn Target Costing, Teori Kendala & Life Cycle Costing. #PLC

13. Kita bahas satu-satu ya! Mulai dari Target Costing 😀 #PLC

14. Target Costing bermanfaat utk mengelola kebutuhan terhadap trade-off antara peningkatan fungsionlitas & tingginya biaya #PLC

15. Rumus Target Costing = Harga Kompetitif — Laba yang diharapkan #PLC

16. Beberapa tahap penerapan pendekatan perhitungan target costing adalah pertama, menentukan harga pasar. #PLC

17. Kedua, menentukan laba yang diharapkan. #PLC

18. Lalu menghitung biaya target pada harga pasar dikurangi laba yang diharapkan. #PLC

19. Dan untuk menekan biaya produk bisa menggunakan rekayasa nilai, perhitungan biaya Kaizen & pengendalian operasional. #PLC

20. Nah sekarang lanjut bahas Teori Kendala (Theory of Constraint-TOC) yuk. #PLC

21. TOC merupakan teknik yg digunakan untuk meningkatkan kecepatan dlm proses produksi. #PLC

22. Ukuran dalam TOC didefinisikan dgn cara yg berbeda untuk tiap-tiap perusahaan #PLC

23. Contohnya diukur dengan waktu siklus produksi (cycle time, lead time, or throughput time). #PLC

24. Rumus Waktu Siklus Produksi = Jumlah waktu antara penerimaan pesanan pelanggan + pengiriman pesanan tersebut. #PLC

25. Dalam menganalisis TOC, ada 5 langkahnya Sob! #PLC

26. Pertama, kita harus mengidentifikasi kendala terlebih dulu. #PLC

27. Kemudian, menentukan bauran produk yg paling menguntungkan di tiap masing-masing kendala #PLC

28. Ketiga, memaksimalkan arus produk melalui kendala. #PLC

29. Keempat, menambah kapasitas produksi pada kendala. #PLC

30. Terakhir, mendesain ulang proses produksi untuk mempercepat fleksibelitas & waktu siklus #PLC

31. Lanjut Life Cycle Costing ya. Eits, tahan dulu ngantuknya, Sob! 😀 #PLC

32. Life Cycle Costing memberikan perspektif semua biaya dalam jangka panjang selama siklus hidup produk atau jasa #PLC

33. Dlm siklus penjualan sebuah produk (Sales Life Costing) ada 4 tahapan penting: Introduction, Growth, Maturity and Decline #PLC

34. Introduction: tahap ini biasanya produk belum begitu dikenal oleh konsumen. #PLC

35. Biasanya akan diberikan effort ekstra untuk mempromosikan suatu produk, terutama lewat berbagai jenis iklan #PLC

36. Growth: produk sudah dikenal oleh konsumen. Biasanya akan menunjukkan angka penjualan yg masih terus meningkat #PLC

37. Maturity: ketika memasuki tahap ini pertumbuhan penjualan melambat & bila sukses mungkin akan mendekati angka penjualan yg stabil #PLC

38. Decline: tahap ini ketika jumlah penjualan produk menurun dan mulai mengurangi keuntungan perusahaan #PLC

39. Saat declining, dibutuhkan pengambilan keputusan strategis dari perusahaan agar daur hidup produk bisa naik lagi #PLC

40. Contoh nyatanya nih Sob dalam bisnis IT. Product Life Cycle-nya termasuk pendek lho. #PLC

41. Agar memperoleh nilai BEP dengan cepat, maka dilakukanlah pemberian harga yg tinggi pada setiap peluncuran produk baru. #PLC

42. Tentu saja hal ini dapat mempercepat pertumbuhan revenue. #PLC

43. Dgn banyak produk & inovasinya, Coca-Cola adalah contoh perusahaan yg bisa menjaga growth product-nya selama 200 tahun. Cool! #PLC

44. Sekian sekilas info tentang #PLC. Semoga bermanfaat buat Sobat Gogo semua ya. Ciao ;D