Dua Perspektif Utama dalam Akuntansi Manajemen

Dua Perspektif Utama dalam Akuntansi Manajemen

Oleh: Nuraeni, Adi Putra Setianto, Rizqi Irma Oktavi, Yuni Ira Mulia Sari, Annisa Dwi Agustina

Akuntansi manajemen memiliki dua perspektif yang menjelaskan asal dari akuntansi manajemen itu sendiri. Perspektif pertama adalah perspektif ekonomi sedangkan perspektif kedua adalah perspektif non-ekonomi.

Perspektif ekonomi ini menyatakan bahwa praktik akuntansi manajemen timbul dari sektor swasta atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk membantu mendukung operasional perusahaan. Menurut Kaplan (1987), pendekatan ini mulai diterapkan pada awal tahun 1900-an. Pada periode tersebut dibutuhkan efisiensi dalam aktivitas produksi perusahaan. Jadi, banyak perusahaan yang mulai mencoba melakukan tindakan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Contohnya, meng-hire karyawan dalam jangka panjang serta pemisahan tugas antara pemilik dengan manajer, termasuk penerapan sistem informasi manajemen untuk meningkatkan dan mengevaluasi efisiensi perusahaan. (lebih…)

Penghitungan dalam Pengukuran Produktivitas

Penghitungan dalam Pengukuran Produktivitas

Oleh: Nuraeni, Adi Putra Setianto, Rizqi Irma Oktavi, Yuni Ira Mulia Sari, Annisa Dwi Agustina

Pengukuran produktivitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengukuran parsial dan pengukuran total. Pengukuran Parsial dapat dibentuk dalam formula rasio Keluaran/Masukan. Misalkan, Pabrik Semen Jago memproduksi  60.000 sak semen dengan menggunakan 20.000 jam tenaga kerja,  maka dapat dikatakan rasio produktivitas tenaga kerja adalah 3 (60000/20000) sak semen per jam. Jam tenaga kerja ini merupakan ukuran operasional karena unitnya dinyatakan dalam bentuk fisik. Selanjutnya, bila harga jual tiap sak semen tersebut adalah Rp50,000 dan biaya tenaga kerja adalah Rp15.000 per jam, maka produktivitas keuangannya adalah Rp 10 ((60000×50000) / (15000×20000)) per biaya tenaga kerja. (lebih…)

Produktivitas sebagai Pengukur Kinerja

Produktivitas sebagai Pengukur Kinerja

Oleh: Nuraeni, Adi Putra Setianto, Rizqi Irma Oktavi, Yuni Ira Mulia Sari, Annisa Dwi Agustina

Secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik dengan masukan yang sebenarnya (ILO,1979). Jadi  produktivitas terkait dengan keluaran dan masukan yang digunakan untuk menghasilkan keluaran berdasarkan kombinasi masukan. Contohnya untuk menghasilkan keluaran berupa semen diperlukan kombinasi masukan berupa bahan baku, tenaga kerja,energi dan aset tetap. (lebih…)

Global Management Accounting Principles

Global Management Accounting Principles

Oleh: Nuraeni, Adi Putra Setianto, Rizqi Irma Oktavi, Yuni Ira Mulia Sari, Annisa Dwi Agustina

Tahun 2014 lalu, AICPA dan CIMA berkolaborasi untuk menerbitkan #GMAPs. Lalu, apa definisinya? #GMAPs adalah sekumpulan prinsip universal pertama sebagai panduan dalam praktik akuntansi manajemen yang didasarkan pada perspektif dari para CEO, CFO, akademisi, regulator, badan pemerintahan, dan profesional lainnya yang di-sampling secara global di 20 negara dari seluruh benua.

Tujuan penerbitan #GMAPs adalah untuk mendukung organisasi dalam membandingkan dan meningkatkan sistem akuntansi manajemen organisasi sektor publik dan swasta dalam mmbuat keputusan yang lebih baik, merespon risiko secara tepat, dan melindungi nilai yang mereka hasilkan. (lebih…)

Akuntansi Manajemen Jepang

bendera-jepang

  1. Gogo perjelas ya Sob, Jepang merupakan pesaing Amerika Serikat dalam biaya, kualitas pengiriman, dan tepat waktu. #AkmenJepang
  2. Ahli di Jepang menggunakan praktek just-in-time, quality control, dan penggunaan agresif teknologi manufaktur yg fleksibel. #AkmenJepang
  3. Di beberapa industri utama yaitu mobil, komputer, elektronik konsumen, & semikonduktor #AkmenJepang, (cont)
  4. (cont) prakteknya sangat bervariasi, namun beberapa pola yg terkait tidak muncul. #AkmenJepang
  5. Pola-pola ini membedakan aspek-aspek tertentu #AkmenJepang dari praktek-praktek yang didirikan di AS.
  6. Nah #AkmenJepang tidak akan membiarkan prosedur akuntansi menentukan bagaimana mereka mengukur dan mengontrol kegiatan organisasi.
  7. #AkmenJepang mnggunakan sistem akuntansi u/ memotivasi kryawan agar bertindak sesuai dg strategi manufaktur jngk pnjng daripada (cont)
  8. (cont) untuk menyediakan manajemen senior data yang tepat pada biaya, varians, dan keuntungan. #AkmenJepang
  9. Jadi, prinsip #AkmenJepang adalah Akuntansi lebih berperan untuk “mempengaruhi” daripada berperan untuk “menginformasikan”
  10. Contoh, manajer tingkat tinggi di perusahaan Jepang tidak khawatir tentang apakah sistem alokasi biaya overhead (cont) #AkmenJepang
  11. (cont) mencerminkan tuntutan yg tepat setiap produk yg dibuat dari sumber daya perusahaan daripada (cont) #AkmenJepang
  12. (cont) bagaimana sistem mempengaruhi prioritas pengurangan biaya dari manajer menengah dan pekerja toko. #AkmenJepang
  13. Nah bagaimana Sob? Tenang masih banyak info Gogo tentang #AkmenJepang buat sobat Gogo semua hehe Gogo lanjutin yaaa.
  14. Akuntansi di Jepang juga mencerminkan dan memperkuat komitmen utama manajemen berbasis pasar. #AkmenJepang
  15. Ketika memperkirakan biaya produk baru, perusahaan membuat satu titik u/ tidak bergantung pada standar teknik yg berlaku. #AkmenJepang
  16. Mereka menetapkan biaya sasaran berasal dari perkiraan harga pasar yang kompetitif. #AkmenJepang
  17. Biaya target ini biasanya jauh di bawah biaya yang saat ini dicapai, yang didasarkan pada teknologi standar dan proses. #AkmenJepang
  18. Manajer kemudian menetapkan standar untuk mengukur kemajuan bertahap menuju memenuhi tujuan target biaya. #AkmenJepang
  19. Satu hal yang dapat kita pelajari, #AkmenJepang tidak menekankan optimalisasi dalam keterbatasan yang ada.
  20. Sebaliknya, #AkmenJepang mendorong karyawan untuk melakukan perbaikan terus-menerus.

Disiplin 3 dan 4 dalam 4 dx

4disciplines

  1. Ada yang masih ingat disiplin 3 dan 4 dalam 4dx? #4dx34
  2. Yap, disiplin 3 adalah keep a compelling scoreboard sedangkan disiplin 4 adalah create a cadence of accountability. #4dx34
  3. Gogo mulaisatu-satuya… 😀 #4dx34
  4. Keep a compelling scoreboard (membuat papan skor yg menggugah) berarti membuat papan skor yg diketahui semua orang. #4dx34
  5. Nah artinya gimana nih, Sob? #4dx34
  6. Dalam implementasi 4dx, papan skor dibuat menarik dan mudah dipahami setiap orang yang melihat. #4dx34
  7. Tujuannya adalah tiap orang dapat mengetahui posisi pemain saat ini menang atau #4dx34
  8. Oh ya, Sob. Pemain yang Gogo maksud adalah orang-orang yang ikut serta dalam menyukseskan WIG dalam 4dx. #4dx34
  9. Diharapkan, dengan diumumkannya posisi gerak tiap pemain, pemain akan semakin termotivasi untuk maju dan mencapai WIG. #4dx34
  10. Oleh karena itu, penting sekali Sob untuk bias mendefinisikan lead dan lag measure. #4dx34
  11. Dengan mendefinisikan secara tepat, lead measure tidak hanya menjadi sebuah #4dx34
  12. Scoreboard yang dibuat juga bias dihias dengan menarik, Sob. #4dx34
  13. Misalnya menggunakan model lintasan balap dgn mobilnya diisi o/foto Pemain yg sudah mendekati finish adalah pemenang. #4dx34
  14. Jadi setiap ada pencapaian yg dilakukan pemain, papan skor harus diupdate sebagai #4dx34
  15. Nah, Sobat Gogo sudah paham bukan pentingnya disiplin 3 ini? #4dx34
  16. Lanjutya Sob, Gogo bahas disiplin 4 yaitu create a cadence of accountability (ciptakan irama pertanggungjawaban). #4dx34
  17. Disiplin ini berarti tiap orang memiliki tanggungjawab untuk menyukseskan WIG yang telah disepakati dalam disiplin 1. #4dx34
  18. Tanggungjawab secara konvensional hanya sebatas pada bawahan kepada atasan, namun dalam 4dx hal ini #4dx34
  19. Tiap pemain bertanggungjawab kepada tim dan hal ini diharapkan dapat menciptakan kebiasaan yang baik. #4dx34
  20. Balik lagi pada konsep 4dx bahwa WIG tercapai karena adanya konsistensi dan tanggungjawab dari tim #4dx34